<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724</id><updated>2012-02-16T16:31:27.061-08:00</updated><title type='text'>knowledge</title><subtitle type='html'>aYo...belaJar aNd Cari TahU!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-7764769413934713116</id><published>2009-11-02T04:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T04:48:04.954-08:00</updated><title type='text'>Oksigen dan Oksida</title><content type='html'>Oksigen dan Oksida&lt;br /&gt;Kata Kunci: air, alotrop oksigen, hidrogen peroksida, kation dioksigen, oksida hidrogen, oksigen, oksigen singket, oksigen triplet, ozon&lt;br /&gt;Ditulis oleh Taro Saito pada 30-10-2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oksigen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dioksigen, O2, adalah gas tak berwarna dan tak berbau (bp -183.0o C) menempati 21% udara (% volume). Karena atom oksigen juga komponen utama air dan batuan, oksigen adalah unsur yang paling melimpah di kerak bumi. Walaupun unsur ini melimpah, oksigen dibuktikan sebagai unsur baru di abad ke-18.  Karena kini sejumlah besar oksigen digunakan untuk produksi baja, oksigen dipisahkan dalam jumlah besar dari udara yang dicairkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isotop oksigen 16O(kelimpahan 99.762%), 17O (0.038%), dan 18O (0.200%). 17O memiliki spin I = 5/2 dan isotop ini adalah nuklida yang penting dalam pengukuran NMR. 18O digunakan sebagai perunut dalam studi mekanisme reaksi. Isotop ini juga bermanfaat untuk penandaan garis absorpsi spektrum IR atau Raman dengan cara efek isotop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dideskripsikan di bagian 2.3 (e), dioksigen, O2, dalam keadaan dasar memiliki dua spin yang tidak paralel dalam orbital molekulnya, menunjukkan sifat paramagnetisme dan disebut oksigen triplet. Dalam keadaan tereksitasi, spinnya berpasangan dan dioksigen menjadi diamagnetik, disebut oksigen singlet. Oksigen singlet sangat penting untuk sintesis kimia, sebab oksigen singlet ini memiliki kereaktifan karakteristik. Oksigen singlet dihasilkan dalam larutan dengan reaksi transfer energi dari kompleks yang teraktivasi oleh cahaya atau dengan pirolisis ozonida (senyawa O3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ion  superoksida, O2-, dan ion  peroksida, O22-, adalah anion-anion dioksigen (Tabel 4.3). Keduanya dapat diisolasi sebagai garam logam alkali.  Ada keadaan oksidasi lain, O2+, yang disebut kation dioksigen (1+), dan dapat diisolasi sebagai garam dengan anion yang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tabel bilangan oksida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ozon, O3, adalah alotrop oksigen dan merupakan gas  tak stabil dengan bau yang mengiritasi. Ozon adalah molekul bengkok terdiri dari tiga  atom (bersudut 117o) dan memiliki kereaktifan yang unik. Akhir-akhir ini ozon diketahui memiliki peran yang sangat penting dalam menyaring radiasi ultraviolet dari matahari yang membahayakan, dan memegang peranan penting dalam melindungi kehidupan di bumi dari kerusakan fotokimia. Kini jelas bahwa khlorofluorokarbon, yang sering digunakan sebagai refrigeran atau sebagai pembersih komponen elektronik, juga merusak lapisan ozon, dan aksi yang sesuai telah dilakukan dalam skala global untuk menanggulangi masalah lingkungan yang serius ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oksida hidrogen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oksigen sangat reaktif, dan bereaksi langsung dengan banyak unsur membentuk oksida. Air adalah oksida hidrogen dan perannya sangat krusial bagi lingkungan global dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air H2O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan puluh tujuh persen air ada di laut, 2% ada sebagai es di kutub dan air tawar hanya merupakan sedikit sisanya saja. Sifat kimia dan fisika dasar air sangat penting dalam kimia. Sifat-sifat kimia utamanya diberikan dalam Tabel 4.1. Sebagian besar sifat anomali air disebabkan oleh ikatan hidrogen yang kuat. Sifat fisik air berbeda cukup besar dengan keberadaan isotop hidrogen. Paling tidak ada 9 polimorf es yang diketahui dan  struktur kristalnya bergantung pada kondisi pembekuan es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air memiliki sudut ikatan 104.5o dan panjang ikatan 95.7 pm dalam molekul bebasnya. Telah dideskripsikan di bagian 3.4 (b) autoionisasi air menghasilkan ion oksonium, H3O+.  Penambahan air lebih lanjut menghasilkan [H(OH2)n]+ (H5O2+, H7O3+, H9O4+, dan H13O6+), dan struktur berbagai spesies ini telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidrogen peroksida, H2O2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidrogen peroksida adalah cairan yang hampir  tak berwarna (mp -0.89o C dan bp (diekstrapolasikan) 151.4o C), bersifat sangat eksplosif dan berbahaya dalam konsentrasi tinggi. Biasanya hidrogen peroksida digunakan sebagai larutan encer, tetapi larutan dalam air 90% digunakan. Karena hidrogen peroksida digunakan dalam jumlah besar sebagai bahan pengelantang untuk serat dan kertas, proses sintetik industri skala besar telah dibuat.  Proses ini menggunakan reaksi katalitik sangat lunak untuk menghasilkan larutan encer hidrogen peroksida dari udara dan hidrogen dengan menggunakan antrakuinon tersubstitusi.  Larutan encer ini kemudian dipekatkan.  Bila deuterium peroksida dipreparasi di laboratorium, reaksi berikut digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K2S2O8 + 2 D2O → D2O2 + 2 KDSO4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidrogen peroksida terdekomposisi menjadi air dan oksigen dengan keberadaan mangan dioksida, MnO2.  Hidrogen peroksida dapat bereaksi sebagai oksidator maupun reduktor bergantung ko-reaktannya. Potensial reduksinya dalam asam diungkapkan dalam diagram Latimer (lihat bagian3.3 (c)) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diagram latimer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-7764769413934713116?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/7764769413934713116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/11/oksigen-dan-oksida.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/7764769413934713116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/7764769413934713116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/11/oksigen-dan-oksida.html' title='Oksigen dan Oksida'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-9164896470429526473</id><published>2009-11-02T04:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T04:38:09.690-08:00</updated><title type='text'>Jari-Jari Atomik dan IoN</title><content type='html'>Jari-jari atomik dan ion&lt;br /&gt;Kata Kunci: faktor geometri, jari-jari atomik, jari-jari ionik, kontraksi lantanoid&lt;br /&gt;Ditulis oleh Taro Saito&lt;br /&gt;2.2. Faktor geometri yang menentukan ikatan dan struktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua parameter, jari-jari dan kekuatan menarik  elektron atom atau ion menentukan ikatan, struktur, dan reaksi zat elementer dan senyawa.  Banyak usaha telah didedikasikan untuk mendapatkan nilai numerik dua faktor yang dapat diterapkan untuk semua material.  Diharapkan sifat kimia senyawa yang diketahui, dan material baru yang kini belum ada dapat diprediksi dengan kombinasi nilai numerik yang cocok. Pertama, faktor geometri akan dideskripsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jari2 atom&lt;br /&gt;a.  Jari-jari atomik dan ion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerapatan elektron dalam atom secara perlahan akan menuju, tetapi tidak pernah mencapai nol ketika jarak dari inti meningkat. Oleh karena itu, secara ketat dapat dinyatakan bahwa jari-jari atom atau ion tidak dapat ditentukan. Namun, secara eksperimen mungkin untuk menentukan jarak antar inti atom. Jari-jari atomik yang ditentukan secara eksperimen merupakan salah satu parameter atomik yang sangat penting untuk mendeskripsikan kimia struktural senyawa. Cukup beralasan untuk mendefinisikan jari-jari logam sebagai separuh jarak atom logam.  Separuh jarak antar atom didefinisikan juga sebagai jari-jari kovalen  zat elementer (Tabel 2-1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jari2 ionik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kation dan anion unsur yang berbeda  dalam senyawa ion diikat dengan interaksi elektrostatik, jarak ikatan adalah jumlah  jari-jari ionik yang diberikan untuk kation dan anion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jari ionik standar satu spesies ditetapkan terlebih dahulu dan kemudian dikurangkan dari jarak antar ion untuk menentukan jari-jari ion partnernya.  Sebagai standar, jari-jari ion O2- dalam sejumlah oksida ditetapkan sebesar 140 pm (1 pm = 10-12 m) (R. D. Shannon).  Jari-jari kation dalam oksida adalah selisih dari jarak ikatan dan 140 pm.  Setelah jari-jari kation dalam oksida ditentukan, jari-jari anion lain dapat dihitung dengan mengurangkan jari-jari kation dari jarak antar atom dalam senyawa ion.  Dengan menerapkan metoda seperti ini untuk berbagai senyawa ion, jari-jari ion telah dikompilasi dalam suatu cara sedemikian sehingga  nilai perhitungan dan percobaan umumnya konsisten (Tabel 2-2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam senyawa ionik terdapat sumbangan kovalen dan tidak terlalu diharapkan nilai jarak ikatan perhitungan dan percobaan akan tepat sama.  Bahkan bila nilai jari-jari ion standar diubah, kita dapat mengkompilasi jari-jari ion yang masih konsisten untuk banyak senyawa.  Contoh lain jari-jari yang diusulkan adalah jari-jari ion O2- adalah 132 pm (V. M. Goldschmidt) atau 60 pm (J.C. Slater).  Kita juga harus sadar bahwa jarak kation-anion pasangan ion yang sama menjadi lebih besar ketika bilangan koordinasi ion lawannya meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam diskusi sifat struktural senyawa ion apapun dari sudut pandang jari-jari ionik, set jari-jari ionik yang dihitung dengan menggunakan jari-jari standar yang sama untuk ion dengan bilangan koordinasi yang sama harus digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jari logam dan kovalen, juga disebut jari-jari atomik, menjadi lebih kecil dalam periode yang sama dari kiri ke kanan, kemudian meningkat lagi di periode selanjutnya. Kontraksi lantanoid bertanggung jawab atas fakta bahwa unsur periode ke-5 (4d) memiliki jari-jari hampir sama dengan unsur periode ke-6 (5d). Dalam sistem periodik, unsur-unsur lantanoid disisipkan sebelum unsur 5d.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jari atomik unsur lantanoid menurun dengan nyata dengan kenaikan muatan inti efektif sebab efek perisai orbital 4f unsur lantanoid lemah, disebabkan bentuk orbitalnya. Akibatnya, jari-jari atomik unsur setelah lantanoid sangat mirip dengan unsur-unsur 4d.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-9164896470429526473?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/9164896470429526473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/11/jari-jari-atomik-dan-ion.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/9164896470429526473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/9164896470429526473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/11/jari-jari-atomik-dan-ion.html' title='Jari-Jari Atomik dan IoN'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-8260684989622939659</id><published>2009-08-19T21:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T21:14:56.599-07:00</updated><title type='text'>mau kerja online di internet</title><content type='html'>mau cari kerja di internet tanpa biaya sepeserpun,tanpa pengeluaran apapun GRATIZ...dan di jamin halal&lt;br /&gt;dan Hanya dengan mengeklik iklan anda akan dibayar dan pay outNya hanya 10.000 saja&lt;br /&gt;mau??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website: http://gayabebas.com/?r=arifrahman&lt;br /&gt;Email: mr.arif94@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-8260684989622939659?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/8260684989622939659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/mau-kerja-online-di-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/8260684989622939659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/8260684989622939659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/mau-kerja-online-di-internet.html' title='mau kerja online di internet'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-6550427650634487326</id><published>2009-08-14T23:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T23:37:19.823-07:00</updated><title type='text'>about me</title><content type='html'>saya adalah seorang siswa di sekolah SMA swasta di bandar lampung that is SMA Gajah Mada...and i was born,,,04/06/1994 N i 15years old....I have 3brother and 1 sister...N I live on jl.puri Audistia P1 No 15 prumnas Way Halim..&lt;br /&gt;dan saya mede this blog for shere dengan kalian semua hususnya tentang pelajaran di sekolah N trik-trik blog......&lt;br /&gt;jika kalian semua punya keahlian khusus bagi-bagi donk dengan teman-teman semua....khususnya di blog ini...&lt;br /&gt;lox kalian punya ide kreatif kirim aja ke Email aku(cool.arif@ymail.com)..&lt;br /&gt;ok...cukup sekian perkenalan dari aku salam kenal semuanya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-6550427650634487326?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/6550427650634487326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/about-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/6550427650634487326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/6550427650634487326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/about-me.html' title='about me'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-3314840263617901271</id><published>2009-08-11T02:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T02:31:47.276-07:00</updated><title type='text'>depan</title><content type='html'>PEMANFAATAN PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF DIABETES MELLITUS&lt;br /&gt;Posted on 02/18/2009 by zaifbio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam dunia sebagai Negara dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, China, Uni Soviyet, Jepang dan Brasil. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pare sebagai obat alternatif yang berasal dari potensi lokal Indonesia, dalam penyembuhan penyakit diabetes mellitus.Tanaman pare dapat menurunkan gula darah karena tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Diabetes mellitus, pare, alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa didalam tubuh akan meningkat. Gula yang meliputi polisakarida, digosakarida, disakarida dan monosakarida merupakan sumber tenaga yang menunjang keseluruhan aktivitas manusia. Seluruh gula ini akan diproses menjadi tenaga oleh hormon insulin tersebut karena penderita diabetes mellitus biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, dan pengelihatan menjadi kabur, gejala lain akibat adanya kadar glukosa yang terlalu tinggi akan terjadi ateroma sebagai penyebab awal penyakit jantung koroner.(Utami, Prapti. 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit diabetes mellitus saat ini hampir merambah seluruh dunia, tidak hanya Negara-negara maju saja yang terserang dengan penyakit ini, akan tetapi negara-negara berkembang pun sekarang nampaknya sudah mulai memiliki probilitas terserang penyakit ini, menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam dunia sebagai Negara dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, China, Uni Soviyet, Jepang dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995 jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 5 juta, Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 % yang sadar mengidapnya dan diantara mereka baru sekitar 30 % yang datang berobat teratur, Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejala yang terjadi pada dirinya.( Soegondo, Sidartawan. 2006.www. Medicastore.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya harga obat diabetes mellitus yang diproduksi di pabrik dan beredar di pasaran nampaknya cukup berdampak pada daya beli masyarakat yang kurang, terlebih lagi bagi masyarakat yang terkategori dalam masyarakat menengah kebawah, sehingga hal ini menyebabkan penderita enggan membeli obat dan pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus yang dideritanya semakin parah bahkan bisa menimbulkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman pare merupakan salah satu alternatif dalam penyembuhan diabetes mellitus, karena tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin yang dapat menurunkan gula darah.(Anoymous. 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Kandungan gizi apa saja yang terdapat pada pare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Bagaimana cara pemanfaatan pare dalam mengobati Diabetes Mellitus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pare sebagai obat alternatif yang berasal dari potensi lokal Indonesia, dalam penyembuhan penyakit diabetes mellitus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan ini memberikan beberapa manfaat, yaitu dari segi akademis dapat memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat pare sebagai obat alternatif yang berasal dari potensi lokal Indonesia, dalam penyembuan penyakit diabetes mellitus. Dari segi aspek ekonomi pemanfaatan pare sebagai obat alternatif penyembuhan penyakit diabetes mellitus dapat menghemat biaya dan lebih praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Gizi Pare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes mellitus sering disebut juga the great imitator, karena penyakit ini dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, dan pengelihatan menjadi kabur. Penggunaan flora atau tumbuhan yang potensial untuk terapi pada diabetes ini nampaknya dapat menjadi altrenatif yang cukup efektif dan terjangkau oleh para penderita diabetes mellitus. Di Indonesia cukup banyak tumbuhan yang berpotensi untuk dijadikan makanan yang dapat membantu dalam mengatasai penyakit diabetes mellitus ini terutama tanaman pare.(Utami, Prapti. 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman pare (Momordica charantia L.) berasal dari kawasan Asia Tropis. Tanaman satu ini terkenal karena buahnya yang pahit. Justru dibalik rasa pahitnya itulah pare bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan gizi pada pare cukup baik. Pare mengandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemakmineral pare kaya akan kalsium, zat besi dan fosfor. Vitamin yang menonjol terdapat di dalamnya adalah vitamin A dan vitamin C.(Anoymous. 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat buah pare (Momordica charantia L.) sebagai obat di Cina sudah dicatat Li sejak tahun 1578. Awalnya sebagai tonikum, obat cacing, obat batuk, antimalaria, seriawan, penyembuh luka, dan penambah nafsu makan. Ratusan riset di banyak negara yang berkembang kemudian menyingkap buah pahit ini berefek menurunkan kadar gula darah (hypopglycemic effect).(Anoymous. 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab diabetes mellitus adalah kurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau terjadi gangguan fungsi insulin, yang sebenarnya jumlahnya cukup. Kekurangan insulin disebabkan terjadinya kerusakan sebagian kecil atau sebagian besar sel-sel beta pulau langerhans dalam kelenjar pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin. Insulin merupakan suatu polipeptida (protein). Dalam keadaan normal, jika kadar glukosa darah naik, kelenjar pankreas akan mengeluarkan insulin dan masuk ke dalam aliran darah. Oleh darah insulin disalurkan ke reseptor yaitu hati sebesar 50%, ginjal sekitar 10 – 20 %, serta sel darah, otot, dan jaringan lemak sekitar 30 – 40 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama belum ada insulin, gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel – sel jaringan tubuh lainnya seperti otot dan jaringan lemak. Dapat dikatakan bahwa insulin merupakan kunci yang membuka pintu sel jaringan, memasukkan gula ke dalam sel, dan menutup kembali. Di dalam sel, gula dibakar menjadi energi yang berguna untuk beraktivitas. Riset serupa di Jerman, Inggris, India, Jepang, Thailand, dan Malaysia mempertegas zat berkhasiat pare sebagai antidiabetes. Buah pare yang belum masak mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pare dalam menurunkan gula darah pada hewan percobaan bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu diduga pare memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea (obat antidiabetes paling tua dan banyak dipakai). Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pancreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glycogen di hati. Efek pare dalam menurunkan gula darah pada kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari begitu banyak riset pare sebagai penurun gula darah, ada benang merah bahwa dalam menurunkan gula darah, pare memiliki lebih dari satu mekanisme. Lebih dari itu, penelitian pare di Jerman berhasil menemukan dosis efektif penurun gula darah pare pada kelinci sehat sebesar 0,5 gram/ kg berat badan, dan 1-1,5 gram/kg berat badan untuk kelinci yang sengaja dibikin kencing manis. (Anonimous. 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1 Kandungan gizi tiap 100 gram daun dan buah pare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat gizi Buah Pare Daun Pare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air 91,2 gram 80 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalori 29 gram 44 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein 1,1 gram 5,6 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak 1,1 gram 0,4 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat 0,5 gram 12 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalsium 45 mg 264 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat Besi 1,4 mg 5 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fosfor 64 mg 666 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin A 18 SI 5,1 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin B 0,08 mg 0,05 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin C 52 mg 170 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Folasin - 88 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan Pare Dalam Mengobati Diabetes Mellitus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan gejala klinis atau medis, diabetes mellitus (DM) dapat dibagi menjadi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- DM tipe 1 atau DMTI (Diabetes Mellitus Tergantung Insulin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar sel beta pulau langerhans yang memproduksi insulin dalam pankreas mengalami kerusakan. Akibatnya, kadar insulin menjadi kurang atau tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- DM tipe 2 atau DMTTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan kekurangan nutrisi atau gizi pada diabetisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Diabetes Mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk ke dalam kelompok ini adalah penyakit pankreas, penyakit hormonal, keadaan yang disebabkan oleh obat atau zat kimia, gangguan reseptor insulin, dan sindrom genetik tertentu atau gejala-gejala penyakit keturunan seperti diabetes mellitus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mendiagnosis diabetes mellitus sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seseorang dikatakan menderita diabetes mellitus jika kadar glukosa darah ketika puasa lebih dari 126 mg/dl atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah lebih dari 200 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seseorang dikatakan terganggu toleransi glukosanya jika kadar glukosa darah ketika puasa 110 – 125 mg/dl atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah 140 – 199 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seseorang dikatakan normal atau tidak menderita diabetes mellitus jika kadar glukosa darah ketika puasa kurang dari 110 mg/dl, kadar glukosa darah 1 setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah kurang dari 180 mg/dl, kadar glukosa darah 2 jam setelahnya kurang dari 140 mg/dl. (Utami, Prapti. 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan gizi pada pare cukup baik. Pare mengandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemak. Mineralnya tak kalah banyak. Pare kaya akan kalsium, zat besi dan fosfor. Vitamin yang menonjol terdapat di dalamnya adalah vitamin A dan vitamin C. Dari penelitian yang dilakukan di Jepang tahun 2003 juga diketahui bahwa biji pare merupakan anti oksidan yang cukup kuat untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh yang memicu pembentukan sel kanker, mempercepat penuaan, penyumbatan arteri, stroke, dan diabetes mellitus. Buah pare mengandung karatin, hydroxytryptamine, vitamin A, B, dan C. Sementara itu bijinya mengandung momordisin. Hampir semua bagian tanaman ini, baik biji, bunga, daun, maupun akar, berkhasiat untuk obat. Namun, buah pare paling sering digunakan untuk bahan ramuan obat terutama diabetes mellitus. Efek farmakologis dari tanaman ini rasanya pahit dan sifatnya dingin, pare berkhasiat sebagai antiradang, menurunkan kadar glukosa darah, untuk mengobati batuk, radang tenggorok, radang mata merah, rematik dan sariawan disentri.. Cara pemanfaatan pare untuk mengatasi Diabetes Mellitus, yaitu dengan cara Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu. Untuk penggunaan biji pare, yaitu dengan cara sediakan 200 gram biji pare, kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari. (Anonimous. 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Religius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dikaji dari sisi religius, pemanfaatan tumbuhan untuk mengobati penyakit dalam perspektif Islam berdasarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dapat tersirat dalam surat-surat, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S Al Maidah 88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S Al An’am 141. Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S Al Baqarah 168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S Al Baqarah 57. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”[53]. makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka Menganiaya kami; akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S An Nahl 114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketehui bahwa Allah SWT dalam penciptaan-Nya selalu memberikan manfaat kepada umat-Nya, seperti telah disebutkan dalam ayat di atas, bahwa Allah SWT telah menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan untul diambil manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa didalam tubuh akan meningkat. Tanaman pare (Momordica charantia L.) berasal dari kawasan Asia Tropis. Tanaman satu ini terkenal karena buahnya yang pahit. Justru dibalik rasa pahitnya itulah pare bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan gizi pada pare cukup baik. Pare mengandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemakmineral pare kaya akan kalsium, zat besi dan fosfor. Vitamin yang menonjol terdapat di dalamnya adalah vitamin A dan vitamin C. Hampir semua bagian tanaman ini, baik biji, bunga, daun, maupun akar, berkhasiat untuk obat. Namun, buah pare paling sering digunakan untuk bahan ramuan obat terutama diabetes mellitus. Efek farmakologis dari tanaman ini rasanya pahit dan sifatnya dingin, pare berkhasiat sebagai antiradang, menurunkan kadar glukosa darah, untuk mengobati batuk, radang tenggorok, radang mata merah, rematik dan sariawan disentri.. Cara pemanfaatan pare untuk mengatasi Diabetes Mellitus, yaitu dengan cara Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu. Untuk penggunaan biji pare, yaitu dengan cara sediakan 200 gram biji pare, kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat sebaiknya menggunakan bahan lokal sebagai obat alternatif dalam mengobati penyakit diabetes melllitus terutama tanaman pare, karena tanaman ini mudah ditemukan dan harganya relatif murah. Selain itu, dengan menggunakan bahan lokal sebagai obat alternatif lebih aman dari pada obat luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonimous. 2007. Melawan Wabah Diabetes Dunia dengan Buah Pare. (online). http://www.nusaku.com/forum/showthread.php?f=13 diakses 20 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonimous. 2007. Khasiat Buah Pare. (online). http://www.nusaku.com/forum/showthread.php?t=5931 diakses 20 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonimous. 2007. Pare. (online) http://dapurmlandhing.dagdigdug.com diakses 20 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soegondo, Sidartawan. 2006. Jumlah Diabetes Mellitus. (online). www. Medicastore.com. diakses 20 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utami, Prapti dan Tim Lentera. 2003. Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus. Jakarta : Agro Media Pustaka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-3314840263617901271?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/3314840263617901271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/3314840263617901271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/3314840263617901271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/depan.html' title='depan'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-3397412436181806935</id><published>2009-08-01T01:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T04:36:25.821-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-3397412436181806935?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/3397412436181806935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/tab-1-tab-2-tab-3-tab-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/3397412436181806935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/3397412436181806935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/08/tab-1-tab-2-tab-3-tab-1.html' title=''/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-1991473653062935540</id><published>2009-07-31T01:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:33:22.021-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.kutukutubuku.com/kumpulblogger/index.html" target="_new"&gt;&lt;img src="http://www.kutukutubuku.com/kumpulblogger/kumpulbloggerad.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Masukkan Code ini &lt;strong&gt;K1-85751A-E&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-1991473653062935540?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/1991473653062935540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/masukkan-code-ini-k1-85751a-e-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/1991473653062935540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/1991473653062935540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/masukkan-code-ini-k1-85751a-e-untuk.html' title=''/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-843570405967649680</id><published>2009-07-31T01:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:12:25.182-07:00</updated><title type='text'>LowOngan Pekerjaan</title><content type='html'>mau kerja di rumah tanpa meninggalkan kerja asli kamu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=63174&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-843570405967649680?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/843570405967649680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/lowongan-pekerjaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/843570405967649680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/843570405967649680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/lowongan-pekerjaan.html' title='LowOngan Pekerjaan'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-2143727869992978615</id><published>2009-07-30T00:21:00.001-07:00</published><updated>2009-07-30T00:21:42.574-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=63174" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-2143727869992978615?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/2143727869992978615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/blog-post_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/2143727869992978615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/2143727869992978615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/blog-post_30.html' title=''/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-5760348605037760639</id><published>2009-07-27T03:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T03:33:17.507-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>[url=http://www.glitter-graphics.com][img]http://dl9.glitter-graphics.net/pub/660/660759jzef7rhw6w.gif[/img][/url]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-5760348605037760639?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/5760348605037760639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/urlhttpwww.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/5760348605037760639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/5760348605037760639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/urlhttpwww.html' title=''/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-8760522024735996950</id><published>2009-07-27T03:25:00.001-07:00</published><updated>2009-07-27T03:26:18.903-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.glitter-graphics.com/myspace/text_generator.php" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/a.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/r.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/i.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/f.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dl3.glitter-graphics.net/empty.gif" width="20" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dl3.glitter-graphics.net/empty.gif" width="20" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dl3.glitter-graphics.net/empty.gif" width="20" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/k.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/n.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/o.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/w.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/l.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/e.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/d.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/g.gif" border="0" /&gt;&lt;img src="http://text.glitter-graphics.net/crl/e.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-8760522024735996950?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/8760522024735996950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/blog-post_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/8760522024735996950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/8760522024735996950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/blog-post_27.html' title=''/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-5062044690782050336</id><published>2009-07-26T01:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T01:12:46.049-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Isra dan Mi'raj&lt;/h1&gt;                        &lt;!-- start content --&gt;    &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 182px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Miraj_by_Sultan_Muhammad.jpg" class="image" title="Isra Mi'raj dalam Miniatur Lukisan Persia"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b5/Miraj_by_Sultan_Muhammad.jpg/180px-Miraj_by_Sultan_Muhammad.jpg" class="thumbimage" width="180" height="268" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Miraj_by_Sultan_Muhammad.jpg" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Isra Mi'raj dalam Miniatur Lukisan Persia&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Isra dan Mi'raj&lt;/b&gt; merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;, karena pada peristiwa ini Nabi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad" title="Muhammad"&gt;Muhammad SAW&lt;/a&gt; mendapat perintah untuk menunaikan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat" title="Shalat"&gt;shalat&lt;/a&gt; lima waktu sehari semalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Peristiwa_Isra_dan_Mi.27raj" id="Peristiwa_Isra_dan_Mi.27raj"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Peristiwa Isra dan Mi'raj&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Isra Mi'raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 11 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenabian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kenabian (halaman belum tersedia)"&gt;kenabian&lt;/a&gt;. Artinya 11 tahun setelah Muhammad diangkat menjadi seorang Rasul. Jika Muhammad menjadi Nabi pada usia 40 tahun, berarti peristiwa Isra' Mi'raj itu terjadi pada saat Muhammad berusia kira-kira 51 tahun. Pada peristiwa Isra Mi'raj dapat dikatakan terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW "diberangkatkan" oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; SWT dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram" title="Masjidil Haram"&gt;Masjidil Haram&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Aqsa" title="Masjidil Aqsa" class="mw-redirect"&gt;Masjidil Aqsa&lt;/a&gt; dengan menaiki &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buraq" title="Buraq"&gt;buraq&lt;/a&gt;. Buraq adalah kendaraan yang tercepat dan tidak ada yang bisa menandingi kecepatannya. Buraq ini bergerak cepat dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsa dari Mekah sampai Yerussalem dalam waktu beberapa jam saja. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sidratul_Muntaha" title="Sidratul Muntaha" class="mw-redirect"&gt;Sidratul Muntaha&lt;/a&gt; yang merupakan tempat tertinggi. Di sini,ketika Nabi sampai ke langit tertinggi,Allah SWT menyuruh Nabi agar umatnya disuruh shalat 50 kali sehari.Pada saat itu,Nabi Musa datang dan berkata bahwa perintah itu teralu berat dan meminta Nabi meminta kepada Allah SWT agar shalatnya dikurangi. Saat Nabi berhadapan Allah SWT,Nabi meminta shalatnya dikurangi. Maka,Allah pun mengabulkannya sehingga dikurangi menjadi 45 kali sehari. Tetapi, Nabi Musa meminta kepada Nabi agar mengurangi lagi. Maka Nabi kembali ke hadapan Allah.Allah menguranginya,namun Nabi Musa menyatakan kelebihan sehingga terus dikurangi hingga shalat lima waktu yaitu Subuh (2 rakaat), Dzuhur (4 rakaat), Ashar(4 rakaat), Maghrib (3 rakaat) dan Isya (4 rakaat).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-5062044690782050336?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/5062044690782050336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/isra-dan-miraj-isra-miraj-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/5062044690782050336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/5062044690782050336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/isra-dan-miraj-isra-miraj-dalam.html' title=''/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-420109150573975646</id><published>2009-07-24T05:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T05:54:21.528-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>my mp3&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/dialogs/themepreview.aspx?themeKey=Vn7ityYLJf&amp;amp;r=VjCptjlH9"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;http://www.imeem.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-420109150573975646?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/420109150573975646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/my-mp3-httpwww.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/420109150573975646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/420109150573975646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/my-mp3-httpwww.html' title=''/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-4352677812938999153</id><published>2009-07-23T07:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T07:41:21.203-07:00</updated><title type='text'>PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN BAHAN MAKANAN SERTA PERMASALAHANNYA</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/02/pengolahan-dan-pengawetan-bahan-makanan-serta-permasalahannya/" rel="bookmark" title="PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN BAHAN MAKANAN SERTA PERMASALAHANNYA"&gt;PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN BAHAN MAKANAN SERTA PERMASALAHANNYA&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;                   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--     --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Latar &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pengolahan dan pengawetan bahan makanan memiliki interelasi terhadap pemenuhan gizi masyarakat, maka Tidak mengherankan jika semua negara baik negara maju maupun berkembang selalu berusaha untuk menyediakan suplai pangan yang cukup, aman dan bergizi. Salah satunya dengan melakukan berbagai cara pengolahan dan pengawetan pangan yang dapat memberikan perlindungan terhadap bahan pangan yang akan dikonsumsi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seiring dengan kemajuan teknologi, manusia terus melakukan perubahan-perubahan dalam hal pengolahan bahan makanan. Hal ini wajar sebab dengan semakin berkembangnya teknologi kehidupan manusia semakin hari semakin sibuk sehinngga tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan pengolahan bahan makana yang hanya mengandalkan bahan mentah yang kemudian diolah didapur. Dalam keadaaan demikian, makanan cepat saji (instan) yang telah diolah dipabrik atau telah diawetkan banyak manfatnya bagi masyarakat itu sendiri. Permasalahan atau petanyaan yang timbul kemudian adalah apakah proses pengawetan, bahan pengawet yang ditambahkan atau produk pangan yang dihasilkan aman dikonsumsi manusia?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyaknya kasus keracunan makanan yang terjadi dimasyarakat saat ini mengindikasikan adanya kesalahan yang dilakukan masyarakat ataupun makaan dalam mengolah dan mengawetkan bahan makanan yang dikonsumsi. Problematika mendasar pengolahan makanan yang dilakukan masyarakat lebih disebabkan budaya pengelohan pangan yang kurang berorientasi terhadap nilai gizi, serta keterbatasan pengetahuan sekaligus desakan ekonomi sehingga masalah pemenuhan dan pengolahan bahan pangan terabaikan, Industri makanan sebagai pelaku penyedia produk makanan seringkali melakukan tindakan yang tidak terpuji dan hanya berorientasi profit oriented dalam menyediakan berbagai produk di pasar sehinngga hal itu membuka peluang terjadinya penyalahgunaan bahan dalam pengolahan bahan makanan untuk masyarakat diantaranya seperti kasusu penggunaan belpagai bahan tambahan makanan yang seharusnya tidak layak dikosumsi,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;kasus yang paling menyeruak dikalangan masyarakat baru-baru ini ialah penggunaan formalin dan borak dibeberapa produk makanan pokok masyarakat dengan bebrbagai dalih untuk menambah rasa dan keawetan makana tanpa memperdulikan efek bahan yang digunankan terhadap kesehatan masyarakat, hal inilah yang mendorong diperlukannya berbagai regulasi/peraturan dari instansi terkait Agar dapat melindungi konsumen dari pelbagai masalah keamanan pangan dan industri pangan diindonesia. Selain Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang bernaung di bawah Departemen Kesehatan, pengawasan dan pengendalian juga dilakukan oleh Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan, dan Departemen Perindustria rekonstruksi budaya Selain itu diperlukan juga adanya rekonsruksi budaya guna merubah kebiasaan dan memberikan pemaham kepada masyarat akan pentingnya gizi bagi keberlangsungan kehidupan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Rumusan Masalah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagaimanakah teknik pengolahan dan pengawetan  bahan makanan yang ideal bagi masyarakat?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apa permasalahan gizi  yang dihadapi dalam pengolahan dan pengawetan bahan makanan?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana Upaya pengolahan dan pengawetan bahan makana dalam mempertahankan tekstur rasa, dan nilai gizi yang terkandung didalamnya&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan tambahan makanan (zat aditif ) apakah yang  dapat dijadikan bahan untuk pengolahan dan pengawetan bahan makanan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bagaimana pengaruh penggunaan  bahan aditif terhadap kesehatan masyarakat?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Untuk&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;mengetahui  bagaiman teknik dan cara pengolahan dan pengawetan bahan makanan  yang ideal sekaligus implementasinya&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Untuk mengetahui pelbagai permasalahan yang  dihadapi masyarakat dalam pengolahan dan  pengawetan bahan makanan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;untuk mengetahui strategi dan upaya dalam mengatasi permasalahan  gizi dalam pengolahan dan pengawetan makanan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;untuk mengetahui berbagai bahan tambahan makanan (BTM) yang aman  digunakan dalam pengolahan dan pengawetan makanan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;untuk mengetahui pengaruh bahan aditif makanan terhadap kesehatan  masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pangan secara umum bersifat mudah rusak (&lt;em&gt;perishable&lt;/em&gt;), karena kadar air yang terkandung di dalamnya sebagai faktor utama penyebab kerusakan pangan itu sendiri. Semakin tinggi kadar air suatu pangan, akan semakin besar kemungkinan kerusakannya baik sebagai akibat aktivitas biologis internal (metabolisme) maupun masuknya mikroba perusak. kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah makanan tersebut masih pantas di konsumsi, secara tepat sulit di laksanakan karena melibatkan factor-faktor nonteknik, sosial ekonomi, dan budaya suatu bangsa. Idealnya, makanan tersebut harus: bebas polusi pada setiap tahap produksi dan penanganan makanan, bebas dari perubahan-perubahan kimia dan fisik, bebas mikroba dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit atau pembusukan (Winarno,1993).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 menyatakan bahwa kualitas pangan yang dikonsumsi harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya adalah aman, bergizi, bermutu, dan dapat terjangkau oleh daya beli masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jenis-jenis teknik pengolahan dan pengawetan makanan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;endinginan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendiginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan bahan yaitu  -2 sampai  +10 &lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;C. Cara pengawetan dengan suhu rendah lainya yaitu pembekuan. Pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku yaitu pada suhu 12 sampai -24 &lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;C. Pembekuan cepat (quick freezing) di lakukan pada suhu -24 sampai -40&lt;sup&gt; 0&lt;/sup&gt; C. Pendinginan biasanya dapat mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau minggu tergantung pada macam bahan panganya, sedangkan pembekuan dapat mengawetkan bahan pangan untuk beberapa bulan atau kadang beberapa tahun. Perbedaan lain antara pendinginan dan pembekuan adalah dalam hal pengaruhnya terhadap keaktifan mikroorganisme di dalam bahan pangan. Penggunaan suhu rendah dalam pengawetan pangan tidak dapat membunuh bakteri, sehingga jika bahan pangan beku misalnya di keluarkan dari penyimpanan dan di biarkan mencair kembali (thawing), pertumbuhan bakteri pembusuk kemudian berjalan cepat kembali. Pendinginan dan pembekuan masing-masing juga berbeda pengaruhnya terhadap rasa, tekstur, nilai gizi, dan sifat-sifat lainya. Beberapa bahan pangan menjadi rusak pada suhu penyimpangan yang terlalu rendah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengeringan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;pengeringan adalah suatu cara untuk mengeluarkan atau mengilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan menguapkan sebagian besar air yang di kandung melalui penggunaan energi panas. Biasanya, kandungan air bahan tersebut di kurangi sampai batas sehingga mikroorganisme tidak dapat tumbuh lagi di dalamya. Keuntungan pengeringan adalah bahan menjadi lebih awet dan volume bahan menjadi lebih kecil sehingga mempermudah dan menghemat ruang pengangkutan dan pengepakan, berat bahan juga menjadi berkurang sehingga memudahkan transpor, dengan demikian di harapkan biaya produksi menjadi lebih murah. Kecuali itu, banyak bahan-bahan yang hanya dapat di pakai apabila telah di keringkan, misalnya tembakau, kopi, the, dan biji-bijian. Di samping keuntungan-keuntunganya, pengeringan juga mempunyai beberapa kerugian yaitu karena sifat asal bahan yang di keringkan dapat berubah, misalnya bentuknya, misalnya bentuknya, sifat-sifat fisik dan kimianya, penurunan mutu dan sebagainya. Kerugian yang lainya juga disebabkan beberapa bahan kering perlu pekerjaan tambahan sebelum di pakai, misalnya harus di basahkan kembali (rehidratasi) sebelum di gunakan. Agar pengeringan dapat berlangsung, harus di berikan energi panas pada bahan yang di keringkan, dan di perlukan aliran udara untuk mengalirkan uap air yang terbentuk keluar dari daerah pengeringan. Penyedotan uap air ini daoat juga di lakukan secara vakum. Pengeringan dapat berlangsung dengan baik jika pemanasan terjadi pada setiap tempat dari bahan tersebut, dan uap air yang di ambil berasal dari semua permukaan bahan tersebut. Factor-faktor yang mempengaruhi pengeringan terutama adalah luas permukaan benda, suhu pengeringan, aliran udara, tekanan uap di udara, dan waktu pengeringan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;engemasan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengemasan merupakan bagian dari suatu pengolahan makanan yang berfungsi untuk pengawetan makanan, mencegah kerusakan mekanis, perubahan kadar air. Teknologi pengemasan perkembangan sangat pesat khususnya pengemas plstik yang dengan drastic mendesak peranan kayu, karton, gelas dan metal sebagai bahan pembungkus primer.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berbagai jenis bahan pengepak seperti tetaprak, tetabrik, tetraking merupakan jenis teknologi baru bagi berbagai jus serta produk cair yang dapat dikemas dalam keadaan qaseptiis steril. Sterilisasi bahan kemasan biasanya dilakukan dengan pemberian cairan atau uap hydrogen peroksida dan sinar UV atau radiasi gama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jenis generasi baru bahan makanan pengemas ialah lembaran plstik berpori yang disebut Sspore 2226, sejenis platik yang memilki lubang – lubang . Plastik ini sangat penting penngunaanya bila dibandingkan dengan plastic yang lama yang harus dibuat lubang dahulu. Jenis plastic tersebut dapat menggeser pengguanaan daun pisang dan kulit ketupat dalam proses pembuatan ketupat dan sejenisnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengalengan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun, karena dalam pengalengan makanan digunakan sterilisasi komersial (bukan sterilisasi mutlak), mungkin saja masih terdapat spora atau mikroba lain (terutama yang bersifat tahan terhadap panas) yang dapat merusak isi apabila kondisinya memungkinkan. Itulah sebabnya makanan dalam kaleng harus disimpan pada kondisi yang sesuai, segera setelah proses pengalengan selesai.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengalengan didefinisikan sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah, yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen (penyebab penyakit) dan pembusuk. Pengalengan secara hermetis memungkinkan makanan dapat terhindar dan kebusukan, perubahan kadar air, kerusakan akibat oksidasi, atau perubahan cita rasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Penggunaan bahan kimia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahan pengawet dari bahan kimia berfungsi membantu mempertahankan bahan makanan dari serangan makroba pembusuk dan memberikan tambahan rasa sedap, manis, dan pewarna. Contoh beberapa jenis zat kimia : cuka, asam asetat, fungisida, antioksidan, &lt;em&gt;in-package desiccant, ethylene absorbent, wax emulsion dan growth regulatory&lt;/em&gt; untuk melindungi buah dan sayuran dari ancaman kerusakan pasca panen untuk memperpanjangkesegaran masam pemasaran. Nitogen cair sering digunakan untuk pembekuan secara tepat buah dan sayur sehinnga dipertahankan kesegaran dan rasanya yang nyaman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu jenis regenerasi baru &lt;em&gt;growth substance&lt;/em&gt; sintesis yang disebut &lt;em&gt;morfaktin &lt;/em&gt;telah ditemuakan dan diaplikasikan untuk mencengah kehilangan berat secara fisiologis pada pasca panen, kerusakan karena kapang, pemecahan klorofil serta hilangnya kerennyahan buah. Scott dkk (1982) melaporkan bahwa terjadinya &lt;em&gt;browning, &lt;/em&gt;kehilangan berat dan pembusukan buah leci dapat dikurangi bila buah – buahan tersebut direndam dalam larutan binomial hangat (0,05%, 52&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C ) selama 2 menit dan segera di ikuti dengan pemanasan PVC (polivinil klorida ) dengan ketebalan 0,001 mm.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemanasan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;penggunaan panas dan waktu dalam proses pemanasan bahan pangan sangat berpengaruh pada bahan pangan. Beberapa jenis bahan pangan seperti halnya susu dan kapri serta daging, sangat peka terhadap susu tinggi karena dapat merusak warna maupun rasanya. Sebaliknya, komoditi lain misalnya jagung dan kedelai dapat menerima panas yang hebat karena tanpa banyak mengalami perubahan. Pada umumnya semakin tinggi jumlah panas yang di berikan semakin banyak mikroba yang mati. Pada proses pengalengan, pemanasan di tujukan untuk membunuh seluruh mikroba yang mungkin dapat menyebabkan pembusukan makanan dalam kaleng tersebut, selama penanganan dan penyimpanan. Pada proses pasteurisasi, pemanasan di tujukan untuk memusnahkan sebagian besar mikroba pembusuk, sedangkan sebagian besar mikroba yang tertinggal dan masih hidup terus di hambat pertumbuhanya dengan penyimpanan pada suhu rendah atau dengan cara lain misalnya dengan bahan pengawet. Proses pengawetan dapat di kelompokan menjadi 3 yaitu: pasteurisasi, pemanasan pada 100&lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;C dan pemanasan di atas 100&lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;C.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;g.Teknik fermentasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;.fermentasi bukan hanya berfungsi sebagai pengawet sumber makanan, tetapi juga berkhasiat bagi kesehatan. Salah satumya fermentasi dengan menggunakan bakteri laktat pada bahan pangan akan menyebabkan nilai pH pangan turun di bawah 5.0 sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri fekal yaitu sejenis bakteri yang jika dikonsumsi akan menyebabkanakan muntah-muntah, diare, atau muntaber.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bakteri laktat (lactobacillus) merupakan kelompok mikroba dengan habitat dan lingkungan hidup sangat luas, baik di perairan (air tawar ataupun laut), tanah, lumpur, maupun batuan. tercatat delapan jenis bakteri laktat, antara lain Lacobacillus acidophilus, L fermentum, L brevis,dll&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asam laktat yang dihasilkan bakteri dengan nilai pH (keasaman) 3,4-4 cukup untuk menghambat sejumlah bakteri perusak dan pembusuk bahan makanan dan minuman. Namun, selama proses fermentasi sejumlah vitamin juga di hasilnhkan khususnya B-12. Bakteri laktat juga menghasilkan lactobacillin (laktobasilin), yaitu sejenis antibiotika serta senyawa lain yang berkemampuan menontaktifkan reaksi kimia yang dihasilkan oleh bakteri fekal di dalam tubuh manusia dan bahkan mematikannya , Senyawa lain dari bakteri laktat adalah NI (not yet identified atau belum diketahui). NI bekerja menghambat enzim 3-hidroksi 3-metil glutaril reduktase yang akan mengubah NADH menjadi asam nevalonat dan NAD. Dengan demikian, rangkaian senyawa lain yang akan membentuk kolesterol dan kanker akan terhambat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di beberapa kawasan Indonesia, tanpa disadari makanan hasil fermentasi laktat telah lama menjadi bagian di dalam menu makanan sehari-hari. Yang paling terkenal tentu saja adalah asinan sayuran dan buah-buahan. Bahkan selama pembuatan kecap, tauco, serta terasi, bakteri laktat banyak dilibatkan. Bekasam atau bekacem dari Sumatera bagian Selatan, yaitu ikan awetan dengan cara fermentasi bakteri laktat, bukan saja merupakan makanan tradisional yang digemari, tetapi juga menjadi contoh pengawetan secara biologis yang luas penggunaannya. (F:\Suara Merdeka Edisi Cetak.mht)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;h.Teknik Iradiasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iradiasi adalah  proses aplikasi radiasi energi pada suatu sasaran, seperti pangan.  Menurut Maha (1985), iradiasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk pemakaian energi radiasi secara sengaja dan terarah.  Sedangkan menurut Winarno &lt;em&gt;et al. &lt;/em&gt;(1980), iradiasi adalah teknik penggunaan energi untuk penyinaran bahan dengan menggunakan sumber iradiasi buatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jenis iradiasi pangan yang dapat digunakan untuk pengawetan bahan pangan adalah radiasi elektromagnetik yaitu radiasi yang menghasilkan foton berenergi tinggi sehingga sanggup menyebabkan terjadinya ionisasi dan eksitasi pada materi yang dilaluinya.  Jenis iradiasi ini dinamakan radiasi pengion, contoh radiasi pengion adalah radiasi partikel ,dan gelombang elektromagnetik   Contoh radiasi pengion yang disebut terakhir ini paling banyak digunakan (Sofyan, 1984; Winarno &lt;em&gt;et al., &lt;/em&gt;1980).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua jenis radiasi pengion yang umum digunakan untuk pengawetan makanan adalah : sinar gamma yang dipancarkan oleh radio nuklida &lt;sup&gt;60&lt;/sup&gt;Co (kobalt-60) dan &lt;sup&gt;137&lt;/sup&gt;Cs (caesium-37) dan berkas elektron yang terdiri dari partikel-pertikel bermuatan listrik.  Kedua jenis radiasi pengion ini memiliki pengaruh yang sama terhadap makanan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Hermana (1991), dosis radiasi adalah jumlah energi radiasi yang diserap ke dalam bahan pangan dan merupakan faktor kritis pada iradiasi pangan.  Seringkali untuk tiap jenis pangan diperlukan dosis khusus untuk memperoleh hasil yang diinginkan.  Kalau jumlah radiasi yang digunakan kurang dari dosis yang diperlukan, efek yang diinginkan tidak akan tercapai.  Sebaliknya jika dosis berlebihan, pangan mungkin akan rusak sehingga tidak dapat diterima konsumen&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keamanan pangan iradiasi merupakan faktor terpenting yang harus diselidiki sebelum menganjurkan penggunaan proses iradiasi secara luas.  Hal yang membahayakan bagi konsumen bila molekul tertentu terdapat dalam jumlah banyak pada bahan pangan, berubah menjadi senyawa yang toksik, mutagenik, ataupun karsinogenik sebagai akibat dari proses iradiasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tabel 5.  Penerapan dosis dalam berbagai penerapan iradiasi pangan&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" width="544" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="206"&gt; &lt;col width="109"&gt; &lt;col width="185"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="206"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="109"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dosis (kGy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="185"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Produk&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="206"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dosis rendah (s/d 1 KGy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pencegahan pertunasan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pembasmian serangga dan     parasit&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perlambatan proses     fisiologis&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="109"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;0,05 – 0,15&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;0,15 – 0,50&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;0,50 – 1,00&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="185"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kentang, bawang putih,     bawang bombay, jahe,&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Serealia, kacang-kacangan,     buah segar dan kering, ikan, daging kering&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Buah dan sayur segar&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="206"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dosis sedang (1- 10 kGy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perpanjangan masa simpan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pembasmian mikroorganisme perusak dan patogen&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perbaikan sifat teknologi pangan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="109"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;1,00 – 3,00&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;1,00 – 7,00&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;2,00 – 7,00&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="185"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ikan, arbei segar&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hasil laut segar dan beku, daging unggas segar/beku&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anggur(meningkatkan sari), sayuran kering (mengurangi waktu     pemasakan)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="206"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dosis tinggi&lt;/strong&gt;&lt;sup&gt;&lt;strong&gt;1 &lt;/strong&gt;&lt;/sup&gt;&lt;strong&gt;(10 – 50 kGy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pensterilan industri&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pensterilan bahan tambahan makanan tertentu dan komponennya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="109"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;10 – 50&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="185"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Daging, daging unggas, hasil laut, makanan siap hidang, makanan     steril&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; Hanya digunakan untuk tujuan khusus.  Komisi Codex Alimentarius Gabungan FAO/WHO belum menyetujui penggunaan dosis ini&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian mengenai efek kimia iradiasi pada berbagai macam bahan pangan hasil iradiasi (1 – 5 kGy) belum pernah ditemukan adanya senyawa yang toksik.  Pengawetan makanan dengan menggunakan iradiasi sudah terjamin keamanannya jika tidak melebihi dosis yang sudah ditetapkan, sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh FAO-WHO-IAEA pada bulan november 1980.  Rekomendasi tersebut menyatakan bahwa semua bahan yang diiradiasi tidak melebihi dosis 10 kGy aman untuk dikonsumsi manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk memastikan terdapatnya tingkat keamanan yang diperlukan, pemerintah perlu mengundangkan peraturan, baik mengenai pangan yang diiradiasi maupun sarana iradiasi.  Peraturan tentang iradiasi pangan yang sampai sekarang digunakan antara lain adalah Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 826 Tahun 1987 dan No. 152 Tahun 1995.  Peraturan tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan acuan dalam penyusunan Undang-undang Pangan No. 7 Tahun 1996.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kesehatan/news/0303/20/232600.htm"&gt;http://www.kompas.com/kesehatan/news/0303/20/232600.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Permasalahan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;gizi   dalam pengolahan dan pengawetan makanan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada pengolahan bahan pangan zat gizi yang terkandung dalam bahan pangan dapat mengalami kerusakan bila di olah, karena zat itu peka terhadap PH pelarut, oksigen, cahaya dan panas atau kombinasinya. Unsu-unsur minor terutama tembaga, besi, dan enzim dapat mengkatalisis pengaruh tersebut. Bahan makanan mempunyai peranan yang penting sebagai pembawa atau media zat gizi yang di dalamya banyak mengandung zat-zat yang di butuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan lain-lain. Di dalam masyarakat ada beberapa macam cara pengolahan dan pengawetan makanan yang di lakukan kesemuanya untuk meningkatkan mutu makanan yang di maksut dengan tudak mengurangi nilai gizi yang di kandungnya. Pada dasarnya bahan makanan diolah dengan tiga macam alasan:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menyiapkan bahan makanan untuk dihidangkan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Membuat produk yang di kehendaki termasuk di dalamya nutrifikasi  bahan makanan, (contoh: roti)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mengawetkan, mengemas dan menyimpan (contoh: pengalengan)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengolahan makanan di lakukan dengan maksut mengawetkan, lebih intensif dari pada memasak biasa kecuali bahan makanan harus di masak, juga misalnya pada canning, makanan itu harus di sterilkan dari jasad renik pembusuk. Untuk beberapa jenis makanan, waktu yang di perlukan untuk proses itu cukup lama, sehingga dapat di pahami mengapa kadar zat makanan dapat menurun, akan tetapi dengan penambahan zat makanan (nutrien) dalam bentuk murni sebagai pengganti yang hilang maka hal seperti di atas dapat di atasi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Pengolahan bahan makanan untuk menyiapkan bahan makanan siap hidang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan makanan yang di olah sebelum di masak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahan makanan segar dapat langsung di masak dan kemudian di hidangkan, akan tetapi ada pula bahan makanan yang harus melalui beberapa cara pengolahan tertentu sebelum dapat di masak, misalnya beras. Untuk memperoleh beras dari padi, padi itu harus di giling atau di tumbuk terlebih dahulu. Setelah di giling, beras ini memiliki beberapa proses pengolahan lainya seperti di simpan, di angkut, di cuci dan sebagainya. Pada proses pengilingan yang di lakukan dengan cara yang kurang hati-hati dapat terjadi hasil dengan kualitas rendah, karena butir beras menjadi kecil (beras menir) sehingga terbuang pada proses pemisahan dengan butir yang tidak pecah. Cara menggiling yang terlalu intensif, sehingga menghasilkan beras yang putih bersih (&lt;em&gt;polished rice&lt;/em&gt;) sangat merugikan karena bagian-bagian yang mengandung zat makanan dalam konsentrasi tinggi (lembaga dan kulit ari) turut terbuang. Sebaliknya beras seperti itu tahan lama, sehingga masih di gemari pula.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Presentase beras pecah waktu penggilingan cukup tinggi berkisar antara 8%, ke atas. Hanyalah pecahan butur-butir kecil, yang ikut terbuang bersama dedak, atau di pisahkan dengan saringan dari beras yang di jual kepada para kelas pekerja. Sebagian besar dari butir-butir yang pecah di saring dari derajat kualitas beras yang di jual para pedagang sebagai beras kualitas tinggi. Bila pembuangan dengan di pertahankan di bawah 8%, hanya butir-butir pecahan kecil saja yang di buang, maka hasil dari asal seharusnya 65% berupa beras giling ringan yang mengandung thiamin 2 ug per gram. Berbeda halnya dengan beras yang di peroleh melalui proses penggilingan, pada proses beras yang hanya di peroleh dari hasil penumbukan hasilnya beras tumbuk tersebut tidak tahan lama, tetapi dengan cara menumbuk berbagai zat makanan yang terdapat dalam lembaga dan kulit ari sebagian besar dapat di pertahankan, sebagai jalan tengah beras dapat di giling dengan cara setengah giling (&lt;em&gt;half milled rice&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan makanan pada waktu di masak&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di sini hanya akan di bahas secara umum, dengan mengambil beberapa contoh, mengingat banyak jenis bahan makanan, dan juga banyak cara di lakukan untuk memasak makanan itu. Sebagai contoh akan kita ambil pengaruh memasak terhadap beras, sayuran, dan daging, tiga golongan bahan makanan yang paling penting dan dikenal di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Memasak nasi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk memudahkan pengangkutan dan penyimpanan maka beras di masukan dalam karung. Karung ini tidak selalu bersih, banyak di pakai sekali-sekali. Kemudian penjual eceran menjualnya di toko atau di pasar dalam keadaan terbuka tanpa mengindahkan kemungkinan pengotoran oleh debu dan lain-lain. Justru karena itulah beras sering kali kotor mangandung debu, batu-batu kecil dan mungkin masih mengandung gabah serta di hinggapi serangga.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Memasak sayuran&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di beberapa daerah di Indonesia sayuran di makan dalam keadaan mentah sebagai lalap. Kebiasaan makan seperti ini baik sekali, karena memberikan pada menu sehari-hari sejumlah besar vitamin dan mineral. Tetapi ada biji-bijian yang sebaiknya tidak di makan mentah karena mengandung zat yang merugikan badan. Sayuran yang sudah di masak berkurang kadar zat makananya, karena pengaruh berbagai faktor selama memasak. Jumlah vitamin dan mineral yang dipertahankan tergantung pada sifat yang di miliki oleh zat-zat makanan itu sendiri serta cara memasakyang di lakukan. Sebagian besar vitamin yang sudah rusak ialah yang tergolong vitamin yang mudah rusak oleh panas, yang larut dalam air dan yang mudah di oksidasikan sehingga berubah sifat. Dalam golongan ini yang paling banyak menderita kerusakan ialah vitamin C. jumlah mineral yang dapat berkurang karena larut dalam air pemasak terutama karena terdapat asam-asam organik yang mempermudah pelarutan mineral itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan singkat, faktor-faktor yang dapat merendahkan kadar nutrien di dalam sayuran yang di masak ialah :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bila jumlah air perebus yang di pakai terlalu banyak&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bila air perebus ini kemudian bila di buang setelah di pakai, dan  tidak terus di pergunakan sebagai bagian dari masakan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bila sayuran akan di rebus itu di potong-potong dalam ukuran yang  kecil-kecil, dan di biarkan lama sebelum di masak&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bila air perebus tidak di biarkan mendidih dahulu sebelum sayuran di  masukan ke dalamnya&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bila pada waktu merebus, panci di biarkan terbuka&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bila di pergunakan panci atau lainya yang terbuat dari logam yang dapat mengkatalisa proses oksidasi terhadap vitamin, misalnya alat-alat yang terbuat dari besi, tembaga dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sangat menarik hal sayuran yang dimasak dalam sedikit lemak (di tumis misalnya), karena lemak ini dapat meninggikan suhu memasak, sehingga suhu yang diperlukan untuk memasak menjadi lebih pendek. Berbagai vitaminyang mudah rusak oleh suhu memasak, biasanya tidak larut dalam lemak dan lemak mungkin dapat melindungi berbagai vitamin yang mudah di oksidasikan oleh zat asam.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Memasak daging&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Daging dapat di masak dengan mengoreng, merebus atau dengan di panggang. Pada umumnya memasak daging tidak akan menurunkan penurunan nilai gizi, bahkan dengan memasaknya, daya cerna &lt;em&gt;(digestibility) &lt;/em&gt;daging jauh lebih baik di bandingkan dengan yang mentah. Ini di sebabakan oleh berbagai proses yang di akibatkan oleh suhu terhadap protein (&lt;em&gt;denaturation and coagulation).&lt;/em&gt; Suhu memasak dapat menyebabkan terbentuknya zat-zat dengan aroma yang menarik selera, misalnya bau yang di timbulkan oleh kaldu &lt;em&gt;(boullion&lt;/em&gt;), daging panggang dan sebagainya. Mungkin dengan mamanggang daging dapat terjadi penurunan kadar zat-zat makanan karena waktu lemak mencair, mungkin terbawa zat-zat makanan yang larut terbakar di dalam arang dan terjadi ikatan-ikatan organic yang merugikan tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengolahan bahan makana untuk dijual ke pasar.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Indonesia dikenal banyak sekali makanan ynga telah di olah dengan berbagai cara dengan tujuan memberikan variasi dalam menu sehari – hari. Beberapa dari makanan seperti itu memilki nilai gizi yasng tinggi. Untuk menaqrik perhatian pembeli sering makanan atau minuman yang dijual di beri warna. Produsen makanan rakyat sering menggunakan zat warna yang tidak dipruntukan makanan, karena harganya lebih murah. Yang sering dipergunakan dalah zat warna tekstil.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tempe&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tempe terbuat dari kacang kedelai yang memilki kadar protein tnggi. Seperti diketahui sumber – sumber protein nabati dengan kadar protein yang tinggi, belum tentu tinggi pula nilai hayatinya. Ini disebabkan oleh lapisan selulosa di dalam jaringan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan yang sukar dicerna. Disamping itu pada berbagai kacang terdapat berbagai jenis enzim yang mempunyai fungsi bertentangan dengan enzim – enzim percernaan di dalam tubuh kita (&lt;em&gt;trypsine inhibitor&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada pembuatan tempe, jamur yang menumbuhi dapat mencerna sebagian besr selulosa menjadi bentuk yang lebih muda untuk dicerna oleh tubuh manusia. Juga pada proses pembuatan tempe, &lt;em&gt;trypsine inhibitor&lt;/em&gt; tadi menjadi tidak aktif lagi, sehingga nilai biologi tempe menjadi lebih baik jika dibandikan dengan kacang kedelai biasa.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tape singkong&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada pembuatan tape singkong pada dasarnya ialah proses fermentasi. Hal yang menarik di sini bahwa hidrosianida (HCN) yang mulanya mungkin terdapat dalam sinkong itu akan hilang atau a kan tersisa sedikit sekali setelah diubah menjadi tape. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa keracunan singkong telah membawa banyak korban pada orang – orang yang tidak mengetahui terdapatnya racun ini pada jenis singkong yang tertentu.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Makanan ini terbuat dari kacang kedelai dan merupakan makanan yang relative mahal karena tersusun dari dispersed protein yang berasal dari kacang kedelai itu. Pada proses pembuatannya protein kedelai telah di masak dalam waktu yang cukup lama serta di saring, sehingga hasilnya akan mempunyai daya cerna (&lt;em&gt;digestibility)&lt;/em&gt; yang tinggi.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pindang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Makanan ini di buat dengan cara fermentasi juga. Pada pindang yang baik kualitasnya, tulang-tulang ikan pun dapat menjadi sedemikian empuk, sehingga dapat di makan.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kecap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kecap di buat dari kacang kedelai yang proteinya sebagian besar telah di hidrolisa (oleh jamur) mendapat campuran asam amino yang mudah di serap.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada 6 dasar prinsip pengolahan bahan makanan untuk pengawetan. Keenam prinsip ini adalah:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengurangan air – pengeringan, dehidrasi, dan pengentalan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perlakuan panas – &lt;em&gt;blanching&lt;/em&gt;, pasteurisasi, dan sterilisasi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perlakuan suhu rendah – pendinginan dan pembekuan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengendalian makanan – fermentasi dan aditif asam&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berbagai macam zat kimia aditif&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Iradiasi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Prinsip pengawetan bahan makanan didasarkan atas bagaimana caranya memanipulasikan faktor – faktor linkungan bahan makanan yang dimaksud. Sebagai contoh mikroba membutuhkan suhu optic untuk pertumbuhannya. Suhu yang lebih tinggi merusak pertumbuhan sedangkan suhu yanag lebih rendah sanagat menghambat metabolisme.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Metabolisme mikroba memerlukan banyak air vbebes penghilangan air secara biologis aktif dengan perlakuan pengeringan atau dehidrasi menghentikan pertumbuhan mokroba. Perlakuan ini juga menurunkan akti fitas enzim dan reaksi – reaksi kimia. Proses ketengikan lipid akan menurun apabila air sruktural yang melindungi dibiarkan tetap seperti semula. Pengaruh penuapan air terhadap perubahan zat gizi dalam prose p[engeringan relative kecil kalau suhu pengeringannya sedang dan bahan makanan dikemas cukup baik. Pengeringan beku yaitu pengringan sublimasi dalam ruangan vakum pada suhu rendah mnemberikan keuntungan lebih daripada pengeringan suhu tinggi ditinjau dari sudut pengawetan gizi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengaruh utama perlakuan panas adalah denaturasi protein seperti innaktif mikroba dan enzim – enzim yang lain. Pasteurisasi membebaskan bahan makan terhadap pathogen dan sebagian besar sel vegetatif mikroba sedangkan sterilisasi dapat didefinisikan sebagai proses memnetikan bsemua mikroba yang hidup. Sterilisasi dengan panas merupakn proses pengawetan makanan yang paling efektif namun mempunyai pengaruh yang merugikan terhadap zat gizi yang labil, terutuma vitamin – vitamin dan menurunnya nilai gizi protein terutama pada reaksi mallard.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengawetan suhu rendah terutama pengawetan dengan suhu beku ditinjau dari banyak segi merupakan cara pengawtan bahan makanan yang aling tidak merugikan. Suhu rendah menghamabat pertumbuhana dan memperlambat laju reaksi kimia dan enzim. Aktifitas enzim dalam danging dapat dikatakan berhenti dalam penyimpanan suhu beku sedangkan untuk penyimpanan bahan makanan sala sebelum pembekuana perlu dikukus terlebih dashulu untuk mencegah perubahan kwalitas yang tidak didinginkan. Susut kandungan vitamin minimal bila dibandingkan dengan cara pengawetan lain. Penyebab utama kerusakan kualitas secara keseluruhan terjadi terutama karena kondisi yang kurang menguntungkan pada proses pembekuan,pengeringan dan pelelehan kristal es (&lt;em&gt;thawing&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kerusakan bahan makanan yang derajat keasamannya rendah secara relative berjalan cepat. Pertumbuhan organisme penyebab kerusakan bahan makanan sangata terhambat dalam lingkungan yang keasamannaya tinggi. Salah satu cara pengawetan bahan makanan adalah menurunkan Ph bahan makanan tersebut dengan cara fermentasi anaerob senyawa karbohidrat menjadi asam laktat. Keasaman beberapa beberapa bahan makanan dapat dinaikkan dengan penambahan asam seperti cuka atau sama sitrat oleh prose fermentasi kecil. Dalam kandungan zat gizi makanan dapat ditingkatkan terutama melalui sinesis vitamin dan protein oleh mikroba.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Zat aditif berupa zat kimia mempunyai daya pengawet terhadap bahan makanan karena menyediakan lingkungan yang menghambat pertumbuhan mikroba reaksi kimia enzimatis dan kimia. Pengolahan demikian termasuk pola penggunaan agensia kiuring dan pengasapan produk daging, pengawetan kadar gula tinggi untuk sayuran dan buah-buahan serta perlakuan dengan berbagai macam zat kimia aditif. Pengaruh cara initerhadap zat gizi bervariasi namun pada umumnya kecil.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Upaya mengatasi permasalahan gizi dalam   pe&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ngolahan dan pengawetan makanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengolahan dan pengawetan makanan untuk mencegah hilangnya atau berkurangnya kandungan gizi dan berubahnya tekstur, rasa, warna, dan bau di lakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengunakan teknik pengolahan dan pengawetan yang berorientasi  gizi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Memasak nasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kehilangan thiamin pada nasi dapat di lakukan dengan cara yaitu sebelum di masak hendaknya pencucian yang di lakukan jangan di ulang-ulang cukup 2 kali saja dan cara masaknya dengan meliwet.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Memasak sayuran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebelum di masak sayuran jangan di potong kecil-kecil sebab ruas permukaan yang meningkat akan menyebabkan nilai gizi yang hilang juga banyak.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gunakan air secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Biarkan air yang akan di gunakan untuk merebus mendidih terlebih  dahulu sebelum sayuran di masukan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Panci yang di gunakan untuk memasak harus di tutup.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jangan mengunakan panci atau alat lainya yang terbuat dari logam  yang dapat mengkatalisa proses oksidasi terhadap vitamin.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gunakan air rebusan sebagai kuah.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengawetan sayuran dengan cara pendinginan harus memperhatikan suhu optimum sayuran yang di maksud agar tidak terjadi pembusukan karena aktifitas mikroorganisme dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Contoh: Kol pada suhu 0&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; C, buncis 7,5-10&lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;C, tepung 7-10&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C, Wortel 0,1,5&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; C.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ikan atau daging&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pink spoilage dapat di cegah dengan mengunakan larutan sodium hypochlorite atau bahan lain yang serupa, dengan dosis tidak lebih dari 500 ppm.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Case hardening &lt;/em&gt;dapat   di cegah dengan cara membuat suhu pengeringan tidak terlalu tinggi,   atau proses pengeringan awal tidak terlalu cepat.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;freezer&lt;/em&gt; &lt;em&gt;burn &lt;/em&gt;dapat di cegah dengan cara membungkus   daging yang di maksud.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Buah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada pendinginan buah maka untuk mencegah kehilangan air atau memberi kilap maka kulit buah di lapisi dengan malam atau parafin.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Susu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada susu pasteurisasi yang di lakukan mengunakan suhu &lt;600&gt; 0&lt;/sup&gt; C selama 16-20 detik.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Suplementasi bahan gizi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya kehilangan bahan gizi seperti lemak asam amino, vitamin, dan mineral pada proses pengolahan sudah bisa di tekan seminimal mungkin jika menggunakan teknik pengolahan yang berorientasi gizi. Kebutuhan tubuh akan bahan gizi yang tidak dapat di penuhi dari bahan yang kita konsumsi dapat di tambah dengan mengkonsumsi bahan lain yang mengandung zat yang kita butuhkan. Salah satu cara yaitu dengan mengonsumsi makanan yang masih segar, sayuran dan lain-lain. Dengan mengkonsumsi buah-buahan segar dan sayuran secara langsung maka kebutuha zat gizi yang kita butuhkan dapat teratasi karena dala buah-buahan dan sayuran segar tersebut sudah terdapat zat gizi seperti lemak, protein, vitamin, dan mineral.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bahan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;tambahan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; makanan (bahan Aditif) dan kesehatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahan tambahan makanan (BTM) didefinisikan sebagai bahan yang tidak lazin dikonsumsi sebagai makanan, dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, dapat bernilai gizi ataupun tidak, ditambahkan ke dalam makanan dengan sengaja untuk membantu teknik pengolahan makanan baik dalam proses pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan produk makanan olahan, agar menghasilkan suatu makanan yang lebih baik atau secara nyata mempengaruhi sifat khas makanan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang praktis dan awet menunjang berkembangnya penggunaan BTM yang secara bermakna berperan besar dalam rantai produksi dan pengolahan sejak abad ke-19. Seiring dengan banyaknya laporan kasus keracunan makanan, Timbul berbagai diskusi dan keprihatinan yang mendalam mengenai keamanan penggunaan BTM, termasuk bagaimana langkah-langkah pengendalian yang tepat diperlukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jenis BTM sangat beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan penggunaannya, yaitu sebagai antioksidan, mencegah penggumpalan, mengatur keasamam makanan, pemanis buatan, pemutih dan pematang tepung, pengemulsi, pengental, pengawet, pewarna, pengeras, penyedap rasa, penguat rasa, sekuestran, enzim dan penambah gizi, serta fungsi lainnya seperti pelembab, antibusa, pelarut, karbonasi, penyalut, dan pengisi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;WHO mensyaratkan zat tambahan itu seharusnya memenuhi kriteria sebagai berikut : (1). Aman digunakan, (2). Jumlahnya sekedar memnuhi kriteri pengaruh yang diharapkan, (3). Sangkil secara teknologi, (4). Tidak boleh digunakan utnuk menipu pemakai dan jumlah yang dipakai haruslah minimal. Bahan baku BTM dari bahan sintetik mempunyai kelebihan yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Namun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogenik, baik pada hewan maupun manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agar dapat dengan baik melindungi konsumen dari berbagai masalah keamanan pangan dan industri pangan di Indonesia, berbagai peraturan dikeluarkan oleh instansi terkait. Selain Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang bernaung di bawah Departemen Kesehatan, pengawasan dan pengendalian juga dilakukan oleh Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan, dan Departemen Perindustrian.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu jenis BTM menjadi berbahaya bagi kesehatan tidak hanya karena secara obyektif memang merusak kesehatan/tubuh dan karenanya telah dilarang oleh peraturan, juga karena penggunaan BTM yang tidak dilarang tetapi dengan ukuran yang berlebihan dan sering dikonsumsi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jenis BTM yang boleh digunakan sepanjang masih sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Sedangkan bahan tambahan yang dilarang digunakan pada makanan berdasarkan Peraturan Menkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988 dan perubahannya No.&lt;br /&gt;1168/Menkes/Per/X/1999 adalah Asam Borat (Boric Acid) dan senyawanya, Asam Salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its salt), Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate DEPC), Dulsin (Dulcin), Kalsium Klorat (Potassium Chlorate), Kloramfenikol (Chloramfenikol), Minyak Nabati yang dibrominasi (Brominate vegetable oils), Nitrofurazon (Nitrofurazone), Formalin (Formaldehyde), dan Kalium Bromat (Potassium Bromate).( F:\Republika Online – http–www_republika_co_id.mht) &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pewarna buatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam proses pengolahan bahan pangan kadang kala terdapat kecenderungan penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk sembarang bahan pangan, misalnya zat pewarna untuk tekstil dan kulit di pakai untuk mewarnai bahan makanan. Karena adanya residu logam berat pada zat pewarna tersebut Zat pewarna yang berbahaya dan dilarang digunakan sebagai BTM, obat-obatan dan kosmetika telah diatur menurut ketentuan Peraturan Menkes RI Permenkes RI No. 239/Men.Kes/Per/V/85, yaitu;&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" width="537" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="251"&gt; &lt;col width="256"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nama&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="256"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Batas maksimum penggunaan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Merah (45430)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="256"&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,1 g/kg (Es krim), 0,2-0,3 g/kg (jem, jeli, saus, buah kalengan)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hijau (42053)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="256"&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,1 g/kg (es krim), 0,2 g/kg (jeli, buah alengan), 0,3g/kg (acar)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kuning (15985)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="256"&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,1 g/kg (es krim0, 0,2 g/kg (jeli, buah kalengan), 0,3 g/kg    (acar)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Coklat (20285)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="256"&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,07 g/kg (minuman ringan), 0,3 g/kg (makanan lainnya)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Biru (42090)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="256"&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,1 g/kg (Es krim), 0,2 g/kg (jeli buahkalengan), 0,3g/kg (acar)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Serta ada beberapa pewarna lainnya seperti:Auramine, Alkanet, Butter Yellow, Black 7984, Burn Umber, Chrysoidine, Chrysoine S, Citrus Red No. 2, Chocolate Brown FB, Fast Red E, Fast Yellow AB, Guinea Green B, Indanthrene Blue RS, Magenta, Metanil Yellow, Oil Orange SS, Oil Orange XO, Oil Yellow AB, Oil Yellow OB, Orange G, Orange GGN, Orange RN, Orchil and Orcein, Poncheau 3R, Poncheau SX, Poncheau 6R, Rhodamine B,SudanI, Scarlet GN, dan Violet 6 B.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;ol type="i"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengawet buatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahan tambahan Pangan Pengawet boleh digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi pangan yang mudah rusak. Pencantuman label pada produk pangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.69 tahun 1999 tentang &lt;em&gt;Label dan Iklan Pangan&lt;/em&gt;. Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Label  :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nama produk&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berat bersih atau isi    bersih&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nama dan alamat pabrik yang memproduksi atau memasukkan pangan ke    wilayah Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengawet yang diijinkan digunakan untuk pangan tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 722/Menkes/Per/IX/88 Tentang Bahan Tambahan Makanan, mencakup:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;table style="text-align: justify;" width="537" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="252"&gt; &lt;col width="255"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="255"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Batas maksimum&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam Benzoat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="255"&gt; &lt;p align="justify"&gt;600/kg (kecap, minumanringan) 1 g/kg (acar, margarin, sari nanas,    saus, makanan lainnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalium Bisulfit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="255"&gt;50mg/kg(kentang    goreng), 100mg/kg(udang beku), 500    mg/kg(sari nanas)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalium Nitrit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="255"&gt; &lt;p align="justify"&gt;50 mg/kg (keju), 500mg/kg (daging)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bahan    pengawet lainnya&lt;/strong&gt;: Asam Propionat, Asam Sorbat, Belerang Oksida, Etil p-Hidroksida Benzoat, Kalium Benzoat, Kalium Meta Bisulfit ,Kalium Nitrat, Kalium Sorbat Kalium, sulfit Kalsium benzoat, Kalsium Propionat, Kalsium Sorbat, Natrium Benzoat, Metil-p-hidroksi Benzoat, Natrium Bisulfit Natrium Metabisulfit, Natrium Nitrat, Natrium Nitrit Natrium, Propionat Natrium, Sulfit Nisin Propil-p-hidroksi, Benzoat um Sulfit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="255"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sehubungan dengan teka-teki yang muncul menyangkut keamanan penggunaan bahan pengawet dalam produk pangan, maka berikut disajikan kajian keamanan beberapa pengawet yang banyak digunakan oleh industri pangan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tabel Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap kesehatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" width="531" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="109"&gt; &lt;col width="176"&gt; &lt;col width="244"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="109" height="28"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bahan    Pengawet&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Produk    Pangan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh    terhadap Kesehatan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="63"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ca-benzoat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sari buah, minuman ringan,    minuman    anggur manis,&lt;br /&gt;ikan asin&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dapat menyebabkan reaksi    merugikan    pada asmatis dan yang    peka terhadap aspirin&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="77"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sulfur    dioksida&lt;br /&gt;(SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sari    buah, &lt;em&gt;cider&lt;/em&gt;,    buah    kering,    kacang kering,       sirup, acar&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dapat menyebabkan pelukaan    lambung,    mempercepat serangan    asma, mutasi genetik,    kanker dan&lt;br /&gt;alergi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="91"&gt; &lt;p align="justify"&gt;K-nitrit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Daging kornet, daging    kering,    daging asin, pikel    daging&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nitrit dapat mempengaruhi    kemampuan sel darah untuk    membawa oksigen, menyebabkan    kesulitan bernafas dan sakit    kepala, anemia, radang ginjal,&lt;br /&gt;muntah&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="30"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ca-    / Na-propionat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Produk    roti dan tepung&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Migrain,    kelelahan, kesulitan tidur&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="25"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Na-metasulfat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Produk    roti dan tepung&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Alergi    kulit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="25"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam    sorbat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Produk jeruk, keju, pikel dan    salad&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pelukaan    kulit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="60"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Natamysin&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Produk    daging dan keju&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dapat menyebabkan mual, muntah,    tidak    nafsu makan, diare dan    pelukaan kulit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="33"&gt; &lt;p align="justify"&gt;K-asetat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Makanan    asam&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Merusak    fungsi ginjal&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="25"&gt; &lt;p align="justify"&gt;BHA&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Daging    babi segar dan    sosisnya, minyak sayur,       &lt;em&gt;shortening&lt;/em&gt;, kripik kentang,       pizza beku, instant teas&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menyebabkan    penyakit hati dan    kanker.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="25"&gt; &lt;p align="justify"&gt;formalin&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tahu, Mie Basah&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kanker    paru-paru, Gangguan pada jantung,Gangguan pada alat pencernaan,    Gangguan pada ginjal, dll.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="109" height="24"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Boraks atau Pijer&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Baso, mie&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gangguan pada kulit, Gangguan pada otak, Gangguan pada hati, dll&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mencermati kemungkinan gangguan kesehatan seperti yang tercantum dalam Tabel 1, maka FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada  konsumen sebagai akibat   mengkonsumsi  produk pangan yang bersangkutan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika  tertelan oleh manusia atau binatang.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Problematika yang sering terjadi dalam penggunaan bahan pengawet&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penggunaan Tidak sesuai  dalam ketentuan Depkes&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kadar akumulatif tidak pernah dikonfirmasikan  dengan &lt;em&gt;DAILY INTAKE&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penggunaan bahan ilegal (Borak dan formalin)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian perlu diperhatikan hal-hal penting dalam menggunakan bahan tambahan pangan pengawet adalah :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk   dalam pangan serta telah terdaftar di   Badan POM  RI.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara    cerdas produk pangan yang   menggunakan bahan pengawet. Contoh BTP Pengawet lengkap dengan penandaan dan takaran penggunaannya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemanis buatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemanis yang termasuk BTM adalah pemanis pengganti gula (sukrosa).Pemanis, baik yang alami maupun yang sintetis, merupakan senyawa yang memberikan persepsi rasa manis tetapi tidak (atau hanya sedikit) mempunyai nilaigizi &lt;em&gt;(non-nutritive sweeteners).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mekanisme Kerja &lt;/strong&gt;Suatu senyawa untuk dapat digunakan sebagai pemanis,kecuali berasa manis, harus memenuhi beberapa kriteria tertentu, sepert (1) larut dan stabil dalam kisaran pH yang luas, (2) stabil pada kisaran suhu yang luas, (3) mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai side atau after-taste, dan (4) murah, setidak-tidaknya tidak melebihi harga gula. Senyawa yang mempunyai rasa manis strukturnya sangat beragam. Meskipun demikian, senyawa-senyawa tersebut mempunyai feature yang mirip, yaitu memiliki sistem donor/akseptor proton (sistem AHs/Bs) yang cocok dengan sistem reseptor (AHrBr) pada indera perasa manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa pemanis buatan yang direkomendasikan oleh  Depkes RI&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" width="533" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="252"&gt; &lt;col width="251"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252" height="13"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nama&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Batas maksimum penggunaan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252" height="69"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sakarin (300-700x manis gula)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;100mg/kg (permen), 200mg/kg (Es krim,jem,jeli)., 300 mg/kg (saus,     Es lilin, minuman ringan, minuman yogurt)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="252" height="68"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Siklamat (30-80x manis gula)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="251"&gt; &lt;p align="justify"&gt;1 g/kg (permen), 2 g./kg ((Es krim,jem,jeli), 3mg/kg (saus,     lilin, minuman ringan, minuman yogurt&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Citarasa buatan (Penyedap  rasa  dan aroma)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cita rasa bahan pangan terdiri dari tiga komponen bau, rasa, dan rangsangan mulut. Untuk membangkitkan tiga komponen ini maka dalam lahan pangan biasanya dalam proses pengolahan di tambahka cita rasa tiruan (sintetik), misalnya amil asetat menyerupai aroma pisang, vanillin memberikan aroma serupa dengan aksetat vanili, dan amil kaproat mempunyai aroma apel dan nanas. Sedangkan untuk membangkitkan cita rasa yang umum di gunakan adalah asam amino L atau garamnya, misalnya monosodium glutamate (MSG) dan jenis nukleotida seperti IMP dan GMP.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa cita rasa buatan yang direkomendasikan Sdepkes RI diantaranya tertera dalam tabel dibawah ini:&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" width="529" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="250"&gt; &lt;col width="249"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nama&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Batas penggunaan maksimum&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Monosodium glutamat (MSG)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Vanilin (panili)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,7 g/kg produk siap kosumsi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Benzadehida (Cherry)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Aldehida sinamat)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mentol (mint)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Eugenol (rempah-rempah)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Benzilasetat (strawbery)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="250"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Amil asetat (pisang)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secukupnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penstabil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Proses pengolahan, pemanasan atau pembekuan dapat melunakan jaringan sel tanaman sehingga produk yang di peroleh mempunyai tekstur yang lunak. Untuk memperoleh tekstur yang keras, dapat di tambahkan garam (0,1-0,25% sebagai ion Ca). ion kalsium akan berkaitan dengan pectin membentuk Ca-pektinat atau Ca-pektat yang tidak larut. Pada umumnya untuk maksud tersebut di gunaka garam-garam Ca seperti CaCl&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;Ca-sitrat,CaSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;, Calaktat, dan Ca-monofosfoat. Hnya sayangnya garam-garam kalsium ini kelarutanya rendah dan rasanya pahit.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Problematika &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penggunaan   BTM ilegal dimasyarakat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu yang membuat geger massyarakat Baru-baru ini adalah penemuan kandungan formalin dan Borak pada sejumlah produk makanan, dan sebagian besar pada jenis mi, tahu, bakso dan juga ikan asin, yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat luas. Formalin adalah zat kimia yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen, dan mempunyai nama lain formaldehid. Secara fisik terdapat dalam bentuk larutan tidak berwarna dengan kadar antara 37-40%. Formalin biasanya mengandung alkohol/metanol 10-15% yang berfungsi sebagai stabilisator untuk mencegah polimerisasi formaldehid menjadi paraformaldehid yang bersifat sangat beracun. Karakteristik dari zat ini adalah mudah larut dalam air, mudah menguap, mempunyai bau yang tajam dan iritatif walaupun ambang penguapannya hanya 1 ‰, mudah terbakar bila kontak dengan udara panas atau api, atau bila kontak dengan zat kimia tertentu. Di pasaran tersedia dalam bentuk sudah diencerkan maupun dalam bentuk padat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pemakaian formalin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Formalin bersifat desinfektan, kuat terhadap bakteri pembusuk dan jamur. Oleh karena itu gas formalin dipakai oleh pedagang bahan tekstil supaya tidak rusak oleh jamur atau ngengat. Selain itu formalin juga dapat mengeraskan jaringan sehingga dipakai sebagai pengawet mayat dan digunakan pada proses pemeriksaan bahan biologi maupun patologi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dampak formalin terhadap kesehatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Formalin terbukti bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker pada hewan percobaan, yang menyerang jaringan permukaan rongga hidung. Bila dilihat dari respon tubuh manusia terhadap formalin, efek yang sama juga dapat terjadi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Regulasi terkait formalin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Formalin yang bersifat racun tersebut tidak termasuk dalam daftar bahan makanan tambahan (BTM) yang dikeluarkan oleh badan internasional maupun oleh Departemen Kesehatan. Menurut UU No. 7 tahun 1996 tentang Pangan, UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, distorsi penggunaan formalin secara sengaja dalam produk makanan dapat diancam pidana penjara maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp. 600 juta. Demikian juga Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168/Menkes/PER/X/1999 melarang penggunaan formalin dalam makanan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PERSPEKTIF AL QUR’AN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="rtl"&gt;             &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah Telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="rtl"&gt;         &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.  Dan tidaklah kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="rtl"&gt;                        &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="rtl"&gt;                 &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pangan secara umum bersifat mudah rusak        (&lt;em&gt;perishable&lt;/em&gt;), karena kadar air yang terkandung di dalamnya sebagai faktor utama penyebab kerusakan pangan itu sendiri. Semakin tinggi kadar air suatu pangan, akan semakin besar kemungkinan kerusakannya baik sebagai akibat aktivitas biologis internal (metabolisme) maupun masuknya mikroba perusak.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan dengan beberapa teknik baik yang menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi sederhana. Caranya pun beragam dengan berbagai tingkat kesulitan. Namun inti dari pengawetan makanan adalah suatu upaya untuk menahahn laju pertumbuham mikroorganisme pada makananm&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;jenis-jenis teknik pengolahan dan pengawetan makanan itu ada 5        :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pendinginan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pengeringan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pengalengan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pengemasan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;penggunaan bahan kimia&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pemanasan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan makanan mempunyai peranan yang penting sebagai pembawa atau media zat gizi yang di dalamya banyak mengandung zat-zat yang di butuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan lain-lain&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penggunaan zat aditif (tambahan) dalam makanan dan minuman sangat berbahaya bagi kesehatan masyaratkan, terutama zat tambahan bahan kimia sintetis yang toksik dan berakumulasi dalam tubuh untuk jangka waktu yang relatif lama bagi yang menggunakannya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;ol type="i"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;ol type="i"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keracunan makanan bisa disebabkan oleh karena kelalaian dan ketidaktahuan masyarakat dalam pengolahannya , seperti keracunan singkong.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keracunan makanan bisa juga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang memungkinkan mikroba untuk berkembang biak lebih cepat, seperti karena faktor fisik, kimia dan biologis&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SARAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi produsen makanan hendaknya jangan hanya ingin mendapat keuntungan yang besar tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan bagi masyarakat yang mengkonsumsinyayaitu dengan menggunakan zat aditf yang tidak membahayakan bagi kesehatan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi Dinas kesehatan c/q Pengawasan makanan dan minuman hendaknya sebelum mengeluarkan nomor registrasi mengetahui kandungan zat yang ada didalamnya terutama yang membahayakan kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi instansi terkait hendaknya memberikan informasi kepada khalayak luas tentang bahan kimia atau zat tambahan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam makanan dan minuman yang mengganggu kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Budiyanto, MAK. 2002. &lt;em&gt;Dasar-Dasar Ilmu Gizi&lt;/em&gt;; malang UMM press&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dwijopeputro, D. 1994. &lt;em&gt;Dasar-Dasar Mikrobiologi&lt;/em&gt;. Jakarta; Djambatan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fareliaz, Srikandi. &lt;em&gt;Mikrobiologi Pangan,&lt;/em&gt; jakarta; Gramedia pustaka&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Winarno, F.G.I. 1993. &lt;em&gt;Pangan, Gizi, Teknologi dan konsumsi&lt;/em&gt;. Jakarta; Gramedia Pustaka.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-4352677812938999153?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/4352677812938999153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/pengolahan-dan-pengawetan-bahan-makanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/4352677812938999153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/4352677812938999153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/pengolahan-dan-pengawetan-bahan-makanan.html' title='PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN BAHAN MAKANAN SERTA PERMASALAHANNYA'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-422828376526412494</id><published>2009-07-23T07:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T07:39:01.404-07:00</updated><title type='text'>”KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN”</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/01/%e2%80%9dkarbohidrat-lemak-dan-protein%e2%80%9d/" rel="bookmark" title="”KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN”"&gt;”KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN”&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;                   &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;!--     --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;ABSTRAK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk di dunia khususnya bagi penduduk negara yang berkembang. Karbohidrat berguna untuk mencegah pemecahan protein tubuh yang berlebihan dan membantu metabolisme lemak dan protein.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Seperti halnya karbohidrat, lemak merupakan sumber energi bagi tubuh. Lemak mempunyai fungsi untuk penghasil energi, sebagai penghasil lemak esensial, dan lain-lain. Begitu juga dengan protein, protein merupakan suatu zat yang sangat penting bagi tubuh, karena zat ini berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kata Kunci: Karbohidrat, lemak, dan protein&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ada tiga komponen penting penghasil energi yang sangat di butuhkan bagi setiap manusia : karbohidrat, lemak, dan protein. Khususnya bagi negara Indonesia sendiri yang sangat terkenal dengan gizi buruk sampai saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur, dan lain-lain. Karbohidrat yang terasa manis disebut gula (sakar). Dari beberapa golongan karbohidrat, ada yang sebagai penghasil serat-serat yang sangat bermanfaat sebagai diet (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan manusia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut lemak), seperti ether. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah, bersifat cair. Lemak yang padat pada suhu kamar disebut lemak gaji, sedangkan yang cair&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;pada suhu kamar disebut minyak.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena yang paling erat hubunganya dengan prose-proses kehidupan. Semua hayat hidup sel berhubungan dengan zat gizi protein. Nama protein berasal dari kata Yunani protebos, yang artinya “yang pertama” atau “yang terpenting”. Di dalam sel, protein terdapat sebagai protein struktural maupun sebagai protein metabolik. Protein struktural merupakan bagian integral dari struktur sel dan tidak dapat diekstraksi tanpa menyebabkan disentegrasi sel tersebut. Protein metabolik dapat diekstraksi tanpa merusak dapat diekstraksi tanpa merusak integritas struktur sel itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Molekul protein mengandung unsur-unsur C, H, O, dan unsur-unsur khusus yang terdapat di dalam protein dan tidak terdapat di dalam molekul karbohidrat dan lemak ialah nitrogen (N). Bahkan dalam analisa bahan makanan dianggap bahwa semua N berasal protein, suatu hal yang tidak benar. Unsur nitrogen ini di dalam makanan mungkin berasal pula dari ikatan organik lain yang bukan jenis protein, misalnya urea dan berbagai ikatan amino, yang terdapat dalam jaringan tumbuhan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. KARBOHIDRAT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karbohidrat atau hidrat arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun protein. Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran yang artinya: Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah – buahan sebagai rezeki bagimu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu – sekutu bagi Allah, padahal kamu mengatahui. Dalam surat Yasin ayat 33 Allah berfirman: Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian,maka dari biji-bijian itu mereka makan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar adalah tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kamu yang memikirkan” (An-nahl, 11).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari ayat di atas telah membuka lebar mata dan fikiran kita bahwa Allah telah menciptakan atau menjadikan bumi sebagai pijakan atau tempat tumbuhnya berbagai macam kebutuhan bagi makhluk hidup baik manusia, maupun hewan. Yang salah satunya adalah buah – buahan, karena buah – buahan diciptakan oleh Allah karena mempunyai manfaat yang besar bagi umat manusia, begitu juga dengan sayur – sayuran. Tetapi meskipun demikian manusia tetap tidak boleh melampaui batas. Karena Allah telah berfirman dalam Al- Qur’an Surat Al – A’ raf ayat 31, yang berbunyi: ” makan dan minumlah, dan janganlah berlebih – lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang berlebih – lebihan “.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai. Reaksi fotosintese sinar matahari :&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;6 CO2 + 6 H2O C6 H12 O6 + 6 O2&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan enersi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air (H2O) yang berasal dari tanah. Enersi kimia yang terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang, umbi, buah dan biji-bijian.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Klasifikasi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan menjadi tiga:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Monosakarida &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena tidak bisa lagi dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran -osa. Dalam Ilmu Gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting yaitu, glukosa, fruktosa dan galaktosa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Glukosa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak dijumpai di alam, terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir pencemaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Glukosa dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120 mg %. Kadar gula darah dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini dijumpai pada penderita Diabetes Mellitus.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Fruktosa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Merupakan jenis sakarida yang paling manis, banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa dari gula tebu. Di dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Galaktosa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di dalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Disakarida &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Sukrosa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert. Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sumber: tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), jam, jelly.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Maltosa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicema dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Peranan perbandingan amilosa dan amilo pektin terlihat pada serelia; Contohnya beras, semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi kandungan amilopektinnya, semakin lekat nasi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pulut sedikit sekali amilosanya (1-2%), beras mengandung amilosa &gt; 2%&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berdasarkan kandungan amilosanya, beras (nasi) dapat dibagi menjadi 4 golongan:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-amilosa tinggi 25-33%&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-amilosa menengah 20-25%&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-amilosa rendah 09-20%&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-amilosa sangat rendah &lt;&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Loktosa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sumber : hanya terdapat pada susu sehingga disebut juga gula susu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-susu sapi 4-5%&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-asi 4-7%&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Laktosa dapat menimbulkan intolerance (laktosa intolerance) disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan untuk mencema laktosa berkurang. Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi, anak dan orang dewasa, baik untuk sementara maupun secara menetap. Gejala yang sering dijumpai adalah diare, gembung, flatus dan kejang perut. Defisiensi laktase pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, karena bayi sering diare. Terapi diit dengan pemberian formula rendah laktosa seperti LLM, Almiron, Isomil, Prosobee dan Nutramigen, dan AI 110 bebas Laktosa. Formula rendah laktosa tidak boleh diberikan terlalu lama (maksimum tiga bulan), karena laktosa diperlukan untuk pertumbu ban sel-sel otak.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Polisakarida &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 3 (tiga) jenis yang ada hubungannya yaitu amilum, dekstrin, glikogen dan selulosa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Amilum (zat pati) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Merupakan sumber enersi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara sedang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Sumber: umbi-umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum kandungan amilurnnya lebih dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut “gelatinisasi”.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Dekstrin &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Merupakan zat antara dalam pemecahan amilum. Molekulnya lebih sederhana, lebih mudah larut di dalam air, denganjodium akan berubah menjadi wama merah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Glikogen &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Glikogen merupakan “pati hewani”, terbentuk dari ikatan 1000 molekul, larut di dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi dengan iodium akan menghasilkan warna merah. Glikogen terdapat pada otot hewan, manusia dan ikan. Pada waktu hewan disembelih, terjadi kekejangan (rigor mortis) dan kemudian glikogen dipecah menjadi asam laktat selama post mortum. Sumber banyak terdapat pada kecambah, serealia, susu, syrup jagung (26%).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Selulosa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dahulu serat digunakan sebagai indeks dalam menilai kualitas makanan, makin tinggi kandungan serat dalam makanan maka nilai gizi makanan tersebut dipandang semakin buruk. Akan tetapi pada dasawarsa terakhir ini, para ahli sepakat bahwa serat merupakan komponen penyusun diet manusia yang sangat penting. Tanpa adanya serat, mengakibatkan terjadinya konstipasi (susah buang air besar),&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi serat: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;a. Mencegah Penyakit Jantung Koroner&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kolesterol telah lama diduga sebagai penyebab terjadinya aterosklerosis yang akhirnya berakibat timbulnya penyakit jantung koroner. Produk akhir metabolisme kolesterol adalah asam empedu. Serat yang berasal dari makanan sesampainya di saluran pencernaan akan mengikat asam empedu. Dalam keadaan terikat, asam empedu ber sarna-sarna serat dikeluarkan dalam bentuk feses. Dengan dernikian semakin banyak serat dimakan, maka semakin banyak lernak dan kolesterol dikeluarkan. Nabi bersabda yang artinya : “Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik maka sehatlah seluruh tubuh itu baik, dan jika ia rusak maka akan sakitlah seluruh tubuh itu. Sesungguhnya itu adalah jantung. (HR.Bukhori dan Muslim). Al-qolbu di atas dapat diartikan sebagai suatu benda yang berwujud segumpal daging yang dapat diartikan sebagai jantung dan dapat diartikan pula sebagai ruh atau sesuatu hal yang abstrak, tidak dapat dilihat atau diraba. Firman Allah dalam surat artinya : “Katakanlah tidak (sesuatu) menimpa kami kecuali apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah juga orang-orang mukmin itu berserah diri”. (QS. At-Taubat : 51). Maksudnya adalah meyakini bahwa semua penyakit yang menimpa manusia adalah ketetapan dari Allah, bukan karena sesuatu yang lain. Sabda Rosul : “Pencegahan itu pokok dari segala jenis pengobatan”. (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;b. Mencegah kanker pada usus besar&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kanker pada usus besar (kolon) diakibatkan masuknya benda-benda asing ke dalam usus besar, benda-benda asing tersebut akan diubah sifatnya menjadi karsinogenik. Adanya serat kasar yang melalui kolon, mengakibatkan lingkungan rnikroba terganggu sehingga aktifitas mikroba tersebut berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;c. Mencegah penyakit Diabetes&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pernyataan ini didukung oleh suatu penelitian yang dilakukan di Capetown, yang menunjukkan bahwa pada penduduk yang mengkonsumsi serat rata-rata 6,5 gram per hari ditemukan penderita Diabetes sebanyak 3,6 %. Sedangkan penduduk yang makan serat rata-rata 24,8 gram per hari hanya ditemukan 0,05 % penderita. Oleh karena penyakit diabetes sering didapati bersamaan dengan terjadinya obesitas dan obesitas merupakan resam penyakit aterosklerosis, maka pengaturan konsumsi lemak dalam diit penderita perlu diatur secara seksama. Terganggunya penggunaan glukosa oleh tubuh pada penderita diabetes akan mendorong terjadinya proses penggunaan lemak sebagai sumber energi (lipolisis). Hal itu menyebabkan naiknya kandungan asam lemak bebas dalam darah. Biasanya asam lemak bebas itu dalam hati akan diubah secara bertahap menjadiasetil KoA. Akan tetapi pada penderita deabetes, karena kandungan asam lemak itu tidak semuanya diubah menjadi asetil KoA, tetapi sebagian menjadi asam asetoasetat yang kemidian menjadi zat keton. Naiknya konsentrasi zat keton dalam darah akan menyebabkan pH darah menjadi turun, dan akhirnya akan mengakibatkan terjadinya ketoasidosis pada penderita. Kandungan lemak dalam diit penderita diabetes yang dianjurkan berkisar antara 30% -40% kandungan kalori total. lemak yang digunakan haruslah dipilih dari jenis lemak tak jenuh dan kandungan kolesterol seminimal mungkin.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Dalam masyarakat indonesia mempunyai pola makanan yang berbeda dengan orang barat. Dimana masyarakat kita cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Kebiasaan lain masih melekat dari masyarakat indonesia adalah kebiasaan &lt;em&gt;ngemil&lt;/em&gt;, hal itu bukanlah jelek, tetapi akan mempengaruhi berat badannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal dan tidak boleh makan secara berlebihan. Sesuai dengan ayat Al Qur’an yang dijelaskan dalam surat (&lt;em&gt;Almaidah : 87,88&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;ياايهاالذ ين امنو لاتحرمؤاطيبت مااخل الله لكم ولا تعتذؤا ان الله لايحب المعتذ ين&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;وكلؤاممارزقكم الله حللا طيباواتقواالله الذي انتم به مؤمنؤن&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Artinya : ” Hai orang – orang beriman, janganlah kamu haramkan apa – apa yang baik yang Allah telah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “. (Almaidah : 87,88)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;d. Mencegah penyakit divertikular&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Konsumsi serat yang cukup akan menghasilkan feses yang lembut sehingga dengan konstraksi otot yang rendah (&lt;&gt; 90 mm Hg). Apabila tekanan kuat tersebut berlangsung berulang ulang setiap hari dalam jangka waktu yang lama, maka otot-otot kolon menjadi lelah dan lemah. Keadaan ini menyebabkan penyakit “divertikular”, yaitu penonjolan bagian luar usus berbentuk bisul yang kadang-kadang disertai peradangan yang dapat menimbulkan infeksi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;e. Mencegah kegemukan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dengan adanya serat, maka penyerapan karbohidrat, lemak dan protein menjadi ber kurang. Serat mampu memberikan perasaan kenyang dalam waktu yang cukup lama. Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein atau sering dikenal kelebihan lemak dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah diidentifikasi sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi pria dan wanita untuk tinggi tertentu. Obesitas berarti lemak tubuh yang membahayakan kesehatan, sedangkan overweight menggambarkan kelebihan dibandingkan berat badan normal. Obesitas dan overweight dapat memicu beberapa penyakit seperti jantung koroner, diabetes mellitus, stroke, tekanan darah tinggi, asam urat dan dislipidemia. Obesitas dan overweight yang tidak ditangani secara cepat akan meningkatkan penyakit penyerta, memendeknya usia harapan hidup serta merugikan dari sisi hilangnya produktifitas pada usia produktif. Sebagaimana dalam suatu hadist yang artinya:” jauhilah olehmu makanan dan minuman dengan berlebih-lebihan karena yang demikian dapat merusak kesehatan tubuh, menimbulkan penyakit dan memberi kemalasan (kesulitan) ketika akan sholat. Dan hendaklah bagimu bersikap sedang atau (kecukupan) karena yang demikian akan membawa kebaikan pada tubuh dan menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan.” (H.R. Bukhori). Mereka cenderung mengejar bagaimana bisa bebas menikmati hidup. Rosulullah bersabda: “Lambung manusia itu tempatnya segala penyakit. Sedangkan pencegahan itu pokok dari segala pengobatan.” (HR ad-Dailami)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang telah Allah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. Dengan mengkonsumsinya secara rutin, bisa membuat tubuh lebih bugar. Tetapi dengan takaran yang cukup. Berdasarkan paparan diatas, maka Allah berfirman dalam Qs. Al-an’am : 95: Artinya : “Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling ?” Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan, serealia dan kacang-kacangan. Memakan sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang banyak. Produk makanan hewani, seperti daging, ikan susu dan telur serta basil-basil olahannya, umumnya mengandung serat dalam jumlah yang sedikit. Sayuran yang banyak mengandung serat adalah, bayam, kangkung, buncis, daun beluntas, daun singkong, kacang panjang, daun katuk, daun kelor, sawi, kecipir, kol dan lain-lain. Buah-buahan yang banyak mengandung tinggi serat adalah, alpukat, belimbing, srikaya, cempedak, nangka, durian, jeruk, kedondong, kemang, mangga, nenas dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seralia yang kaya serat adalah beras, jagung, jali dan jewawut. Beras giling mernpunyai kadar swerat dan vitamin (khususnya vitamin B I) lebih rendah dari beras turnbuk, karena itu memilih beras sebaiknya jangan yang terlalu bersih (putih). Kacang-kacangan yang banyak mengandung serat adalah kacang bogar, kacang merah, kacang ijo, kedele, serta kacang-kacangan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sumbangan yang berasal dari karbolridrat pada berbagai makanan dapat dilihat pada tabel. 1 dan 2. Sumber utama karbohidrat yang dapat di cerna berasal dari nabati. Makanan yang berasal dari tanaman ini juga merupakan satu-satunya sumber serat. &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;TABEL 1 Derajat kemanisan&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt; &lt;table width="480" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="213"&gt; &lt;col width="237"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="213"&gt; &lt;p align="center"&gt;Sebagai standart sukrosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="237"&gt; &lt;p align="center"&gt;100&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="213"&gt; &lt;p align="center"&gt;Fruktosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="237"&gt;173&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="213"&gt; &lt;p align="center"&gt;Sukrosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="237"&gt;100&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="213"&gt; &lt;p align="center"&gt;Glokosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="237"&gt;74&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="213"&gt; &lt;p align="center"&gt;Galaktosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="237"&gt;32&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="213"&gt; &lt;p align="center"&gt;Maltosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="237"&gt;32&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="213"&gt; &lt;p align="center"&gt;Laktosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="237"&gt;16&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;TABEL 2 Bahan makanan sumber karbohidrat&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt; &lt;table width="480" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="249"&gt; &lt;col width="201"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249" height="8"&gt; &lt;p align="center"&gt;Bahan makanan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="center"&gt;KH……gr/100 bahan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="center"&gt;Beras&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="center"&gt;76-80&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="center"&gt;Singkong&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt;35&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="center"&gt;Gaplek&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt;81&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="center"&gt;Ubi rambat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt;28&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="center"&gt;Jagung&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt;64-74&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kentang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="center"&gt;19&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="center"&gt;Gandum(terigu&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="center"&gt;77&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="249"&gt; &lt;p align="center"&gt;Sagu&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="201"&gt;85&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Tabel 3 sumber karbohidrat yang berasal dari hewani dan nabati&lt;/p&gt; &lt;table width="564" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="175"&gt; &lt;col width="183"&gt; &lt;col width="163"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;Bahan pangan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;KH terutama dalam bentuk&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt; &lt;p align="center"&gt;Persen energi berasal dari KH&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;HEWANI&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;IKAN&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;-&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;Dapat diabaikan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;KERANG-KERANGAN&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;TIRAM&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Glikogen&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;20-25&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;KEPITING&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;UDANG&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Glikogen&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;2-4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;DAGING&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;-&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;Dapat diabaikan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;HATI(BERBAGAI HEWAN)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Glikogen&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;10&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;SUSU&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;SAPI&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Laktosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;30-50&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;ASI&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Laktosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;50&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;NABATI&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;BIJI-BIJIAN&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Pati&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;65-90&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;KENTANG&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Pati&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;80&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;BUAH-BUAHAN&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Fluktosa,glukosa,sukrosa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;80-95&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;SAYUR-SAYURAN&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Sukrosa,Amilum&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;60-90&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="175"&gt; &lt;p align="center"&gt;JAMUR&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="183"&gt; &lt;p align="center"&gt;Amilum&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="163"&gt;40-50&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;1. Fungsi utamanya sebagai sumber enersi (1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi enersi untuk aktifitas tubuh, clan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem syaraf dan eritrosit, hanya dapat menggunakan enersi yang berasal dari karbohidrat saja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2.   Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil enersi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kebutuhan tubuh akan enersi merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan enersi tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di dalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil enersi. Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;4.   Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;5. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa rnisalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;6. Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan, memperlancar defekasi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;C. LEMAK &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Fungsi lemak adalah &lt;strong&gt;sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh&lt;/strong&gt;. Secara klinis, lemak yang penting adalah:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kolesterol&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Trigliserida (lemak netral)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fosfolipid&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam Lemak&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;TRIGLISERIDA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;KOLESTEROL&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti &lt;strong&gt;vitamin D&lt;/strong&gt; (untuk membentuk &amp;amp; mempertahankan tulang yang sehat), &lt;strong&gt;hormon seks&lt;/strong&gt; (contohnya Estrogen &amp;amp; Testosteron) dan &lt;strong&gt;asam empedu&lt;/strong&gt; (untuk fungsi pencernaan ). Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;LIPID PLASMA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut &lt;em&gt;Lipoprotein&lt;/em&gt; (dari kata Lipo=lemak, dan protein). Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kilomikron&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;VLDL (Very Low Density Lipoprotein)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;IDL (Intermediate Density Lipoprotein)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;LDL (Low Density Lipoprotein)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;HDL (High Density Lipoprotein)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;ASAM LEMAK&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menurut ada atau tidaknya ikatan rangkap yang terkandung asam lemak, maka asam lemak dapat dibagi menjadi:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam lemak jenuh(Cn H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;NO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;),&lt;em&gt;saturated Fatty  Acid(&lt;/em&gt;SFA)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mempunyai ikatan tunggal ato karbon(C) di mana masinh-masing atom C ini akan berikatan dengan atom H.contohnya adalah: asam butirat(C&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;),asam kaproait(C&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;),asam kaprotat(C&lt;sub&gt;8&lt;/sub&gt;) dan asam kaprat(C&lt;sub&gt;10&lt;/sub&gt;).Umumnya sampai denagan asam kaprat(C&lt;sub&gt;10&lt;/sub&gt;) ini bersifat cair dan mulai asam laurat  sampai asam lignoserat bersifat padat&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;TABEL 1 Macam asam lemak jenuh dan sumbernya&lt;/p&gt; &lt;table width="552" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="167"&gt; &lt;col width="179"&gt; &lt;col width="100"&gt; &lt;col width="49"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="25"&gt; &lt;p align="center"&gt;Macam Asam Lemak Jenuh&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Sumbernya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;panjang rantai&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt; &lt;p align="center"&gt;sifat fisik&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam laurat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak kelapa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;12&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt; &lt;p align="center"&gt;padat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam miristat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak nabati&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;14&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;padat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam palmitat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak nabati dan    hewani&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;16&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;padat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam strearat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak nabati dan    hewani&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;padat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam arakhida&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak kacang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;20&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;padat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam behenat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak kacang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;22&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;padat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam lignoserat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak kacang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;24&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;padat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam butirat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Lemak buter&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;cair&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam kaproat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Lemak buter dan kelapa&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;cair&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="7"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam kaprilat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak kelapa dan buter&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;8&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;cair&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="167" height="6"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam kaprat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p align="center"&gt;Minyak salam&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;10&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="49"&gt;cair&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;ASAM LEMAK TAK JENUH TUNGGAL&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam lemak jenuh tak tunggal merupakan asam lemak yang selalu mengandung 1 ikatan rangkap 2 ataom C dengan kehilangn paling sedikit 2 atom H.Contohnya Asam burat,Asam palmitoleat(C&lt;sub&gt;12&lt;/sub&gt;), dan Asam oleat(C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt;) umumnya banyak terdapat pada lemak nabati atau hewani.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;TABEL 2 Macam asam lemak yang tergolong MUFA dan sumbernya.&lt;/p&gt; &lt;table width="543" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="120"&gt; &lt;col width="195"&gt; &lt;col width="100"&gt; &lt;col width="70"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="120"&gt; &lt;p align="center"&gt;Macamnya&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="195"&gt; &lt;p align="center"&gt;Sumber&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;Panjang rantai&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;Sifat fisik&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="120"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam palmitoleat&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="195"&gt; &lt;p align="center"&gt;-lemak nabati&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;-lemak hewani&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;16&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt;Cair&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="120"&gt; &lt;p align="center"&gt;Asam oleat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="195"&gt; &lt;p align="center"&gt;-lemak nabati&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;-lemak hewani&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;-75% minyak live&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;-30% lemak babi&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;- 40%     lemak sapi dan domba&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="100"&gt; &lt;p align="center"&gt;C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt;Cair&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;3. ASAM LEMAK TAK JENUH POLI (PUFA,&lt;em&gt;Poly Unsaturated Fatty Acid)&lt;/em&gt;(Cn H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;n)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;Asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap banyak merpakan asam lemak yang mengandung lebih dari 1 ikatan rangkap.Asam lemak ini akan kehilangan paling sedikit 4 atom H.contohnya asam lemak linoleat dll&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;TABEL 3 Macam asam lemak yang tergolong PUFA dan sumbernya&lt;/p&gt; &lt;table width="572" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="105"&gt; &lt;col width="225"&gt; &lt;col width="89"&gt; &lt;col width="95"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="105"&gt; &lt;p align="justify"&gt;MACAMNYA&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="225"&gt; &lt;p align="justify"&gt;SUMBER&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="89"&gt; &lt;p align="justify"&gt;PANJANG RANTAI&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="95"&gt; &lt;p align="justify"&gt;SIFAT FISIK&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="105"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam linoleat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="225"&gt; &lt;p align="justify"&gt;-10% dalam adpokad&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-20%-30% dalam kacang atau lemak ayam&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-50%-60% dalam minyak jagung&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-70%    dalam minyak kapas&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="89"&gt; &lt;p align="justify"&gt;C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="95"&gt;CAIR&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="105"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam eleostearat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="225"&gt; &lt;p align="justify"&gt;- lemak sapi,lemak    ayam dan lemak nabati&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="89"&gt; &lt;p align="justify"&gt;C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="95"&gt;CAIR&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="105"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="225"&gt; &lt;p align="justify"&gt;-20% dalam hati,lemak babi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-7% dalam    kacang kedelai&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="89"&gt; &lt;p align="justify"&gt;C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="95"&gt;CAIR&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="105"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam arakhidonat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="225"&gt; &lt;p align="justify"&gt;-lemak hewani&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;-Minyak kacang tanah&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="89"&gt; &lt;p align="justify"&gt;C&lt;sub&gt;20&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="95"&gt;CAIR&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;FUNGSI&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fungsi &lt;a href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=807"&gt;lemak&lt;/a&gt; umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Sebuah penelitian pernah melaporkan bahwa hewan-hewan percobaan yang tidak mendapatkan jumlah lemak yang cukup dalam makanannya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan ada yang berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Kurangnya lemak dalam makanan juga akan menyebabkan &lt;a href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=627"&gt;kulit&lt;/a&gt; menjadi kering dan bersisik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam saluran pencernaan, lemak dan minyak akan lebih lama berada di dalam lambung dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, demikian juga proses penyerapan lemak yang lebih lambat dibandingkan unsur lainnya. Oleh karena itu, makanan yang mengandung lemak mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan makanan yang kurang atau tidak mengandung lemak.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Salah satu fungsi lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon &lt;a href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=986"&gt;seks&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, &lt;a href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1009"&gt;ginjal&lt;/a&gt;, dan organ lainnya.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;C. PROTEIN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein membentuk sebahagian besar struktur di dalam sel termasuklah sebagai enzim dan pigmen respiratori. Protein dibentuk dari percantuman unit asas yang dikenali sebagai &lt;em&gt;asid amino. &lt;/em&gt;Protein boleh dibahagikan kepada dua jenis iaitu &lt;em&gt;protein fibrous &lt;/em&gt;yang banyak bergantung kepada struktur sekunder dinama bentuk protein ini boleh diulang. Manakala bentuk kedua ialah &lt;em&gt;protein globular (enzim dan antibodi)&lt;/em&gt; yang banyak bergantung kepada interaksi struktur bebas yang terdapat 20 jenis asid amino yang digunakan untuk membentuk rantaian polipeptida (protein) Fungsi, bentuk, ukuran dan jenis protein akan ditentukan oleh jenis, bilangan dan taburan asam amino yang terdapat di dalam struktur tersebut.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Penamaan beberapa asam amino dinamakan tindakbalas &lt;em&gt;kondensasi&lt;/em&gt; dengan dicirikan berlakunya pembentukan ikatan peptida dan pembentukan molekul air. Penamaan ini akan menghasilkan rantai peptida yang lebih dikenali sebagai &lt;em&gt;polipeptida&lt;/em&gt; dengan mempunyai dua ujung rantai yang berbeda sifatnya.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Di ujung yang mempunyai kumpulan amino dikenali sebagai terminal N (amino) dan ujung yang mempunyai kumpulan karboksil dikenal sebagai terminal N. penyambungan rantai asam amino ini memerlukan tenaga yang tinggi dan ketepatan urutan asam amino dalam rantai ini pula tergantung pada koordinasi di antara mRNA dan tRNA.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh protein, separuhnya ada di dalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh didalam kulit, dan selebihnya didalam jaringan lain, dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intra seluler dan sebagainya adalah protein. Disamping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam nukleat, dan molekul-molekul yang essensial untuk kehidupan. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantika oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein yang dibentuk dengan hanya menggunakan satu polipeptida dinamakan sebagai protein monomerik dan yang dibentuk oleh beberapa polipeptida contohnya hemoglobin pula dikenali sebagai protein multimerik. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi &lt;em&gt;sitoskeleton&lt;/em&gt;. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (&lt;em&gt;heterotrof&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosoma. Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam kehidupan protein memegang peranan yang penting, proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu hemoglobin dalam butir-butir darah merah atau eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh bagian tubuh, adalah salah satu jenis protein. Demikian pula zat-zat yang berperan untuk melawan bakteri penyakit atau disebut antigen, juga suatu protein.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;SUMBER PROTEIN&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupun nabati. Protein yang berasal dari hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dan lain-lain disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu disebut protein nabati. Dahulu, protein hewani dianggap berkualitas lebih tinggi daripada menu seimbang protein nabati, karena mengandung asam-asam amino yang lebih komplit. Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapat setinggi kualitas protein hewani, asalkan makanan sehari-hari beraneka ragam. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan otot, pembentukan sel-sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap penyakit, enzim dan hormon, dan sintesa jaringan-jaringan badan lainnya. Protein dicerna menjadi asam-asam amino, yang kemudian dibentuk protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti pada waktu berdiet ketat atau pada waktu latihan fisik intensif. Sebaiknya, kurang lebih 15% dari total kalori yang dikonsumsi berasal dari protein&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;TABEL 1 Kandungan asam amino dalam beberapa makanan.&lt;/p&gt; &lt;table rules="cols" width="528" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="201"&gt; &lt;col width="146"&gt; &lt;col width="137"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="201" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bahan    Makanan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="146" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Lisin    (%) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="137" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Methionin    (%) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tepung ikan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="146"&gt; &lt;p align="center"&gt;4,51&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="137"&gt; &lt;p align="center"&gt;1,63&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bungkil kedele&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="146"&gt; &lt;p align="center"&gt;2,69&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="137"&gt;0,62&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jagung&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="146"&gt; &lt;p align="center"&gt;0,26&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="137"&gt;0,18&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="201"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dedak padi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="146"&gt; &lt;p align="center"&gt;0,59&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="137"&gt; &lt;p align="center"&gt;0,26&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sumber NRC (1994)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tabel 2.  Koefesien kecernaan murni asam amino (%)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;table rules="cols" width="528" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="141"&gt; &lt;col width="46"&gt; &lt;col width="70"&gt; &lt;col width="58"&gt; &lt;col width="58"&gt; &lt;col width="69"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141" bgcolor="#008000" height="25"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bahan    makanan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="46" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Lisin &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Metionin &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Cystine &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Arginin &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69" bgcolor="#008000"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Threonin &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jagung&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;81&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;91&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;85&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;89&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt; &lt;p align="center"&gt;84&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt;Bungkil kedele&lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;91&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;92&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;82&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;92&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt;88&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt;Dedak padi&lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;75&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;78&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;68&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;87&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt;70&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt;Barley&lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;78&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;79&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;81&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;85&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt;77&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt;Tepung ikan (60-63%)&lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;88&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;92&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;73&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;92&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt;89&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt;Tepung daging (50-54%)&lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;79&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;85&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;58&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;85&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt;79&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt;Tepung bulu&lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;66&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;76&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;59&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;83&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt;73&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="141"&gt;Tepung darah&lt;/td&gt; &lt;td width="46"&gt; &lt;p align="center"&gt;86&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="70"&gt; &lt;p align="center"&gt;91&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;76&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="58"&gt; &lt;p align="center"&gt;87&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="69"&gt; &lt;p align="center"&gt;87&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sumber NRC (1994) diukur dengan caecectomised&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Angka kecukupan protein (AKP) :&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fungsi protein selama ini membantu pertumbuhan, pemeliharaan, dan membangun enzim, hormon, dan imunitas. Oleh sebab itu, protein sering kali disebut sebagai zat pembangun. Protein dibagi dua, yakni berasal dari hewani dan nabati. Kebutuhan protein pada setiap individu berbeda. Sumber pangan yang mengandung protein antara lain ikan, telur, daging, susu, dan kacang-kacangan.&lt;br /&gt;Tidak semua orang tua tahu berapa sebetulnya takaran pas yang dibutuhkan anak. Karena kelebihan gizi juga tidak baik buat pertumbuhan anak.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Usia 0-6 bulan, BB 6 kg, AKP-nya 9 gram. Pada usia 7-11 bulan dengan BB 8,5 kg AKP yang dibutuhkan 15 g. Usia 1-3 tahun dengan BB 12 kg AKP-nya 19 g. Usia 4-6 tahun dengan BB 18 kg, AKP-nya 22 g. Usia 7-9 tahun, BB 25 kg, AKP-nya 29 g. Usia 10-12 tahun (pria), BB 35 kg, AKP-nya 40 g. usia 13-15 tahun, BB 46 kg AKP-nya 47 g. dan, usia 16-18 tahun, BB 55 kg butuh AKP 56 g.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Usia, 10-12 (putri), BB 31 kg, AKP 38 g. Usia  13-15 tahun, BB 48 kg, AKP 49 g. Sedangkan usia 16-18 tahun, BB 50  kg, AKP 51 g.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;FUNGSI PROTEIN&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagai  enzim&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh senyawa mikro molekul spesifik;dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi kromosom.Hampir semua enzim menunjukan daya katalisatik yang luar biasa dan biasanya mempercepat reaksi&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Alat  pengangkut dan alat penyimpan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Banyak molekul dengan berat molekul kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengatur  pergerakan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul protein yang berperan yaitu aktin dan myosin&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penunjang  mekanis&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kalogen,suatu protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengendalian  pertumbuhan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein ini bekerja sebagai reseptor yang dapat mempengaruhi fungsi-fungsi DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Media  perambatan implus syaraf&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berupa reseptor, dll.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Susunan Makanan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kontribusi tiga nutrien utama terhadap masukan total energi pada energi pada susunan makanan rata-rata orang inggris adalah sebagai barikut :&lt;/p&gt; &lt;table width="529" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; &lt;col width="212"&gt; &lt;col width="287"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="212"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kandungan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="287"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kontribusi terhadap masukan total    energi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="212"&gt; &lt;p align="center"&gt;Karbohidrat&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Lemak&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Protein&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="287"&gt; &lt;p align="center"&gt;46%&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;42%&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12%&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sabda Rosul: “Berobatlah kamu sekalian (bila sakit) karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mendatangkan suatu penyakit kecuali mendatangkan pula obatnya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit tua”. rasulullah pun menjelaskan dalam sandanya sebagai berikut: “Berpuasalah kamu, niscaya kamu menjadi sehat.” (HR abu Hurairah).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;1. Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;penghasil enersi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2. Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar dalam       tubuh sesudah air.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soedioetama, Djaenni.1976. Ilmu Gizi. Dian Rakyat. Jakarta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Krisno, Agus. 2002. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Universitas Muhammadiyah Malang.    Malang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anonymous,2002. &lt;strong&gt;Karbohidrat&lt;/strong&gt;.&lt;em&gt;www.indomedia.com&lt;/em&gt;. diakses 12-03-2008&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anonymous,2002.&lt;strong&gt;Lemak&lt;/strong&gt;.&lt;em&gt;www.indomedia.com&lt;/em&gt;. diakses 12-03-2008&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anonymous,2002.&lt;strong&gt;Protein&lt;/strong&gt;.&lt;em&gt;www.indomedia.com&lt;/em&gt;. diakses 12-03-2008&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-422828376526412494?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/422828376526412494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/karbohidrat-lemak-dan-protein.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/422828376526412494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/422828376526412494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/karbohidrat-lemak-dan-protein.html' title='”KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN”'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-8456315572202114314</id><published>2009-07-23T07:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T07:34:34.135-07:00</updated><title type='text'>DIET TERAPHY PADA PENYAKIT JANTUNG</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/06/diet-teraphy-pada-penyakit-jantung/" rel="bookmark" title="DIET TERAPHY PADA PENYAKIT JANTUNG"&gt;DIET TERAPHY PADA PENYAKIT JANTUNG&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi pembunuh no.1 di Indonesia dan jumlah penderitanya terus bertambah. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa penyakit kardiovaskular akan menjadi penyebab terbesar kasus kematian di seluruh dunia pada tahun 2020.&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia Penyakit jantung adalah pembunuh nomor 3. Pertama segolongan masyarakat menjadi lebih waspada untuk menjaga kesehatan jantungnya. Kedua golongan ini yang bersikap masa bodoh karena merasa bahwa merasa stiap orang akhirnya akan meninggal dunia. Jantung adalah organ tubuh yang bekerja paling kuat. Setiap harinya organ tubuh ini memompa ±16.000 liter darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah sepanjang sekitar 90.000 km. Walaupun relatif kecil namun organ ini bekerja dua kali lebih keras dari pada betis pelari sprint atau otot lengan petinju kelas berat. Tidak ada otot kecuali otot rahim wanita yang bekerja siang dan malam selama 70 tahun atau lebih seperti jantung. Berikut ini terdapat beberapa anjuran yang akan berguna bagi pemeliharaan kesehatan jantung. Namun, yang perlu ditekankan bahwa dengan mengikuti anjuran – anjuran bukan berarti kita akan kebal terhadap penyakit jantung, sebab sampai sekarang belum ada sesuatupun yang dapat memberi kekebalan seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BAB II&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.1. Pengertian Penyakit jantung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh pentakit jantung seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut “angina”) dan penyakit jantung rematik (Wisasi, 2008).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sabda Nabi SAW:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; “Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik maka sehatlah seluruh tubuh itu, dan jika ia rusak maka akan sakitlah seluruh tubuh itu. Sesungguhnya itu adalah jantung”. &lt;strong&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit-penyakit kardiovaskuler (pembuluh darah) antara lain:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a         Aterosklerosis adalah suatu proses dimana suatu plak (gumpalan) yang terutama terdiri dari lemak mengendap sepanjang dinding dalam pembuluh darah arteri. Kebanyakan penyakit jantung (seperti penyakit jantung koroner) terjadi akibat aterosklerosis, dimana terjadi akumulasi plak didalam dinding arteri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa teori pembentukan terjadinya aterosklerosis (penyakit jantung):&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;i. Teori reaksi terhadap kerusakan jaringan yaitu adanya reaksi kerusakan terhadap    endhotelium dengan terbentuknya deposit yang diisi dengan zat – zat lemak dan zat yang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;ii. Teori monoclonal yaitu adanya isoenzim dijumpai pada lesi dan multiplikasi sel ploriferasi membentuk ateroma.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;iii. Teori lisosomal yaitu enzim lisosomal dapat meniadakan degradasi dari sel – sel untuk melanjutkan pembentukan dari ateroma.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b        Infark miokard adalah sebutan lain dari serangan jantung, terjadi bila sebagian dari otot jantung tidak menerima oksigen yang cukup, terutama akibat sumbatan arteri koroner. Karena sel-sel otot jantung, memerlukan oksigen untuk kehidupannya, maka daerah otot jantung yang mendapat suplai darah yang mengalami sumbatan akan mengalami kematian jaringan. Daerah otot jantung yang mengalami kematian jaringan ini disebut sebagai area infark. Area yang mengalami infark tidak berfungsi secara normal, seperti layaknya otot jantung yang sehat. Kondisi  ini mungkin dapat pulih kembali bila aliran darah yang menuju area infark diperbaiki atau pembuluh darah arteri yang mengalami sumbatan dikoreksi dengan pembedahan atau obat-obatan sedini mungkin. Bila terlambat, maka pembuluh darah koroner yang tersumbat tidak dapat diperbaiki lagi, sehingga kematian jaringan bersifat menetap dan akan menyebabkan penyulit lain seperti payah jantung kongestif.  Jantung merupakan sebuah pompa yang kuat yang bertanggung jawab mengalirkan darah menuju alat-alat vital diseluruh tubuh melalui suatu jaringan kompleks dari pembuluh darah arteri dan vena. Oleh karena itu sangat penting dijaga agar jantung anda  dan pembuluh-pembuluh darahnya tetap berada dalam kondisi yang baik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c         Payah Jantung Kongestif adalah suatu keadaan dimana jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk kebutuhan jaringan diseluruh tubuh. Jaringan yang tidak cukup menerima suplai oksigen untuk memenuhi kebutuhannya akan menjadi lemah, mengalami gangguan fungsi dan bahkan kematian jaringan. Penurunan kemampuan jantung untuk memompakan darah dapat terjadi akibat berbagai sebab, antara lain infark miokard atau aterosklerosis. Bila terjadi kegagalan fungsi jantung, maka akan terjadi hambatan aliran darah didalam pembuluh2 darah. Akibatnya sebagian darah akan kembali menuju jantung, menyebabkan kongesti  dan peningkatan tekanan didalam sirkuit pulmonal dan atau sirkuit sistemik. Gejala dan tanda-tandanya sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Sesak nafas terutama pada saat aktifitas fisik, namun bila berat, sesak bahkan dapat terjadi pada saat istirahat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Pembengkakan hati, perut dan tungkai karena timbunan cairan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis) pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;e.  Hipertensi yaitu pengaruh tekanan darah tinggi terhadap sistem kardiovaskular dapat meningkatkan risiko kerusakan pada jantung, ginjal, mata dan bahkan otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menimbulkan payah jantung, gagal ginjal, kebutaan dan stroke (Shahab, 2008)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Gangguan- gangguan/Penyakit pada organ jantung  antara lain:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a         Abnormal Heart Rhythms, normalnya jantung berdetak 60 sampai 100 kali tiap menit (atau sekiar 100 ribu kali setiap harinya). Jantung yang bedetak tidak normal biasanya disebut arryhytmia (sering juga disebut dysrhythmia). Jantung yang berdetak terlalu lambat (dibawah 60 kali per menit) disebut bradyarrhythmias. Sedangkan yang berdetak di atas 100permenitdisebuttachyarrhytmias.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b.  Heart Failure atau gagal jantung merupakan yang paling menakutkan. Bukan berarti jantung tidak dapat bekerja sama sekali, hanya saja jantung tidak berdetak sebagaimana mestinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Heart Valve Disease yaitu rusaknya katup jantung. Katup jantung terdapat pada setiap bilik jantung (jantung kita memiliki 4 buah bilik) yang berfungsi mengatur aliran darah searah menuju jantung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d.  Congenitas Heart Disease atau biasa disebut kelainan pada jantung. Menyerang 8 sampai 10 anak dari tiap 1000 kelahiran. Gejala awal biasanya terldeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak. Di Amerika sekitar 500 ribu orang mengalami kelainan jantung pada masa pertumbuhannya dan bertambah sektar 20 ribu orang tiap tahunnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg" alt="" width="274" height="320" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;e.  Cardiomyopathies menyerang pada otot jantung itu sendiri. Orang -orang yang terserang penyakit ini biasanya mengalamai pembesaran, pengecilan jantung secara tidak normal dan atau bahkan menjadi kaku. Menyebabkan jantung memompa secara tidak normal (menjadi lebih lemah). Tanpa penanganan yang baik cardiomyopathies akan menyebabakan penyakit yang lebih buruk seperti gagal jantung atau menyebabkan jantung berdetak tidak normal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;f.  Pericarditis adalah radang yang mengelilingi lapisan jantung. Jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yayasan Jantung Indonesia baru mulai mengampanyekan pentingnya kesadaran perempuan terhadap bahaya sakit jantung beberapa bulan lalu. Sebagian besar orang berpikir sakit jantung adalah masalah pria, Kenyataannya justru penyakit jantung lebih fatal pada perempuan. Pasien perempuan dengan gagal jantung memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding pria. Demikian pula halnya dengan infark miokard (serangan jantung) pada wanita. Fenomena ini mungkin karena perempuan cenderung lebih tua saat mendapat infark sehingga mengalami penyulit lainnya. Pencegahan utama adalah mengubah gaya hidup, meliputi perubahan diet untuk mengatur berat badan dan pembatasan lemak, selain tentunya olah raga teratur dan berhenti merokok.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penderita kadar kolesterol tinggi khususnya LDL adalah sasaran utama untuk menderita penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner. Fakta menunjukan 80% pasien penyakit jantung meninggal mendadak karena penyakit jantung koroner, dan bahkan 50% di antaranya tanpa gejala sebelumnya. Penyakit ini disebabkan oleh kadar kolesterol LDL berlebihan yang membentuk &lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/06/diet-teraphy-pada-penyakit-jantung/void%280%29"&gt;plak&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.pedulikolesterol.com/site/index.php?lpt=about.disease"&gt;aterosklerosis &lt;/a&gt;pada pembuluh darah koroner jantung dan mengakibatkan otot jantung tidak menerima aliran darah. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Selain LDL, faktor risiko lain yang harus diukur dan diketahui adalah:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.      Merokok&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari 57% setiap rumah tangga masyarakat kita mempunyai sedikitnya seorang perokok dalam rumahnya, dan 91,8% perokok kita itu merokok di rumah. Karenanya diperkirakan terdapat sekitar 43 juta anak-anak dan ibu rumah tangga yang terkena paparan asap rokok secara terbuka sebagai perokok pasip yang bahayanya lebih besar diderita oleh mereka yang bukan perokok.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2.      HDL rendah (&lt;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.      &lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/06/diet-teraphy-pada-penyakit-jantung/void%280%29"&gt;Hipertensi&lt;/a&gt; (tekanan darah tinggi): 140/90 atau sedang dalam pengobatan antihipertensi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.      Usia Pria &gt; 45 tahun, dan wanita &gt; 65 tahun&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.      Adanya riwayat keluarga langsung/sedarah yang menderita penyakit jantung/stroke:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika Pria :             &lt;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika Wanita :        &lt;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tanda-tanda penyakit jantung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gejala-gejala penyakit jantung dapat dideteksi dengan satu atau gabungan tanda-tanda berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Sakit di dada seperti ditusuk. Sakit ini seringkali hanya dirasakan sesaat, pada beberapa orang dirasakan agak lama. Sakit ini oleh banyak orang sering disebut angin duduk.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Sakit di dada biasanya disertai dengan sesak napas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Mudah letih.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Telapak tangan berkeringat&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.jpg" alt="" width="390" border="0" height="306" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk melakukan deteksi lebih akurat penyakit jantung melalui test treatmill.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyakit jantung dan stroke dapat dicegah dengan merubah gaya hidup. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah datangnya penyakit stroke dan penyakit jantung, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Berhenti merokok sedini mungkin. Nikotin, karbon monoksida (CO) dan zat lainnya yang terkandung dalam rokok berpotensi menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah. Hal ini akan mempermudah kolesterol untuk melekat pada di dinding pembuluh darah yang mengalami kerusakan sehinga membentuk plak. Risiko terkena serangan jantung akan meningkat 50% jika menghisap 4 batang setiap hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berolahraga secara teratur. Ketika melakukan aktivitas fisik, jantung akan berdenyut lebih cepat untuk meningkatkan jumlah darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh sehingga meningkatkan kadar HDL/kolesterol baik dan menurunkan LDL/kolesterol jahat. Selain itu berolahraga juga membantu mengurangi berat badan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki kualitas makanan dan cara makan dengan mengurangi pemasukkan lemak terutama lemak jenuh (tersaturasi). Disarankan pemasukkan lemak tidak melebihi 30% dari kalori total dan lemak jenuh tidak melebihi dari total 8-10% dari total pemasukkan kalori.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Al-A’raf ayat 31:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image008.jpg" alt="" width="494" border="0" height="88" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Artinya:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Mengkonsumsi porsi makanan kaya akan buah dan sayuran yang mengandung anti oksidan, beta karoten vitamin C dan E, dan elemen selenium (ex: wortel, buah sitrun dan brokoli). Sebab makanan tersebut dapat di percaya sebab terdapat kemungkinan meningkatnya antioksidan bisa memperlambat atau mencegah proses penyumbatan artei dan menjaga agar tidak terjadi penumpukan plake di dinding arteri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Al-Baqarah ayat 22:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image010.jpg" alt="" width="476" border="0" height="128" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Artinya:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Al-Baqarah ayat 168&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image012.jpg" alt="" width="475" border="0" height="85" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Artinya:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Minum tiga gelas jus jeruk setiap hari. Hal ini dapat meningkatkan HDL sebesar 21%, dalam waktu empat minggu. Menurut ElZbieta Kurowska, Ph.D dari University of Westrn Ontario, kandungan flovonoid, bisa disebut hesperidin, dalam jus jeruk yang berpengaruh pada naiknya kadar HDL (Budiyanto, 2002).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari stres yang berlebihan. Stres bisa menyebabkan peningkatan kadar hormon epinefrin yang mengakibatkan naiknya tekanan darah dan denyut jantung sehingga mempermudah kerusakan pada dinding pembuluh darah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari pola hidup tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat dapat memicu timbulnya penyakit diabetes, darah tinggi dan kolesterol tinggi serta obesitas, faktor-faktor ini merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengkonsumsi neutriceutical/herba pilihan. Seperti Omega 3, yang terbukti mampu menekan LDL/kolesterol jahat, serta Spirulina yang memiliki kandungan antioksidan dan karotenoid dalam jumlah tinggi. Antioksidan akan mencegah timbulnya plak pada pembuluh darah akibat oksidasi radikal bebas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.      Hal-hal tersebut tadi oleh Yayasan Jantung Indonesia menjadi perhatian bidang penyuluhan yang harus terus mengingatkan kepada masyarakat melalui Panca Usaha Jantung Sehat  :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;S eimbang gizi&lt;br /&gt;E nyahkan rokok&lt;br /&gt;H indari stres&lt;br /&gt;A wasi tekanan darah&lt;br /&gt;T eratur berolah raga &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.2 Kolesterol dan Penyakit Jantung Koroner&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Kolesterol adalah salah satu turunan lemak. Bila kadar kolesterol dalam tubuh cukup, maka zat ini sangat berguna bagi tubuh untuk menjalankan fungsi beberapa organ tubuh seperti empedu, hormon, prekursor vitamin D, dan menggerakan fungsi beberapa bahan makanan. Oleh karena itu, apabila tubuh mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kolesterol secara berlebihan maka kolesterol dalam darah cenderung akan meningkat. Kolesterol darah yang berlebihan ini dapat mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang kemudian dapat menyebabkan penyakit jantung.&lt;br /&gt;Bahan makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi adalah : kuning telur, hati, otak, paru, usus, kepiting, kerang-kerangan, dan lain-lain (Wisasi, 2008). &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis) pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image014.jpg" alt="" width="430" border="0" height="297" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu penyebab jantung koroner adalah kebiasaan makan makanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Agar lemak mudah masuk dalam peredaran darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan di metabolisme menjadi kolesterol pembentukan asam empedu yang berfungsi sebagai pencerna lemak. Semakin banyak konsumsi lemak, berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah. Penumpukan kolesterol tersebut dapat menyebabkan (&lt;em&gt;arteriosklerosis&lt;/em&gt;) atau penebalan pada pembuluh nadi koroner (&lt;em&gt;arteria koronaria&lt;/em&gt;). Kondisi ini mengakibatkan kelenturan pembuluh nadi menjadi berkurang. Serangan jantung koroner pun akan lebih mudah terjadi ketika pembuluh nadi koroner mengalami penyumbatan. Ketika itu pula aliran darah yang membawa oksigen ke jaringan dinding jantung pun terhenti. Penyakit ini dulunya sering disebut penyakit orang tua, karena memang dulu cuma orang-orang tua saja yang berusia 50 tahunan yang rentan terkena penyakit ini. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh tinggi, peningkatan konsumsi makanan berserat setiap hari ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah yang berarti pula menurunkan risiko serangan penyakit mematikan ini. Dari hasil penelitian para ilmuwan dari &lt;em&gt;National Heart&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Lung and Blood Institut &lt;/em&gt;di &lt;em&gt;Bethesda, Maryland,&lt;/em&gt; Amerika dikatakan bahwa setiap penurunan1% kolesterol dalam darah akan menurunkan risiko serangan jantung koroner sebesar 2%.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Serat makanan yang efektif menurunkan kolesterol adalah serat yang larut dalam air. Jenis serat ini mudah difermentasikan oleh bakteri kolon (&lt;em&gt;laktobacillus&lt;/em&gt;) menjadi asam lemak rantai pendek (&lt;em&gt;short-chain faity acid&lt;/em&gt;) dan gas (&lt;em&gt;flatus&lt;/em&gt;). Asam lemak rantai pendek tersebut mampu mengikat asam empedu didalam usus. Berkurangnya asam empedu akan memperlambat penyerapan lemak. Hal ini berarti pula akan menurunkan kadar kolesterol darah. Selanjutnya, kelebihan asam empedu di pencernaan akan dibuang bersama – sama feses. Untuk memudahkan pengeluaran feses perlu dibantu dengan konsumsi serat tidak larut air.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;James Anderson &lt;/em&gt;dari &lt;em&gt;Universitas kentucky, Amerika Serikat,&lt;/em&gt; membuktikan bahwa pemberian 90g &lt;em&gt;oatmeal&lt;/em&gt; atau kacang-kacangan setiap hari pada penderita kolesterol tinggi, mampu menurunkan kolesterol darah hingga 20%. Penurunan lemak darah itu berasal dari pengurangan konsumsi lemak selama diet sebanyak 5% dan 15% sisanya merupakan angka penurunan kolesterol karena penambahan serat larut air dalam menu diet. Data tersebut juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh &lt;em&gt;Van Horn &lt;/em&gt;dari &lt;em&gt;American Heart Association&lt;/em&gt;. Menurut Horn dengan mengkonsumsi 60g makanan mengandung serat larut air seperti &lt;em&gt;oatmeal&lt;/em&gt; atau kacang – kacangan tiap hari, dapat menurunkan kolesterol darah sebanyak 5,6 – 6,5 mg.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyakit Jantung Koroner terjadi karena penyempitan/ penyumbatan pembuluh darah koroner yang berfungsi mendistribusikan darah dan oksigen ke otot jantung. Penyumbatan (plak aterosklerosis) disebabkan tertumpuknya endapan lemak (terutama kolesterol LDL), sel-sel otot polos pembuluh darah dan matriks ekstraseluler lainnya di sepanjang dinding arteri sebagai hasil proses yang berlangsung bertahun-tahun. Jika aliran darah berkurang secara bermakna, maka penderita perlu segera mendapat tindakan medis. Keluhan penderita PJK bervariasi. Umumnya &lt;em&gt;angina pectoris&lt;/em&gt;, rasa sakit di dada seperti tertekan benda berat yang kadang menjalar ke lengan, rahang, dan punggung. Ada pula penderita yang mengeluh leher seperti tercekik atau merasa sakit di ulu hati. Keluhan biasanya terjadi saat penderita melakukan aktivitas fisik atau stres yang membuat jantung berdenyut lebih kencang dan menuntut lebih banyak oksigen. Makanan khusus untuk penyakit jantung koroner bertujuan memberikan makanan rendah dalam kalori bagi pasien yang gemuk. Rendah dalam kolesterol bila ditemui kadar kolesterol tinggi. Kadar kolesterol normal adalah 150-250 mg %.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penurunan kolesterol hingga kurang dari 300 mg/ hari telah dianjurkan pada langkah pertama diet.&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="244"&gt; &lt;p align="center"&gt;KONSUMSI&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="264"&gt; &lt;p align="center"&gt;TARGET KADAR KOLESTEROL YANG DICAPAI&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="244"&gt;Makanan hewani &lt;&lt;&gt; &lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="264"&gt;&lt;&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="244"&gt;Makanan hewani &lt;&lt;&lt;&gt; &lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="264"&gt;&lt;&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketentuan-ketentuan yang digunakan untuk menunjukan nilai normal kadar kolesterol menurut Dr.Samsuridjal( Kompas, 2004) adalah:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a.  Kadar kolesterol total yang diinginkan dan diharapkan aman adalah dibawa 200mg/dl.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Kadar yang sudah mulai meningkat dan harus diwaspadai untuk mulai dikendalikan  adalah 200-239mg/dl.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c.  Kadar yang tinggi dan berisiko bagi pasien adalah sama atau diatas 240mg/dl.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ikan Cegah Penyakit Jantung Koroner&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai sumber protein hewani, ikan memang sempurna. Dengan harga yang relativ murah, ikan kaya akan protein, vitamin, mineral esensial, rendah kolesterol dan kadungan asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak.Banyak manfaat dari mengkonsumsi ikan, hingga hari pangan se dunia yang ke 16, pemerintah mengangkat tema Melalui Konsumsi Ikan Kita Tingkatkan Status Gizi Masyarakat. Sayangnya konsumsi ikan di kalangan masyarakat kita belum membudaya. Konsumsi ikan masarakat Indonesia per kapita per tahunnya masih tergolong rendah yaitu sekitar 19.14 kg. Hanya daerah Maluku dan Sulawesi Utara yang konsumsinya di atas 50 kg/kp/tahun. Sangat disayangkan, mengingat Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan hasil perikanan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ikan digolongkan menjadi ikan air tawar, ikan air laut dan ikan migrasi. Dilihat dari komposisi zat gizinya, ketiga jenis ikan ini sama kayanya akan nutrisi. Umumnya ikan kaya akan protein, lemak, kalsium, fosfor, besi dan retinol. Nutiri esensial ini sangat penting bagi tubuh, terutama anak dan remaja di masa pertumbuhan. Nilai cerna protein ikan sangat tinggi yaitu lebih dari 90%. Kondisi ini menjadikan ikan sangat mudah dicerna dan baik untuk lansia, anak-anak dan bayi. Mengingat kelompok balita dan lansia adalah usai rentan. Balita memiliki sistem pencernaan yang belum sesempurna orang dewasa. Sedangkan manula organ pencernaan yang fungsinya mulai menurun. Dua kelompok ini sangat disarankan mengkonsumsi ikan untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keunggulan lain dari ikan adalah rendahnya kandungan kolesterolnya. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi kesehatan, mengingat lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner. Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupakan salah satu cara diet tepat sebagai penangkal penyakit jantung koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masarakatnya rendah kasus penyakit jantung. Vitamin dan mineral juga banyak terdapat di dalam daging ikan. Golongan vitamin yang banyak terkandung di dalam ikan adalah golongan vitamin yang larut di dalam lemak, seperti vitamin A dan D. Sedangkan mineral yang dominan adalah fosfor, besi, kalsium, selenium dan iodium. Vitamin dan mineral ini bermanfaat baik bagi tubuh, seperti menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro. Berikut tabel komposisi zat gizi dari beberapa jenis ikan air tawar dan laut.&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;Ikan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;protein&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;lemak&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;kalsium&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;fosfor&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;besi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt;Kakap&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;20.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;0.7 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;20 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;200 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;1.0 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt;Peda&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;28.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;4.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;174 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;316 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;3 .1 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt;Teri kering&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;33.3 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;2.9 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;1209 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;1225 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;3.0 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt;Bandeng&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;20.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;4.8 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;20 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;150 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;2.0 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt;Ikan mas&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;16.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;2.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;20 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;150 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;2.0 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt;Lele&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;18.2 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;2.2 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;34 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;116 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;0.2 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt;Kembung&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;22.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;1.0 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;20 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;200 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="98"&gt; &lt;p align="center"&gt;1.0 mg&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Oey Kam Nio. Daftar Analisis Bahan Makanan.1995&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Anak Obesitas Rentan Penyakit Jantung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebuah kampanye peringatan dari World Heart Organization mengungkapkan anak-anak gemuk atau obesitas memilki resiko tiga hingga lima kali lebih besar kemungkinan mengalami serangan jantung atau stroke. Hal ini diperparah buruknya pola makan dan jarangnya berolah raga sehingga serangan jantung dan stroke atau stroke bisa dialami diusia-usia dini. Jumlah anak yang mengalami obesitas meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun dimana angka tersebut sebesar 10% nya terjadi pada anak berusia 6 tahun dan meningkat menjadi 17% pada mereka yang berusia 15 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut World Heart Federation obesitas, pola makan yang buruk, merokok dan tidak berolah raga menjadi factor serius kerusakan kesehatan remaja mendatang. Karena itu, federasi jantung dunia menghimbau untuk melindungi anak dari lingkungan pemicu serangan jantung dengan mengajarkan kebiasaan makan yang sehat dan membatasi makan-makanan yang tidak sehat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain obesitas, organisasi juga memperingati resiko rokok terhadap masa depan kesehatan jantung anak-anak. Anak-anak yang menghisap asap cenderung menderita banyak penyakit dari perokok aktif dan 25% lebih besar terkena resiko kanker paru-paru dan penyakit jantung dan 80% lebih besar terhadap resiko stroke.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dampak Obesitas pada Anak:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;o   Gangguan psiko-sosial, misalnya rendah diri karena diolok-olok teman akibat berbagai perbedaan dengan sesama&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;o   Pertumbuhan fisik yang lebih cepat. Usia tulang juga menjadi lebih cepat disbanding dengan umur biologiknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;o   Gangguan pernafasan umpamannya tidur mrndengkur, sering mengantuk disiang hari atau infeksi saluran nafas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;o   Obesitas berlanjut sampai usia dewasa terutama apabila dimulai pada masa prapubertas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;o   Penyakit degeneratif maupun metabolic seperti darah tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan kelebihan kolesterol maupun lemak protein .&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam penelitian yang dilakukannya oleh seorang dokter selama tiga bulan, mereka mengamati kecenderungan anak-anak usia 6-12 tahun di tiga sekolah dasar (SD) swasta di Jakarta. Hasilnya, antara lain, ia mendapati sekitar 27,5% murid di ketiga SD itu mengalami kelebihan bobot tubuh. Jumlah mereka 254 anak, 157 laki-laki dan 97 perempuan. Peneliti juga mencoba memantau prevalensi faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner pada anak-anak yang kegemukan itu. Termasuk juga pola makan mereka umumnya. Selama penelitian itu, peneliti mengukur tinggi, berat badan, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul. Untuk variabel independennya, digunakan tiga parameter antropometrik, yakni lingkar pinggang, rasio pinggang terhadap tinggi, dan rasio pinggang terhadap pinggul. Sedangkan variabel dependennya adalah total kolesterol, kolesterol HDL, kolesterol LDL, indeks atherogenic, gaya hidup, tekanan darah sistolik (SBP), dan tekanan darah diastolik (DBP).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian itu cukup mengejutkan. Bukan saja angka 27,5% anak-anak usia SD itu mengalami obesitas. Yang lebih mengkhawatirkan, tekanan darah sistolik sebagian mereka yang kegemukan itu (sekitar 33,1%) meningkat. Sebagian lagi, sebanyak 20%, memperlihatkan kenaikan tekanan darah diastolik. Dengan kata lain, pada anak-anak itu sudah tampak risiko terkena penyakit jantung koroner. Ternyata sebanyak 64% anak yang diteliti melahap kalori 20% lebih besar dari batas yang disarankan badan kesehatan dunia, WHO. Badan dunia tersebut selama ini sudah mematok, kebutuhan kalori yang normal pada anak-anak adalah 1.800-2.000 kalori per hari. Sebanyak 72% dari mereka yang diteliti melahap lemak 30% lebih banyak dari kebutuhan yang normal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk jumlah kasus anak obese, hasil penelitian itu tak meleset jauh dari angka yang dilansir dr. Rachmad Sugih. Ahli gizi dari FK-UI ini menyatakan, prevalensi obesitas di negeri ini pada 2002 berkisar 22%-24%. Dengan kata lain, sekitar 48-53 juta penduduk Indonesia mengalami kegemukan. Padahal, menurut Rachmad, tiga tahun sebelumnya, prevalensi obesitas ini baru sekitar 15%-20%.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meningkatnya kasus-kasus obesitas ini memang bukan hanya ada di Indonesia. Badan kesehatan dunia, WHO, bahkan menyatakan masalah kelebihan bobot tubuh ini sudah menjadi epidemi dunia. Menurut laporan Newsweek edisi 11 Agustus silam, kasus obesitas di dunia meningkat 50% dalam sepuluh tahun terakhir ini. Pada lembaga obesitas internasional di London, Inggris, memperkirakan sebanyak 1,7 milyar orang di bumi ini mengalami kelebihan berat badan. Menurut laporan itu, Panama dan Kuwait tercatat sebagai dua negara dengan prevalensi obesitas tertinggi di dunia, yakni sekitar 37%. Setelah itu Peru (32%) dan Amerika Serikat (31%). Di Brasil, lonjakan obesitas yang cukup mengejutkan justru pada anak-anak, dengan kenaikan kasus sebesar 239%. Data kenaikan obesitas di Amerika Serikat pun dikeluarkan oleh badan pusat statistik kesehatan nasional, NCHS. Menurut lembaga itu, hampir sepertiga penduduk negeri itu tergolong obese. Jumlahnya yang sekitar 31% pada 2000 itu meningkat dua kali lipat dibanding dua dekade sebelumnya yang hanya sekitar 15%.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Eropa, kasus serupa dialami Inggris. Menurut angka yang dilansir dalam konferensi obesitas internasional di Milan, Italia, pada 6 September silam, “negeri pizza” itu menjadi negara nomor wahid dalam kasus obesitas pada anak-anak, dengan angka prevalensi 36%. Di bawahnya, menurut Tim Obesitas Internasional, adalah Spanyol, dengan prevalensi 27%. Kasus serupa juga dihadapi Inggris, negara lainnya yang cukup terancam dengan kasus obesitas pada anak-anak. Malah, sebuah penelitian obesitas pada anak di negeri itu memperlihatkan persentase dan hasil tak jauh berbeda dengan penelitian dr. Damayanti. Hasil riset di Inggris ini menyebutkan, 26% dari semua anak obese usia 11-14 tahun yang diteliti sudah memperlihatkan beberapa faktor risiko terkena penyakit jantung koroner. Faktor-faktor itu, antara lain, gejala tekanan darah tinggi dan meningkatnya kadar lemak jahat (Salim, 2003).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Obesitas alias kegembrotan memang kerap didekatkan dengan penyakit jantung. Dari kasus-kasus penyakit jantung di dunia, sekitar 21% terkait dengan masalah bobot tubuh sangat berlebihan ini. Kaitan obesitas dengan penyakit jantung terletak pada adanya unsur &lt;em&gt;enzim lipase&lt;/em&gt; dalam lemak. Di dalam pembuluh darah, lipid berbentuk trigliserida yang bisa berasal dari beragam makanan, termasuk yang mengandung karbohidrat. Jika kalori dalam tubuh tidak segera digunakan, &lt;em&gt;trigliserida&lt;/em&gt; akan bertumpuk di sel-sel lemak, tak terkecuali di jantung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3 Lemak dan Penyakit Jantung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lemak adalah salah satu sumber tenaga. Satu gram lemak dapat menghasilkan 9 kkal. Namun, konsumsi lemak yang berlebihan dapat merugikan kesehatan tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Adapun jenis-jenis lemak  sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lemak dalam makanan dapat berbentuk padat maupun cair (minyak). Kedua bentuk lemak ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Lemak tidak jenuh dibagi menjadi dua jenis yaitu lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a         Lemak jenuh : adalah lemak yang dalam struktur kimianya mengandung asam lemak jenuh. Apabila lemak jenis ini dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, maka dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Bahan makanan yang mengandung lemak jenuh adalah : Minyak kelapa, keju keras, lemak hewani. Lemak tak jenuh tunggal : lemak jenis ini mempunyai pengaruh sedikit terhadap peningkatan kadar kolesterol darah. Bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal adalah minyak zaitun, minyak biji kapas, minyak wijen, minyak kelapa sawit.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b        Lemak tak jenuh ganda : lemak jenis ini mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol darah. Bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh ganda adalah : minyak jagung, minyak repeseed, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak biji bunga matahari, minyak ikan (Wisesa, 2008).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga macam sumber utama lemak dalam makanan yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Lemak yang tak kelihatan : adalah lemak yang secara alamiah terdapat dalam bahan makanan. Bahan makanan yang mengandung tinggi lemak tak kelihatan sssadalah daging, telur, biji-bijian dan kacang-kacangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemak kasat mata : adalah lemak yang terlihat      oleh mata biasa, seperti minyak goreng, gajih, margarin dan      lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemak yang ditambahkan : adalah lemak yang secara komersial ditambahkan ke dalam makanan, seperti pastry, ice-cream, pie, cake (kue) atau makanan yang digoreng (Wisessa, 2008)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lemak mengangkut beberapa vitamin ke seluruh tubuh. Lemak dipakai untuk membuat hormon dan dinding sel, melindungi organ tubuh dan melumasi beberapa bagian tubuh yang bergerak. Namun terlalu banyak lemak dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pankreatitis. Sebagian besar lemak di tubuh kita berbentuk sebagai trigliserida. Kolesterol adalah bentuk lemak yang lain. Agar dapat diangkut oleh darah, lemak dibungkus oleh molekul protein. Kumpulan lemak yang terbungkus protein ini disebut lipoprotein. Ukuran lipoprotein berbeda-beda. Yang lebih kecil disebut lipoprotein dengan daya larut rendah (&lt;em&gt;low density lipoprotein&lt;/em&gt;/LDL) atau lipoprotein dengan daya larut sangat rendah (&lt;em&gt;very low density lipoprotein&lt;/em&gt;/VLDL). Molekul ini mengangkut lemak dari hati ke bagian tubuh lain. Terlalu banyak LDL atau VLDL dapat menyebabkan lemak menumpuk di dinding pembuluh nadi. Penyempitan ini dapat menyebabkan pengiriman oksigen ke otot jantung berkurang, dengan akibat serangan jantung.Lipoprotein yang lebih besar disebut lipoprotein dengan daya larut tinggi (&lt;em&gt;high density lipoprotein&lt;/em&gt;/HDL). HDL dianggap sebagai lipoprotein yang ‘baik’ karena mengeluarkan lemak dari pembuluh darah dan mengembalikannya ke hati untuk diproses lagi. Kadar HDL yang tinggi melindungi kita dari penyakit jantung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Faktor Resiko Yang Menyebabkan Penyakit Jantung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di bawah ini terdapat beberapa faktor resiko yang berperan terhadap terjadinya penyakit jantung koroner :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor resiko terkena penyakit jantung yang berhubungan dengan lemak :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;" type="square"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Hyperlipidemia &lt;/em&gt;or dyslipidemia      merupakan peningkatan kadar lemak dan atau lipoprotein di dalam darah. &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Hyperkolesterolimia &lt;/em&gt;adalah penigkatan kadar kolesterol melebihi batas normal (&gt;=240 mg/dl). Hiperkolesterolemia merupakan faktor utama pembentukan ateroskerosis yang mengawali terjadinya penyakit kardiovaskuler. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hiperkolesterolemia, salah satu diantaranya adalah merokok.&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Hypertrigeliseridemia&lt;/em&gt; yaitu peningkatan kadar trigliserida darah di atas batas normalnya. Menurut National Cholesterol Educational Program, Expert Panel on Adult Treatment Panel III (2002) bahwa kadar trigliserida darah normal yaitu kurang dari 150 mg/dl. American Heart Association Scientific Statement dalam jurnal Circulation (2004) menyebutkan bahwa hipertrigliseridemia bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner, walaupun tidak “sehebat” kolesterol LDL tinggi. Selain itu, hipertrigliseridemia bersama obesitas dapat menyebabkan perlemakan hati (fatty liver), insulin resisten pemicu terjadinya penyakit kencing manis. Hipertrigliseridemia bisa terjadi karena asupan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;trigliserida      eksogen dan produksi trigliserida endogen serta pembebasan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;trigliserida      dari jaringan lemak tubuh yang berlebihan. Selain itu,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;hipertrigliseridemia      sering terjadi pada orang yang menderita obesitas.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Trigliserida      eksogen berasal dari makanan yang mengandung lemak tinggi.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Makanan      sumber trigliserida utama yaitu minyak goreng, makanan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;tipis-tipis      dan camilan digoreng, lemak hewani, butter, margarine, keju.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Makanan      sumber trigliserida tinggi lainnya adalah kulit, sop buntut, sop kaki&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(kikil),      jerohan seperti otak, lidah, hati, usus, babat.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Trigliserida      endogen diproduksi hati dari makanan sumber karbohidrat&lt;em&gt; &lt;/em&gt;sederhana      dan karbohidrat olahan. Makanan sumber karbohidrat sederhana&lt;em&gt; &lt;/em&gt;banyak      pada gula pasir, teh manis, sirup, minuman ringan manis, juice,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;permen,      coklat, ice-cream, cake. Sedangkan makanan sumber karbohidrat&lt;em&gt; &lt;/em&gt;olahan      adalah makanan asal tepung terigu dan tepung beras seperti&lt;em&gt; &lt;/em&gt;martabak,      donat, kue-kue, cookies, crackers, cake, roti putih tidak berserat,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;mie,      bihun.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Agar trigliserida menjadi normal yaitu kurang dari 150      mg/dl, Anda&lt;em&gt; &lt;/em&gt;harus mengurangi asupan trigliserida eksogen, mencegah      produksi&lt;em&gt; &lt;/em&gt;trigliserida endogen dan menambah penggunaan trigliserida.      Selain itu, Anda juga&lt;em&gt; &lt;/em&gt;bisa mencegah terjadinya hipertrigliseridemia      dengan cara mempertahankan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;berat badan ideal. Asupan trigliserida      eksogen dikurangi dengan cara&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Anda menghindari konsumsi makanan      sumber lemak tinggi seperti makanan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;tipis dan camilan digoreng,      lemak hewani, butter, margarine, keju, kulit,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;sop buntut, sop kaki      (kikil), jerohan seperti otak, lidah, hati, usus,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;babat.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Produksi      trigliserida endogen dicegah dengan cara Anda menghindari&lt;em&gt; &lt;/em&gt;konsumsi      makanan sumber karbohidrat sederhana dan karbohidrat olahan tinggi&lt;em&gt; &lt;/em&gt;seperti      gula pasir, teh manis, sirup, minuman ringan manis, juice,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;permen,      coklat ice-cream, cake, makanan asal tepung terigu dan tepung beras&lt;em&gt; &lt;/em&gt;seperti      martabak, donat, kue-kue, cookies, crackers, cake, roti putih&lt;em&gt; &lt;/em&gt;tidak      berserat, mie, bihun.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Penggunaan trigliserida untuk mencegah      hipertrigliseridemia bisa&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dilakukan dengan cara menambah penggunaan energi di dalam tubuh. Anda bisa melakukan olahraga kesegaran jasmani untuk menambah penggunaan energi.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Olahraga aerobik sesuai      kaidah-kaidah kedokteran olahraga seperti jalan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;kaki, jogging,      senam, renang merupakan olahraga kesegaran jasmani yang&lt;em&gt; &lt;/em&gt;menggunakan      trigliserida sebagai sumber energi.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Makanan yang baik untuk      dikonsumsi adalah makanan alamiah, gizi&lt;em&gt; &lt;/em&gt;seimbang, beragam dan      bervariasi sesaui kebutuhan. Anda bisa mengonsumsi&lt;em&gt; &lt;/em&gt;makanan berupa      gabungan dan kombinasi nasi atau roti gandum berserat, lauk&lt;em&gt; &lt;/em&gt;pauk      asal hewani rendah lemak dan kolesterol seperti ikan, lauk pauk&lt;em&gt; &lt;/em&gt;asal      nabati seperti tahu, tempe, dan sayuran.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Makanan selingan yang baik      adalah buah-buahan segar, seperti buah apel,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;jeruk, melon, pepaya,      nenas. Selain itu, Anda      bisa mengonsumsi susu&lt;em&gt; &lt;/em&gt;rendah lemak dengan takaran encer (Primana,2008).&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mengukur Trigliserida&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tingkat trigliserida dalam darah meningkat cepat setelah kita makan. Kita harus puasa makan sedikitnya delapan jam sebelum contoh darah kita diambil untuk tes tersebut. Banyak orang dengan HIV mempunyai tingkat trigliserida yang sangat tinggi, terutama yang memakai PI. Tingkat trigliserida di bawah 1,7 dianggap normal. Tingkat di atas 11 dapat menyebabkan pankreatitis.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mengukur Kolesterol&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kolesterol total mencakup LDL yang ‘buruk dan HDL yang ‘baik’. Kolesterol total tidak begitu cepat berubah setelah kita makan, jadi darah untuk tes ini dapat diambil kapan saja. Tingkat kolesterol total di bawah 5,2 dianggap baik, dan di atas 6,2 dianggap buruk. &lt;strong&gt;HDL &lt;/strong&gt;adalah kolesterol baik. Kolesterol ini dapat diukur pada contoh darah yang diambil tanpa puasa. Semakin tinggi tingkat HDL semakin baik. Tingkatnya di atas 1,0 dianggap baik. &lt;strong&gt;LDL &lt;/strong&gt;adalah kolesterol buruk. Tingkat LDL dihitung memakai rumusan yang mencakup tingkat trigliserida. Contoh darah yang diambil setelah puasa dipakai untuk mengukur tingkat trigliserida atau untuk menghitung kolesterol LDL. Tingkat LDL di bawah 2,6 dianggap baik, sedangkan bila di atas 4,1 menunjukkan risiko tinggi terhadap penyakit jantung. Analisis terhadap hasil uji coba klinis yang baru dilakukan menemukan bahwa, untuk pasien berisiko tinggi penyakit jantung, LDL sebaiknya diturunkan di bawah 1,8.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.4 Serat dan Penyakit Jantung &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Serat dalam bahan pangan yang tidak dicerna mempunyai sifat yang positif bagi gizi dan metabolisme. Serat merupakan komponen dari jaringan tanaman yang tahan terhadap proses hidrolisis oleh enzim lambung dan usus kecil. Serat tersebut berasal dari dinding sel dan berbagai sayuran dan buah – buahan. Secara kimia dinding sel tersebut terdapat dalam jenis karbohidrat seperti: sellulosa, hemi sellulosa, pectin, dan non karbohidrat seperti: polimer lignin. Senyawa pectin berfungsi sebagai bahan perekat antara dinding sel yang satu dengan yang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fungsi serat ternyata melibatkan asam empedu, jika mengkonsumsi serat yang tinggi maka pengeluaran asam empedu akan mengeluarkan lebih banyak kolesterol dan lemak yang dikeluarkan bersama feses. Dalam hal ini fungsi serat adalah mencegah adanya penyerapan kembali asam empedu kolesterol dan lemak, sehingga serat dikatakan mempunyai efek hipolidemik yang sangat bermanfaat bagi penderita hiperkolesterolemia yang dapat berkembang menjadi gangguan fungsi jantung. Serat makanan merupakan bagian makanan yang tidak dapat dicerna oleh cairan pencernaan (enzim), sehingga tidak menghasilkan energi atau kalori. Serat makanan ini termasuk golongan karbohidrat yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, pektin dan gum. Selulosa dan hemiselulosa tedapat pada bekatul atau sekam padi, kacang-kacangan, dan hampir pada semua buah dan sayuran. Serat dapat mengurangi kolesterol dalam darah, dan mengurangi penyakit aterosklerosis. Serat yang dapat diurai di dalam usus halus berubah menjadi cairan yang lengket atau selaput lendir, kekentalan dan kesempurnaan lapisan lendir merupakan selapis penghalang yang bersifat membatasi kecepatan daya serap usus kecil. Para pakar menganggap bahwa jumlah serat mempunyai kaitan tertentu dengan kekentalan kolesterol plasma. Karena serat dapat bersatu dengan asam empedu dan dikeluarkan bersama tinja berupa bilirubin. Bagi yang pemasukan seratnya kurang, maka enzim empedu yang dikeluarkan pada tinja juga sedikit, sehingga kolesterol meningkat, dan menambah risiko terjangkitnya pengerasan pembuluh darah dan penyakit jantung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada orang yang banyak mengkonsumsi karbohidrat dengan glychemic index yang tinggi (GI) akan dapat mengganggu kesehatan tubuhnya dalam hal ini adalah penyakit jantung yang dapat mengakibatkan kematian pada penderita. Penjelasan ilmiahnya adalah, bahwa ketika karbohidrat dipecah dan glukosa dilepaskan kedalam darah, kehadiran glukosa ini memberi tanda pada pancreas untuk mengeluarkan insulin, yaitu suatu hormon yang mengankut glukosa kedalam sel – sel tubuh. Jika karbohidrat mempunyai GI yang tinggi maka gluosa akan menyebar ke dalam sistem tunuh dan insulin juga akan dikeluarkan dengan cepat yang ini akan berdampak dengan membanjirnya hormon insulin, jika terjadi berulang kali dapat menaikkan kadar glukosa dalam darah. Dalam sebuah penelitian “British Medical Journal” menunjukkan bahwa pada orang – orang yang pada glukosanya lebih tinggi dari normal mempunyai resiko 2,5 X lebih besar menibggal karena penyakit jantung. Beberapa penelitian pada manusia telah menemukan hubungan berbalikan antara asupan serat dan risiko penyakit jantung koroner. Beberapa peneliti menduga bahwa serat mencegah penyakit jantung melalui perannya dalam mencegah kegemukan, penggumpalan darah, dan aterosklerosis. peneliti lain masih meragukan bahwa serat per se bukan faktor pelindung yang sebenarnya. mereka beranggapan bahwa mengonsumsi makanan berserat tinggi merupakan ciri dari gaya hidup dan pola makan sehat yang berperan pada menurunnya resiko penyakit jantung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rata-rata negara di dunia ini menetapkan sebanyak 30 gr  kebutuhan&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;akan serat setiap harinya. Makanan berserat tinggi sangat penting bagi tubuh, karena tidak tercerna oleh enzim yang disekresikan oleh tubuh. Burkitt dkk.(1974) adalah yang pertama kali menunjukkan hubungan antara konsumsi serat denga insiden kanker kolon, kemudian berkembang ke kardiovaskuler dan penyakit lainnya. Juka dikemukakan bahwa vegetarian yang mengkonsumsi lebih banyak serat makanan tidak banyak penyakitnya (mereka juga secara umum mengkonsumsi sedikit protein hewan, lebih banyak vitamin dan sedikit kolesterol). Yang termasuk dalam kategori serat adalah selulose dan hemi selulose dari dinding sel tanaman, pectin (bagian dari buah – buahan yang digiling) yang semuanya termasuk dalam karbohidrat. Serat yang berasal dari golongan karbohidrat sangat penting untuk menggantikan kolesterol yang hilang akibat penurunan lemak jenuh. Makanan yang mengandung serat adalah serealia, gandum jagung, dedak, kacang – kacangan, sayur serta buah -buahan.&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" width="408"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan Serat pe 100 gram Makanan&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="168"&gt;&lt;strong&gt;Jenis Makanan&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="240"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan Serat dalam Gram&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="168"&gt;&lt;strong&gt;Kacang Kedelai&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kacang Tanah&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kacang Hijau&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jagung&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedelai Bubuk&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kecap Kental&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tahu&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Susu Kedelai&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Taoge&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tempe&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="240"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;4,9&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;2&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;4,1&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;2,9&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;2,5&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,6&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,1&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,1&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,7&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : IPB&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" width="408"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan   Serat Per 100 Gram Buah&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="180"&gt;&lt;strong&gt;Jenis Buah&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="228"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan Serat dlm Gram&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="180"&gt;&lt;strong&gt;Alpukat&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Anggur&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apel&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Belimbing&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jambu biji&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jeruk bali&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jeruk sitrun&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mangga&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Melon&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nanas&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pepaya&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pisang&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semangka&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sirsak&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Srikaya&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="228"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;1,4&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;1,7&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,7&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,9&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;5,6&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,4&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;2&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,4&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,3&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,4&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,7&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,6&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,5&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;2&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;0,7&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : IPB&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="382"&gt;Kandungan Serat pada 100 gram Sayuran&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="199"&gt;&lt;strong&gt;Jenis Sayuran&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="183"&gt;Kandungan Serat dalam   gram&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="199"&gt;Bayam&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;p&gt;Kangkung&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daun Pepaya&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daun Singkong&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kol&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sawi Hijau&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seledri&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selada&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tomat&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paprika&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cabai&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buncis&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kacang Panjang&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bawang Putih&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bawang Merah&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kentang&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lobak&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wortel&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Brokoli&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kembang Kol&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asparagus&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jamur&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="183"&gt;&lt;strong&gt;0,8&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2,1&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,7&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,6&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,3&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2,5&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,1&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,6&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,3&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,7&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,9&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,5&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,9&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;0,6&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : IPB&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada korelasi langsung antara kadar serat diet (selulose dan hemiselulose) dengan gerak laju zat – zat makanan ingesta melalui saluran pencernaan. Diperkirakan serat dapat melembekkan feses, sehingga mengurangi tekanan pada dinding kolon dan mempercepat pengeluaran feses.  Pengkonsumsian serat yang terlarut dalam jumlah tinggi sekitar 15-30 gr/hari, telah menunjukkan kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dengan cara mengikatnya dengan garam – garam dan asam – asam empedu yang terbentuk dari kolesterol. Pengikat ini mencegah terjadinya aterosklerosis. Serat terlarut dapat ditemukan pada gandum, elai, kacang-kacangan dan beberapa buah-buahan dan sayur-sayuran. Serat seharusnya ditambahkan secara bertahap untuk mencegah adanya gejala ketidakberesan dalam gastrointestinal yang dapat terjadi seiring dengan fungsinya.&lt;/p&gt; &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;Kebutuhan dan Sumber Serat&lt;/h1&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada kesepakatan umum, orang dewasa mestinya mengonsumsi serat 20 – 35 g per hari atau 10 – 13 g per 1.000 kkal menu. Bagi masyarakat AS dianjurkan mengonsusmi serat makanan 25 g per 2.000 kkal menu atau 30 g per 2.500 kkal menu sehari. Kenyataannya, asupan serat makanan pada masyarakat AS lebih rendah dari anjuran, umumnya 10 – 15 g per hari. Asupan serat 20 – 35 g setara 9 – 13 buah apel atau 12 – 16 potong roti gandum per hari. Selain itu bila asupan makanan seseorang adalah 2000 kkal, maka kebutuhan seratnya adalah antara 20 hingga 26 gram setiap hari.Asupan serat orang Asia tidak jauh berbeda. Rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia adalah 10,5 gram (Hasil riset Puslitbang Gizi Depkes RI tahun 2001). Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia baru memenuhi kebutuhan seratnya sekitar 1/3 dari kebutuhan ideal rata-rata 30 gram setiap hari. Yang mengherankan, rata-rata konsumsi serat masyarakat Yogjakarta jauh lebih tinggi dibanding konsumsi serat masyarakat Jawa Barat. Ini merupakan salah satu bukti bahwa untuk memenuhi kebutuhan serat sebaiknya dipenuhi dari beragam menu makanan, tidak hanya dari lalapan saja (Anonymous,2008). Pada masyarakat Singapura, berdasarkan survei 1983, asupan serat rata-rata 15 g per hari. Begitu pula di Hongkong (1995), asupan serat kurang dari 10 g sehari, seperti dilaporkan &lt;em&gt;Food Facts Asia&lt;/em&gt; (1999).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai saat ini belum ada penelitian tentang asupan serat untuk bayi dan anak-anak di bawah umur dua tahun. Bagi orang tua, asupan serat makanan yang dianjurkan 10 – 13 g per 1.000 kkal. Minum juga memadai untuk menghindari gangguan pencernaan, termasuk konstipasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk anak-anak dan remaja umur 2 hingga 20 tahun. Menurut rekomendasi ADA (American Dietetic Association), kebutuhan seratnya sama dengan umur (dalam tahun) ditambah 5 gram serat setiap hari. Misalnya untuk anak berusia 5 tahun, maka kebutuhan seratnya adalah 10 gram atau (5 + 5) gram setiap hari. Kebiasaan pola makan yang kaya serat sebaiknya diperkenalkan sejak dini, misalnya 2 tahun, karena pada masa inilah seseorang belajar akan pola makan yang sehat. Pola makan dengan kandungan gizi lengkap-seimbang pada masa ini menjadi sangat penting karena merupakan langkah pencegahan akan beragam penyakit degeneratif di masa dewasa dan tua. Pada usia 20 tahun, kebutuhan seratnya sudah mencapai 25 gram atau (20 + 5) gram serat setiap hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cara memenuhi kebutuhan ideal serat hingga mencapai 25 gr – 35 gr setiap hari terpenuhi bila setiap hari mengkonsumsi :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;" type="circle"&gt;&lt;li&gt;2 – 3 porsi nasi dari beras tumbuk yang masih ada kulit arinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 – 2 porsi      biji-bijian ( kacang hijau , kedelai , lady finger )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4- 6 porsi sayur &amp;amp; buah-buahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ditambah 8 – 10 gelas      air agar serat berfungsi optimal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, pada jaman modern ini orang cenderung memilih makanan yang praktis &amp;amp; enak seperti junk food, hot dog, hamburger, sop Buntut, jeroan goreng sea food, sate es krim dan fried chicken yang juga merpakan makanan mewah yaitu maknan yang umumnya diolah dari bahan-bahan makanan yang mempunyai protein tinggi, kadar kolesterol dan lemak tinggi terutama lemak hewani tetapi rendah serat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.5 Tomat dan penyakit Jantung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tomat merupakan buah yang tak asing lagi bagi masyarakat kita. Dalam kehidupan sehari-hari tomat memegang peranan penting.,terutama bagi ibu rumah tangga yang gemar memasak. Pada tomat mengandung vitamin dan mineral sehingga tomat memiliki warna yang merah merekat, rasanya segar, manis dan agak kenasam-masaman. Dalam sebuah tomat terdapat 30 kalori, vitamin C 40 mg, vitamin A 1500 SI, zat besi, kalsium dan lain-lain sehingga tomat juga berguna bagi orang-otang yang ingin langsing. Sebab zat tersebut bergizi tetapi tidak menggemukkan. Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tabel Kandungan Gizi Tomat/100 g&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="295"&gt;Tomat   Masak&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="295"&gt;Tomat   Muda&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="148"&gt;Kalori &lt;p&gt;Protein&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lemak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karbohidrat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalsium&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vitamin A&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Viamin C&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="148"&gt;20 kkal &lt;p&gt;1.0 g&lt;/p&gt; &lt;p&gt;0.3 g&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.2 g&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5 mg&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1500 SI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;40 mg&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="148"&gt;Kalori &lt;p&gt;Protein&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lemak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karbohidrat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalsium&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vitamin A&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vitamin C&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="148"&gt;23 kkal &lt;p&gt;2.0 g&lt;/p&gt; &lt;p&gt;0.7 g&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.3 g&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5 mg&lt;/p&gt; &lt;p&gt;320 SI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;30 mg&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="148"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="148"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="148"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="148"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan. Depkes (1979)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan Kimia &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buah mengandung alkaloid solanin (0,007%), saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk rutin), protein, lemak, gula (glukosa, fruktosa), adenine, trigonelin, kholin, tomating, mineral, (Ca, Mg, P, K, Na, Fe, sulfur, chlorine), vitamin (B1, B2, B6, C, E, likopen, niasin), dan histamine. Rutin dapat memperkuat dinding pembuluh darah kapiler. Klorin dan sulfur adalah trace element yang berkasiat detoksikan. Klorin alamiah menstimulir kerja hati dari terjadinya sirosis hati dan penyakit hati lainnya. Likopen adalah pigmen kuning betakaroten pada tomat. Tomatin berkasiat antibiotic. Daun mengandung pektin dan alkaloid.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat. Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman ini dapat tumbuh dimana saja, asal masih bisa mendapatkan sinar matahari yang penuh sepanjang hari. Jumlah penyinaran matahari akan mempemgaruhi banyaknya kadar vitamin dalam buah tomat. Kadar vitamin C buah tomat akan rendah bila tanaman mendapat jumlah penyinaran yang rendah. Demikian juga sebaliknya. Jumlah penyinaran yang tinggi menyebabkan kadar vitamin C yang tinggi juga. Dalam buah tomat terkandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung didalamnya adalah vitamin C, vitamin A (karoten), dan mineral. Nilai gizi buah tomat segar (dari tiap 100 gr buah) menurut Directorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1972) adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;Zat gizi&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;Nilai gizi&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;1. karoten (Vit A)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;1500 S.I&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;2. Thiamin (vit B)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;60 mg&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;3. Riboflamin (Vit B&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image016.gif" alt="" width="11" border="0" height="23" /&gt;)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;-&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;4. Asam Askorbat (Vit C)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;40 mg&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;5. Protein&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;1 g&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;6. Karbohidrat&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;4,2 g&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;7. Lemak&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;0,3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;8. Kalsium (Ca)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;5 mg&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;9. Fosfor (P)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;27 mg&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;10. Zat besi (Fe)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;0,5 mg&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="276"&gt;11. Bagian yang dapat dimakan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="252"&gt;95%&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.1 Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a.       Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh pentakit jantung seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut “angina”) dan penyakit jantung rematik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b.      Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Selain LDL, faktor risiko lain yaitu: merokok, HDL rendah (&lt; href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/06/diet-teraphy-pada-penyakit-jantung/void%280%29"&gt;Hipertensi, faktor usia, adanya riwayat keluarga langsung/sedarah yang menderita penyakit jantung/stroke.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c.       Salah satu penyebab jantung koroner adalah kebiasaan makan makanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d.      Kadar kolesterol normal adalah 150-250 mg %.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;e.       Gejala-gejala penyakit jantung dapat dideteksi dengan satu atau gabungan tanda-tanda berikut : sakit di dada seperti ditusuk, sakit di dada biasanya disertai dengan sesak napas, mudah letih dan telapak tangan berkeringat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;f.       Fungsi serat adalah mencegah adanya penyerapan kembali asam empedu kolesterol dan lemak, sehingga serat dikatakan mempunyai efek hipolidemik yang sangat bermanfaat bagi penderita hiperkolesterolemia yang dapat berkembang menjadi gangguan fungsi jantung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;g.      Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan, .  gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;h.      Menurut World Heart Federation obesitas, pola makan yang buruk, merokok dan tidak berolah raga menjadi factor serius kerusakan kesehatan remaja mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.2 Saran &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Setelah di ketahui diet teraphy pada penyakit jantung diharapakan pembaca lebih tahu dan memahami apa yang dimaksud dengan penyakit jantung dan macam-macamnya, faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit jantung, dampak yang diberikan, dan bagaimana cara pencegahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Masyarakat dapat mengkonsumsi lebih banyak makanan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Masyarakat dapat lebih menjaga kesehatan dan dapat hidup lebih teratur lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anonymous. 2008. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sehat dengan Serat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; . &lt;/em&gt;(&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://nusaindah.tripod.com/tabelseratsayuran.htm"&gt;http://nusaindah.tripod.com/tabelseratsayuran.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;). Diakses Tanggal 25 April 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anonymous. 2008. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Serat, Benteng terhadap Aneka Penyakit.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (&lt;a href="http://www.indomedia.com/intisari/2001/Juli/warna_serat.htm"&gt;http://www.indomedia.com/intisari/2001/Juli/warna_serat.htm&lt;/a&gt;). Diakses pada tanggal 11 Mei 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anonymous. 2008. Fibre For Life-Dietary. (http//:www.google.com). Diakses pada tanggal 11 Mei 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Budiyanto, Dr. H. Agus K. 2002. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gizi dan Kesehatan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. UMM Press: Malang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://zaifbio.wordpress.com/DOCUME%7E1/Huzaifah/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image017.gif" alt="" width="158" height="2" /&gt; . 2005. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dasar-Dasar Ilmu Gizi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. UMM Press: Malang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;G&lt;a href="mailto:gwaspada@gizi.net"&gt;waspada&lt;/a&gt;. 2006.  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Alternatif Terapi Penyakit Jantung Koroner&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; .&lt;/strong&gt; (&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/"&gt;http://www.suarapembaruan.com&lt;/a&gt;). Diakses pada tanggal 25 April 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Joseph, Godlief. 2008. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Manfaat Serat Makanan Bagi Kesehatan Kita&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. (&lt;a href="http://tumoutou.net/702_04212/godlief_joseph.htm"&gt;http://tumoutou.net/702_04212/godlief_joseph.htm&lt;/a&gt;). Diakses pada tanggal 25 April 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.nusahealth.com/art-resiko-serangan-jantung.htm"&gt;http://www.nusahealth.com/art-resiko-serangan-jantung.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masino, Msd. 2005. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://id.inaheart.or.id/?p=44"&gt;Seperempat Abad Yayasan Jantung Indonesia&lt;/a&gt;&lt;a name="post_44"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; (&lt;a href="http://id.inaheart.or.id/?p=44"&gt;http://id.inaheart.or.id/?p=44&lt;/a&gt;). Di akses pada tanggal 11 Mei 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Primana, dr. Dadang Arief. 2008&lt;strong&gt;&lt;em&gt;. Hipertrigliseridemia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. (&lt;a href="http://www.kikil.com/u-wilz-2120.html"&gt;http://www.kikil.com/u-wilz-2120.html&lt;/a&gt;). Di akses pada tanggal 14 Mei 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Shahab, Dr. Alwi. 2008. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mengenal Jantung Anda&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. (&lt;a href="http://www.alwia.com/jantunganda.html"&gt;http://www.alwia.com/jantunganda.html&lt;/a&gt;). Diakses pada tanggal 12 Mei 2008&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salim, Erwin Y  dan Heni Kurniasih. 2003&lt;strong&gt;. &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Awas Jantung Anak Gendut.&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.gatra.com/2003-10-16/versi_cetak.php?id=31711"&gt;http://www.gatra.com/2003-10-16/versi_cetak.php?id=31711&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;). Diakses pada tanggal 11 Mei 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/06/diet-teraphy-pada-penyakit-jantung/;"&gt;Sutomo&lt;/a&gt;, Budi. 2008. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Likopen Tomat Cegah Penyakit Jantug &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(&lt;a href="http://myhobbyblogs.com/food/2007/06/25/likopen-tomat-cegah-penyakit-jantung/"&gt;http://myhobbyblogs.com/food/2007/06/25/likopen-tomat-cegah-penyakit-jantung/&lt;/a&gt;). Dakses tanggal 12 Mei 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wisesa, Kurnia. 2008. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lemak dan Kesehatan Jantung. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(http//:www.google.com). Di akses pada tanggal 12 Mei 2008.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-8456315572202114314?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/8456315572202114314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/diet-teraphy-pada-penyakit-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/8456315572202114314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/8456315572202114314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/diet-teraphy-pada-penyakit-jantung.html' title='DIET TERAPHY PADA PENYAKIT JANTUNG'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-713743534079702166</id><published>2009-07-23T07:28:00.001-07:00</published><updated>2009-07-23T07:28:55.839-07:00</updated><title type='text'>POTENSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) SEBAGAI OBAT PENYAKIT KANKER PARU-PARU</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/08/potensi-sarang-semut-myrmecodia-pendens-sebagai-obat-penyakit-kanker-paru-paru/" rel="bookmark" title="POTENSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) SEBAGAI OBAT PENYAKIT KANKER PARU-PARU"&gt;POTENSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) SEBAGAI OBAT PENYAKIT KANKER PARU-PARU&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;div class="postinfo"&gt; Posted on &lt;span class="postdate"&gt;02/08/2009&lt;/span&gt; by zaifbio      &lt;/div&gt;             &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;ABSTRAK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Di Indonesia penyakit kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 diantara penyakit keganasan di rumah-rumah sakit&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Cara alamiah dalam mengobati kanker yaitu menggunakan tumbuhan sarang semut&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Penulisan ini bertujuan mengetahui kemampuan sarang semut sebagai obat alternatif penyakit kanker yang berasal dari potensi lokal Indonesia. Dalam uji in vitro, Sarang Semut ampuh mengatasi sel kanker paru-paru. Kesimpulan penulisan ini sarang semut berpotensi dalam mengobati penyakit kanker karena mengandung zat yang penting bagi penyembuhan penyakit kanker yaitu flavonoid. Mekanisme kerja dari sarang semut adalah melalui flavonoid. Pemanfaaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat kanker terdapat dalam bentuk serbuk dan kapsul&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kata Kunci: Sarang Semut, Obat Alternatif, Kanker&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kanker sebenarnya merupakan suatu tumor atau neoplasma atau neoblastama, yang terdiri dari tumor jinak (benign, benigna) dan tumor ganas (malignant, maligna, kanker). Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal(Anoymous, 2000). Golongan ini terdiri dari ratusan jenis, tetapi ada empat golongan utama, seperti: sarkoma, karsinoma, leukemia dan limfoma&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kanker merupakan masalah besar di dunia. Setiap tahun dijumpai hampir 6 juta penderita baru yang diketahui mengidap kanker, dan lebih dari 4 juta diantaranya meninggal. Kematian akibat kanker mencakup 10% dari jumlah total kematian. Separuh dari mereka yang terserang kanker, dan dua pertiga dari mereka yang meninggal akibat kanker, berada di negara berkembang. (Kardinan, 2003: hal.12). &lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/content.php"&gt;Kanker&lt;/a&gt; tercatat sebagai penyebab kematian yang dominan pada anak-anak usia 3-14 tahun. Menurut American Cancer Society, penyebab kematian terbesar pada wanita adalah &lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/content.php"&gt;kanker payudara&lt;/a&gt; (19%), &lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/content.php"&gt;kanker paru-paru&lt;/a&gt; (19%), serta &lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/news.php"&gt;kanker kolon&lt;/a&gt; dan rektum (15%). Sementara pada pria, didominasi oleh kanker paru (34%), kanker kolon dan rektum (12%), serta &lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/content.php"&gt;kanker prostat&lt;/a&gt; (10%). Diperkirakan, 80-90% kanker disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan dan makanan (Anonymous, 2008). Data Depkes menyebutkan, sekitar enam persen atau 13,2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit kanker dan kanker merupakan penyebab kematian ke-5 di Indonesia, setelah jantung, stroke, saluran pernafasan dan diare.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kanker yang banyak menimbulkan kematian di seluruh belahan dunia adalah kanker paru. Dari tahun ke tahun jumlahnya meningkat baik di Negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang maupun di Negara berkembang termasuk Indonesia. Di Amerika Serikat kematian karena kanker paru mencapai 36% dari seluruh kematian kanker pada laki-laki, dan merupakan urutan pertama penyebab kematian pada laki-laki (Manggunnegoro, 1990). Di Indonesia penyakit kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 diantara penyakit keganasan di rumah-rumah sakit. Atmanto (1992) menyatakan kanker paru merupakan penyakit dengan keganasan tertinggi diantara jenis kanker lainnya di Jawa Timur dengan angka &lt;em&gt;Case Fatality Rate&lt;/em&gt; (CFR) sebesar 24,1%. Pada tahun 1998 di RS kanker Dharmais, kanker paru menempati urutan kedua tebanyak setelah kianker payudara yaitu sebanyak 75 kasus (Nasar, 2000)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hingga kini pengobatan neoplastik atau kanker dapat dilakukan dengan dengan 3 cara yaitu: pembedahan, radiasi, dan dengan pemberian obat anti neoplastik atau anti kanker. Namun, ke-3 cara pengobatan diatas banyak member-kan efek samping kepada pasien sepetri terjadi komplikasi, dan penekanan fungsi sumsum tulang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenyatan tersebut menuntut perlunya cara alternatif yang aman untuk memberantas kanker dengan menggunakan bahan alami, dimana bahan dasarnya menggunakan tanaman. Salah satu yang berpotensi sebagai obat alami adalah tumbuhan sarang semut. Sarang semut mengandung senyawa &lt;em&gt;Flavonoid, Tanin, dan Poliefenol&lt;/em&gt; yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh (Subroto, Ahkam dan Hendro Saputro, 2008). Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut (Anonymous, 2008).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Rumusan Masalah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          Bagaimana potensi tumbuhan sarang semut dalam membasmi penyakit kanker terutama kanker paru-paru?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          Bagaimana mekanisme kerja dari tumbuhan sarang semut dalam memberantas penyakit kanker paru-paru ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          Bagaimana pemanfaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat dalam memberantas penyakit kanker paru-paru ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Penulisan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sarang semut sebagai obat alternatif untuk penyembuhan penyakit kanker yang berasal dari potensi lokal Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Manfaat Penulisan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat sarang semut sebagai obat alternatif untuk penyembuhan penyakit kanker terutama kanker paru-paru yang berasal dari potensi lokal Indonesia. Aspek ekonomi, pemanfaatan sarang semut sebagai obat alternatif penyembuhan kanker paru-paru dapat menghemat biaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Potensi Sarang Semut&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tumbuhan Sarang Semut (&lt;em&gt;Myrmecodia pendens&lt;/em&gt;) merupakan salah satu tumbuhan epifit dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, hanya sebagai tempat menempel.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Genus tumbuhan sarang semut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Ditemukan sebanyak 26 spesies sarang semut. Semua spesies dari tumbuhan tersebut memilki batang menggelembung dan berongga-rongga serta dihuni oleh semut. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah tanpa adanya semut dan etap membentuk batang menggelembung dan berongga-rongga secara normal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Penyebaran dan Ekologi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyebaran tumbuhan sarang semut banyak ditemukan, mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di Propinsi Papua, tumbuhan sarang semut dapat dijumpai, terutama di daerah Pegunungan Tengah yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya. Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Paniai. Secaa ekologi, tumbuhan sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di pinggir pantai hingga ketinggian 2.400 m di atas permukaan laut (dpl). Tumbuhan sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput. Tumbuhan sarang semut jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, tetapi lebuh banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m dpl.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kajian Kimia dan Farmokologi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Uji penapisan kimia dari tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotic (Subroto, Ahkam dan Hendro Saputro, 2007)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tabel 1. Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tumbuhan Sarang Semut&lt;/p&gt; &lt;table style="text-align: justify;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;No&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Parameter&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;Satuan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;Nilai&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;01&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Energi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kkal/ 100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;350,52&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;02&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kadar air&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/ 100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;4,54&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;03&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kadar abu&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;11,13&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;04&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kadar lemak&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/ 100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;2,64&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;05&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kadar protein&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;2,75&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;06&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kadar karbohidrat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;78,94&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;07&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Tokoferol&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;mg/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;31,34&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;08&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Total fenol&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;0,25&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;09&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kalsium (Ca)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;0.37&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;10&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Natrium (Na)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;mg/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;68,58&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;11&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Kalium (K)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;3,61&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;12&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Seng (Zn)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;mg/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;1,36&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;13&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Besi (Fe)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;mg/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;29,24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;14&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Fosfor (P)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;0,99&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="39"&gt; &lt;p align="center"&gt;15&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="125"&gt; &lt;p align="center"&gt;Magnesium (Mg)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="94"&gt; &lt;p align="center"&gt;g/100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="35"&gt; &lt;p align="center"&gt;1,50&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti dalam tabel di atas tumbuhan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC&lt;sub&gt;50&lt;/sub&gt; sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa­tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC&lt;sub&gt;50&lt;/sub&gt; diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC&lt;sub&gt;50&lt;/sub&gt; merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC&lt;sub&gt;50&lt;/sub&gt; dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi­konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sarang Semut Sebagai Obat Kanker Paru-Paru&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tumbuhan sarang semut  diperkenalkan pertama kali di pedalaman Papua yang biasa digunakan sebagai obat oleh warga setempat selain buah merah, tanaman ini sudah digunakan secara turun temurun. Tanaman ini diolah sebagai campuran bubur dan juga sebagi minuman dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh (Anoymous, 2007). Masyarakat Wamena, Papua, umumnya merebus 1 sendok makan sarang semut dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak tahun 2001, Hendro Saputro mulai memproduksi tumbuhan sarang semut dalam bentuk serbuk sebagai obat tradisional. Secara mengejutkan ekstrak rebusan air (deoktum) dari tumbuhan sarang semut tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit berat seperti tumor, kanker, jantung, TBC dan lain lain. Bukti empiris tersebut membuat semakin banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan sarang semut untuk mengobati berbagai penyakit. Khusus untuk penyakit kanker tumbuhan sarang semut telah dilakukan ujicoba untuk mengetahui keampuhannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker terutama knekr paru-paru. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut (Anoym ous,2007).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam uji &lt;em&gt;in vitro&lt;/em&gt;, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh mengatasi sel kanker terutama kanker paru-paru (Anoymous, 2007). Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari &lt;em&gt;Universit National of Hochiminch City&lt;/em&gt; dan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di &lt;em&gt;Toyama Medical and Pharmaceutical University&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam penelitiannya Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya menakjubkan, Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu. Seperti dikutip &lt;em&gt;Biology Pharmaceutical Bulletin&lt;/em&gt;, Qui Kim Tran dan rekan-rekannya menuturkan bahwa seluruh ekstrak Sarang Semut menekan proliferasi sel tumor manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak Sarang Semut mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset tersebut meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker. Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus &lt;em&gt;University of Nebraska Lincoln&lt;/em&gt; itu mengungkapkan, peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus &lt;em&gt;University of New South Wales Sydney&lt;/em&gt;, Australia, telah menjamin keamanan dari herba ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan Sarang Semut per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut medapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Dimana kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50. Dari hasil uji yang dilakukan oleh para ahli terdahulu dapat kita ketahui bahwa ternyata sarang semut sangat efektif dalam membasmi kanker terutama kanker paru-paru, selain itu dari segi keamanan sarang semut sangat aman digunakan sebagai obat dalam membasmi penyakit terutama kanker paru-paru karena hasil riset mendapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga sangat aman bagi konsumen.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ramuan Sarang Semut untuk Mengobati Kanker Paru-Paru &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai obat biasanya sarang semut digunakan dalam bentuk serbuk. Proses pembuatan serbuk sarang semut ini adalah: kupas kulit dari umbi sarang semut, belah umbi tersebut menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, iris potongan-potongan umbi tersembut dengan mesin iris, keringkan irisan potongan-potongan umbi tesebut dengan oven pengering pada suhu 70&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; C selama 3×24 jam, giling irisan dengan mesin gilig sesuai ukuran &lt;em&gt;mesh&lt;/em&gt; yang dikehendaki, lakukan sterilisasi bubuk kering tersebut, kemas bubuk kering tersebut dalam kantong &lt;em&gt;alumunium foil&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain dalam bentuk serbuk, sarang semut juga bisa dikemas dalam bentuk kapsul, mengenai proses pembuatan kapsul adalah sebagai berikut: ekstra bubuk kering sarang semut dengan air atau etanol (pilih salah satunya) menggunakan mesin ekstraktor hingga menjadi bubuk kering ekstrak, lakukan sterilisasi bubuk kering hasil ekstraksi, masukkan bubuk hasil ekstraksi ke dalam kapsul, kemas kapsul bubuk kering ekstrak dalam botol. Adapun dosis pemakaian yang direkomendasikan secara umum untuk berbagai penyakit terutama kanker paru-paru yaitu: sarang semut hasil rebusan, untuk penyembuhan, minumlah satu gelas air (250 cc) air hasil rebusan sarang semut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh. Jika dalam bentuk kapsul ukuran 500 mg, dosis pengobatan untuk setiap penyakit adalah 1-2 kapsul sekali minum 3 kali sehari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kajian Religius&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila dikaji dari sisi religius, pemannfaatan tumbuhan untuk mengobati penyakit dalam perspektif Islam berdasarkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dapat tersirat dalam surat-surat sebagai  berikut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Q.S Al An’am&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;141. Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Q.S Al Baqarah&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;57. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Q.S Al Baqarah&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Q.S An Nahl&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Q.S Al Maa’idah&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketahui bahwa adanya penyakit-penyakit ini pastilah ada obatnya karena sesungguhnya Allah SWT dalam penciptaanya selalu memberikan manfaat kepada umatnya. Seperti telah di sebutkan dalam ayat diatas bahwa Allah sudah menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan untuk di ambil manfaatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil penulisan “Sarang Semut (&lt;em&gt;Myrmecodia pendens&lt;/em&gt;) Tumbuhan Unik Penggempur Kanker” dapat diambil kesimpulan bahwa:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          Tumbuhan sarang semut sangat berpotensi digunakan dalam mengobati penyakit kanker terutama kanker paru-paru karena banyak mengandung zat yang penting bagi penyembuhan penyakit kanker terutama kandungan flavonoid.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-           Mekanisme kerja dari sarang semut adalah melalui flavonid. Mekanisme kerja flavonoid yang sudah terungkap dalam membasmi penyakit kanker terutama kanker paru-paru, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          Pemanfaaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat kanker biasanya dalam bentuk serbuk dan kapsul&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SARAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penulisan ini maka dapat disarankan bahwa masyarakat diharapkan lebih memilih mengkonsumsi sarang semut dalam mengobati penyakit kanker karena khasiatnya telah teruji, murah dan lebih aman dibandingkan dengan melalui pengobatan yang konvesional&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anoymous. 2008. &lt;em&gt;Apa itu Kanker&lt;/em&gt;. (Online). &lt;a href="http://kanker.roche.co.id/berita_kanker_terbaru.php"&gt;http://kanker.roche.co.id/berita_kanker_terbaru.php&lt;/a&gt;. Diakses tanggal 22 Juni 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anoymous. 2008. &lt;em&gt;Sarang Semut sang Obat&lt;/em&gt;. (Online). &lt;a href="http://smilegung.multiply.com/journal/item/21/Sarang_Semut_sang_Obat"&gt;http://smilegung.multiply.com/journal/item/21/Sarang_Semut_sang_Obat&lt;/a&gt;. Diakses tanggal 21 Juni 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anoymous. 2007. &lt;em&gt;Bukti Ilmiah Sarang Semut&lt;/em&gt;.(Online). &lt;a href="http://www.deherba.com/bukti-ilmiah-sarang-semut-2.html"&gt;http://www.deherba.com/bukti-ilmiah-sarang-semut-2.html&lt;/a&gt;. Diakses tanggal 20 Juni 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anoymous. 2007. &lt;em&gt;Kandungan Sarang Semut&lt;/em&gt;. (Online). &lt;a href="http://www.deherba.com/kandungan-sarang-semut.html"&gt;http://www.deherba.com/kandungan-sarang-semut.html&lt;/a&gt;. Diakses tanggal 20 Juni 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anoymous. 2007. &lt;em&gt;Sekilas Sarang Semut&lt;/em&gt;. (Online). &lt;a href="http://www.deherba.com/sekilas-sarang-semut-2.html"&gt;http://www.deherba.com/sekilas-sarang-semut-2.html&lt;/a&gt;. Diakses tanggal 21 Juni 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anoymus. 2000. &lt;em&gt;Kanker&lt;/em&gt;. (Online). &lt;a href="http://www.satumed.com/SemuaBeritaTentangKanker"&gt;http://www.Satumed.com/SemuaBeritaTentangKanker&lt;/a&gt;. Diakses tanggal 21 Juni 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kardinan, Agus dkk. 2003. &lt;em&gt;Tanaman Obat Penggempur Kanker.&lt;/em&gt; Depok: Agromedia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mangunnegoro, H. 1990&lt;em&gt;. Menyongsong Era Kanker Paru di Indonesia. Dalam&lt;/em&gt;:Yunus, F et al (eds). Simposium Kanker Paru Diagnosis dan Terapi. 10/3. 1990. Bagian Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta:  1-8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nasar, I.M. 2000. &lt;em&gt;Situasi Penyakit Kanker di Akhir Abad ke-20 dan Problemanya&lt;/em&gt;. Dalam: Simatupang, A. et al (eds). Prosiding Seminar Sehari Onkologi. Lembaga Penelitian Universitas Kristen Indonesia. Jakarta:1-8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Subroto, Ahkam dan Hendro Sapitro. 2007. &lt;em&gt;Gempur Penyakit dengan Sarang Semut&lt;/em&gt;. Jakarta: PT Agromedia Pustaka.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-713743534079702166?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/713743534079702166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/potensi-sarang-semut-myrmecodia-pendens.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/713743534079702166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/713743534079702166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/potensi-sarang-semut-myrmecodia-pendens.html' title='POTENSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) SEBAGAI OBAT PENYAKIT KANKER PARU-PARU'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-7918745140869680278</id><published>2009-07-23T07:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T07:27:07.701-07:00</updated><title type='text'>PEMANFAATAN PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF DIABETES MELLITUS</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/18/pemanfaatan-pare-momordica-charantia-l-sebagai-obat-alternatif-diabetes-mellitus/" rel="bookmark" title="PEMANFAATAN PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF DIABETES MELLITUS"&gt;PEMANFAATAN PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF DIABETES MELLITUS&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;div class="postinfo"&gt; Posted on &lt;span class="postdate"&gt;02/18/2009&lt;/span&gt; by zaifbio      &lt;/div&gt;             &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;ABSTRAK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam dunia sebagai Negara dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, China, Uni Soviyet, Jepang dan Brasil.  Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pare sebagai obat alternatif yang berasal dari potensi lokal Indonesia, dalam penyembuhan penyakit diabetes mellitus.Tanaman pare dapat menurunkan gula darah karena tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charanti&lt;/em&gt;n..&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kata kunci : &lt;/strong&gt;Diabetes mellitus, pare, alternatif&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa didalam tubuh akan meningkat. Gula yang meliputi polisakarida, digosakarida, disakarida dan monosakarida merupakan sumber tenaga yang menunjang keseluruhan aktivitas manusia. Seluruh gula ini akan diproses menjadi tenaga oleh hormon insulin tersebut karena penderita diabetes mellitus biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, dan pengelihatan menjadi kabur, gejala lain akibat adanya kadar glukosa yang terlalu tinggi akan terjadi ateroma sebagai penyebab awal penyakit jantung koroner.(Utami, Prapti. 2003)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyakit diabetes mellitus saat ini hampir merambah seluruh dunia, tidak hanya Negara-negara maju saja yang terserang dengan penyakit ini, akan tetapi negara-negara berkembang pun sekarang nampaknya sudah mulai memiliki probilitas terserang penyakit ini, menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam dunia sebagai Negara dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, China, Uni Soviyet, Jepang dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995 jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 5 juta, Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 % yang sadar mengidapnya dan diantara mereka baru sekitar 30 % yang datang berobat teratur,  Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejala yang terjadi pada dirinya.( Soegondo, Sidartawan. 2006.www. Medicastore.com).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mahalnya harga obat diabetes mellitus yang diproduksi di pabrik dan beredar di pasaran nampaknya cukup berdampak pada daya beli masyarakat yang kurang, terlebih lagi bagi masyarakat yang terkategori dalam masyarakat menengah kebawah, sehingga hal ini menyebabkan penderita enggan membeli obat dan pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus yang dideritanya semakin parah bahkan bisa menimbulkan kematian.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman pare merupakan salah satu alternatif dalam penyembuhan diabetes mellitus, karena tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin yang dapat menurunkan gula darah.(Anoymous. 2007)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Rumusan Masalah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ø      Kandungan gizi apa saja yang terdapat pada pare&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ø      Bagaimana cara pemanfaatan pare dalam mengobati Diabetes Mellitus&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Penulisan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pare sebagai obat alternatif yang berasal dari potensi lokal Indonesia, dalam penyembuhan penyakit diabetes mellitus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Manfaat Penulisan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penulisan ini memberikan beberapa manfaat, yaitu dari segi akademis dapat memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat pare sebagai obat alternatif yang berasal dari potensi lokal Indonesia, dalam penyembuan penyakit diabetes mellitus. Dari segi aspek ekonomi pemanfaatan pare sebagai obat alternatif penyembuhan penyakit diabetes mellitus dapat menghemat biaya dan lebih praktis.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan Gizi Pare&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diabetes mellitus sering disebut juga &lt;em&gt;the great imitator&lt;/em&gt;, karena penyakit ini dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, dan pengelihatan menjadi kabur. Penggunaan flora atau tumbuhan yang potensial untuk terapi pada diabetes ini nampaknya dapat menjadi altrenatif yang cukup efektif dan terjangkau oleh para penderita diabetes mellitus. Di Indonesia cukup banyak tumbuhan yang berpotensi untuk dijadikan makanan yang dapat membantu dalam mengatasai penyakit diabetes mellitus ini terutama tanaman pare.(Utami, Prapti. 2003)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman pare (&lt;em&gt;Momordica charantia&lt;/em&gt; L.) berasal dari kawasan Asia Tropis. Tanaman satu ini terkenal karena buahnya yang pahit. Justru dibalik rasa pahitnya itulah pare bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan gizi pada pare cukup baik. Pare mengandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemakmineral  pare kaya akan kalsium, zat besi dan fosfor. Vitamin yang menonjol terdapat di dalamnya adalah vitamin A dan vitamin C.(Anoymous. 2007)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Khasiat buah pare (&lt;em&gt;Momordica charantia&lt;/em&gt; L.) sebagai obat di Cina sudah dicatat Li sejak tahun 1578. Awalnya sebagai tonikum, obat cacing, obat batuk, antimalaria, seriawan, penyembuh luka, dan penambah nafsu makan. Ratusan riset di banyak negara yang berkembang kemudian menyingkap buah pahit ini berefek menurunkan kadar gula darah (&lt;em&gt;hypopglycemic effect&lt;/em&gt;).(Anoymous. 2007)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyebab diabetes mellitus adalah kurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau terjadi gangguan fungsi insulin, yang sebenarnya jumlahnya cukup. Kekurangan insulin disebabkan terjadinya kerusakan sebagian kecil atau sebagian besar sel-sel beta pulau langerhans dalam kelenjar pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin. Insulin merupakan suatu polipeptida  (protein). Dalam keadaan normal, jika kadar glukosa darah naik, kelenjar pankreas akan mengeluarkan insulin dan masuk ke dalam aliran darah. Oleh darah insulin disalurkan ke reseptor yaitu hati sebesar 50%, ginjal sekitar 10 – 20 %, serta sel darah, otot, dan jaringan lemak sekitar 30 – 40 %.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama belum ada insulin, gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel – sel jaringan tubuh lainnya seperti otot dan jaringan lemak. Dapat dikatakan bahwa insulin merupakan kunci yang membuka pintu sel jaringan, memasukkan gula ke dalam sel, dan menutup kembali. Di dalam sel, gula dibakar menjadi energi yang berguna untuk beraktivitas. Riset serupa di Jerman, Inggris, India, Jepang, Thailand, dan Malaysia mempertegas zat berkhasiat pare sebagai antidiabetes. Buah pare yang belum masak mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Efek pare dalam menurunkan gula darah pada hewan percobaan bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu diduga pare memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea (obat antidiabetes paling tua dan banyak dipakai). Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pancreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glycogen di hati. Efek pare dalam menurunkan gula darah pada kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari begitu banyak riset pare sebagai penurun gula darah, ada benang merah bahwa dalam menurunkan gula darah, pare memiliki lebih dari satu mekanisme. Lebih dari itu, penelitian pare di Jerman berhasil menemukan dosis efektif penurun gula darah pare pada kelinci sehat sebesar 0,5 gram/ kg berat badan, dan 1-1,5 gram/kg berat badan untuk kelinci yang sengaja dibikin kencing manis. (Anonimous. 2007).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tabel 1 Kandungan gizi tiap 100 gram daun dan buah pare&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Zat gizi            Buah Pare      Daun Pare &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Air                   91,2 gram        80 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalori              29 gram           44 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Protein             1,1 gram          5,6 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lemak             1,1 gram          0,4 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karbohidrat     0,5 gram          12 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalsium           45 mg              264 mg&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Zat Besi           1,4 mg             5 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fosfor              64 mg              666 mg&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Vitamin A       18 SI               5,1 mg&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Vitamin B       0,08 mg           0,05 mg&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Vitamin C       52 mg              170 mg&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Folasin                -                    88 mg&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pemanfaatan Pare Dalam Mengobati Diabetes Mellitus&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan gejala klinis atau medis, diabetes mellitus (DM) dapat dibagi menjadi sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          DM tipe 1 atau DMTI (Diabetes Mellitus Tergantung Insulin)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar sel beta pulau langerhans yang memproduksi insulin dalam pankreas mengalami kerusakan. Akibatnya, kadar insulin menjadi kurang atau tidak ada.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          DM tipe 2 atau DMTTI&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disebabkan kekurangan nutrisi atau gizi pada diabetisi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          Diabetes Mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Termasuk ke dalam kelompok ini adalah penyakit pankreas, penyakit hormonal, keadaan yang disebabkan oleh obat atau zat kimia, gangguan reseptor insulin, dan sindrom genetik tertentu atau gejala-gejala penyakit keturunan seperti diabetes mellitus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mendiagnosis diabetes mellitus sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.      Seseorang dikatakan menderita diabetes mellitus jika kadar glukosa darah ketika puasa lebih dari 126 mg/dl atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah lebih dari 200 mg/dl.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2.      Seseorang dikatakan terganggu toleransi glukosanya jika kadar glukosa darah ketika puasa 110 – 125 mg/dl atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah 140 – 199 mg/dl.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.      Seseorang dikatakan normal atau tidak menderita diabetes mellitus jika kadar glukosa darah ketika puasa kurang dari 110 mg/dl, kadar glukosa darah 1 setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah kurang dari 180 mg/dl, kadar glukosa darah 2 jam setelahnya kurang dari 140 mg/dl. (Utami, Prapti. 2003)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kandungan gizi pada pare cukup baik. Pare mengandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemak. Mineralnya tak kalah banyak. Pare kaya akan kalsium, zat besi dan fosfor. Vitamin yang menonjol terdapat di dalamnya adalah vitamin A dan vitamin C. Dari penelitian yang dilakukan di Jepang tahun 2003 juga diketahui bahwa biji pare merupakan anti oksidan yang cukup kuat untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh yang memicu pembentukan sel kanker, mempercepat penuaan, penyumbatan arteri, stroke, dan diabetes mellitus. Buah pare mengandung karatin, hydroxytryptamine, vitamin A, B, dan C. Sementara itu bijinya mengandung momordisin. Hampir semua bagian tanaman ini, baik biji, bunga, daun, maupun akar, berkhasiat untuk obat. Namun, buah pare paling sering digunakan untuk bahan ramuan obat terutama diabetes mellitus. Efek farmakologis dari tanaman ini rasanya pahit dan sifatnya dingin, pare berkhasiat sebagai antiradang, menurunkan kadar glukosa darah, untuk mengobati batuk, radang tenggorok, radang mata  merah, rematik dan sariawan disentri.. Cara pemanfaatan pare untuk mengatasi Diabetes Mellitus, yaitu dengan cara  Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu. Untuk penggunaan biji pare, yaitu dengan cara sediakan 200 gram biji pare,  kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari. (Anonimous. 2007)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kajian Religius&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila dikaji dari sisi religius, pemanfaatan tumbuhan untuk mengobati penyakit dalam perspektif Islam berdasarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dapat tersirat dalam surat-surat, sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Q.S Al Maidah 88.&lt;/strong&gt; Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Q.S Al An’am 141.&lt;/strong&gt; Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Q.S Al Baqarah 168.&lt;/strong&gt; Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Q.S Al Baqarah 57.&lt;/strong&gt; Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”[53]. makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka Menganiaya kami; akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Q.S An Nahl 114&lt;/strong&gt;. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketehui bahwa Allah SWT dalam penciptaan-Nya selalu memberikan manfaat kepada umat-Nya, seperti telah disebutkan dalam ayat di atas, bahwa Allah SWT telah menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan untul diambil manfaatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa didalam tubuh akan meningkat. Tanaman pare (&lt;em&gt;Momordica charantia&lt;/em&gt; L.) berasal dari kawasan Asia Tropis. Tanaman satu ini terkenal karena buahnya yang pahit. Justru dibalik rasa pahitnya itulah pare bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan gizi pada pare cukup baik. Pare mengandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemakmineral  pare kaya akan kalsium, zat besi dan fosfor. Vitamin yang menonjol terdapat di dalamnya adalah vitamin A dan vitamin C. Hampir semua bagian tanaman ini, baik biji, bunga, daun, maupun akar, berkhasiat untuk obat. Namun, buah pare paling sering digunakan untuk bahan ramuan obat terutama diabetes mellitus. Efek farmakologis dari tanaman ini rasanya pahit dan sifatnya dingin, pare berkhasiat sebagai antiradang, menurunkan kadar glukosa darah, untuk mengobati batuk, radang tenggorok, radang mata  merah, rematik dan sariawan disentri.. Cara pemanfaatan pare untuk mengatasi Diabetes Mellitus, yaitu dengan cara  Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu. Untuk penggunaan biji pare, yaitu dengan cara sediakan 200 gram biji pare,  kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Saran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi masyarakat sebaiknya menggunakan bahan lokal sebagai obat alternatif dalam mengobati penyakit diabetes melllitus terutama tanaman pare,  karena tanaman ini mudah ditemukan dan harganya relatif murah. Selain itu,  dengan menggunakan bahan lokal sebagai obat alternatif lebih aman dari pada obat luar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anonimous. 2007&lt;em&gt;. &lt;strong&gt;Melawan Wabah Diabetes Dunia dengan Buah Pare.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;(online)&lt;strong&gt;. &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.nusaku.com/forum/showthread.php?f=13"&gt;http://www.nusaku.com/forum/showthread.php?f=13&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;diakses 20 Juni 2008&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anonimous. 2007. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Khasiat Buah Pare&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. (online). &lt;a href="http://www.nusaku.com/forum/showthread.php?t=5931"&gt;http://www.nusaku.com/forum/showthread.php?t=5931&lt;/a&gt; diakses 20 Juni 2008&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anonimous. 2007. &lt;strong&gt;Pare&lt;/strong&gt;. (online) &lt;a href="http://dapurmlandhing.dagdigdug.com/"&gt;http://dapurmlandhing.dagdigdug.com&lt;/a&gt; diakses 20 Juni 2008&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Soegondo, Sidartawan. 2006. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jumlah Diabetes Mellitus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. (online). www. Medicastore.com. diakses 20 Juni 2008&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Utami, Prapti dan Tim Lentera. 2003. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Jakarta : Agro Media Pustaka.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-7918745140869680278?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/7918745140869680278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/pemanfaatan-pare-momordica-charantia-l.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/7918745140869680278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/7918745140869680278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/pemanfaatan-pare-momordica-charantia-l.html' title='PEMANFAATAN PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF DIABETES MELLITUS'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2822598334729553724.post-6047961178567618660</id><published>2009-07-23T06:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T07:02:45.215-07:00</updated><title type='text'>penuh Perjalanan</title><content type='html'>perjalanan yang tak mudah kita lewati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2822598334729553724-6047961178567618660?l=arifknowledge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifknowledge.blogspot.com/feeds/6047961178567618660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/6047961178567618660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2822598334729553724/posts/default/6047961178567618660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifknowledge.blogspot.com/2009/07/blog-post.html' title='penuh Perjalanan'/><author><name>knowledge</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01336303714025002514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
